ALT_IMG

Mesin Tetas PUI-100

Dengan mengikuti tata cara penetasan telur yang benar, keberhasilan telur yang menetas dengan mesin penetas Pesona Unggas PUI-100 ini bisa di atas 90 %. Dengan cara tradisional biasanya dibawah 50 %. Baca Selengkapnya...

ALT_IMG

Mesin Penetas PUI-30

Mesin penetas PUI-30 adalah salah satu solusi untuk membantu meningkatkan produktivitas peternakan unggas. Dengan ukuran PUI-30 yang relatif kecil maka efektif untuk penetasan telur unggas yang berukuran besar maupun kecil seperti telur burung. Sangat tepat untuk para hobis dan untuk penelitian. Baca Selengkapnya...

Alt img

Pembibitan DOC Ayam Kampung

Usaha Penetasan Telur Ayam untuk menghasilkan anak ayam atau DOC (Day Old Chick) merupakan salah satu alternatif usaha dibidang peternakan unggas, yang merupakan bagian dari penyediaan bibit ayam. Baca Selengkapnya.....

ALT_IMG

Beternak Burung Kenari

Burung kenari (serinus Canaria) pertama kali ditemukan di kepulauan Canary oleh penjelajah perancis, Jean de Bethencourt pada tahun 1402. Terkesan karena keindahan bulu dan kemerduan suaranya, Jean de Bethencourt dan Henry the navigator membawa burung kenari liar ke Portugal dan Inggris. Baca Selengkapnya....

ALT_IMG

Ayam Kampung

Ayam kampung merupakan keturunan dari ayam hutan merah (Gallus gallus) dan ayam hutan hijau (Gallus varius). Akibat proses budidaya dan perkawinan antar keturunan secara alam, maka muncullah berbagai macam tipe ayam dengan beragam penampilan fisik dan varitas. Baca Selengkapnya...

ALT_IMG

Ayam Serama

Ayam Serama merupakan jenis ayam hasil persilangan Ayam Kapan alias kate kaki panjang dengan ras Ayam Modern Game Bantam. Penyilangnya adalah Wee Yean Een yang berasal dari Malaysia. Ia menyilangkan kedua jenis ayam tersebut Pada tahun 1971. Baca Selengkapnya....

ALT_IMG

Burung Puyuh

Burung Puyuh merupakan jenis burung yang tidak dapat terbang, ukuran tubuh relatif kecil, berkaki pendek. Merupakan bangsa burung (liar) yang pertama kali diternakan di Amerika Serikat, tahun 1870. Dan terus dikembangkan ke penjuru dunia. Baca Selengkapnya...

ALT_IMG

Ayam Cemani

“Ayam cemani merupakan ayam yang memiliki dominan warna hitam pada kuku, kulit, bulu, paruh, mata, daging, tulang, dan lidah, bahkan kadang ada juga yang berdarah hitam. Ayam ini oleh kalangan tertentu diyakini memiliki kekuatan magis“ Baca Selengkapnya...

ALT_IMG

Ayam Mutiara

Ayam mutiara (Guiena Fowl) merupakan unggas yang banyak diternakkan sebagai hewan hias. Ayam mutiara memiliki bentuk tubuh dan warna bulu yang menarik untuk dilihat. Bulu-bulunya dihiasi dengan bintik-bintik seperti mutiara. Baca Selengkapnya...

ALT_IMG

Ayam Ketawa

Ayam Ketawa dikenal masyarakat karena suaranya yang unik menyerupai suara tertawa. Kokok ayam ketawa yang panjang dan memiliki cengkok yang khas membuat pesona ayam yang satu ini menempati posisi tersendiri bagi penggemar unggas. Baca Selengkapnya...

ALT_IMG

Ayam Pelung

Ayam Pelung dikenal masyarakat karena kemerduan suaranya. Kokok ayam pelung yang panjang dan memiliki cengkok yang khas membuat ayam ini memiliki nilai jual yang tinggi. Baca Selengkapnya...

ALT_IMG

Ayam Bekisar

Ayam Bekisar merupakan keturunan F1 hasil perkawinan ayam hutan jantan (Gallus varius) dan ayam Kampung betina (Gallus gallus domesticus). Bekisar dikembangkan sebagai ayam kesayangan untuk menghasilkan ayam hias yang indah bulu dan suaranya. Baca Selengkapnya...

ALT_IMG

Itik Petelur

Itik dikenal juga dengan istilah Bebek (bhs.Jawa). Nenek moyangnya berasal dari Amerika Utara merupakan itik liar ( Anas moscha) atau Wild mallard, Baca Selengkapnya...

ALT_IMG

Pakan Alternatif Azolla

Azolla microphylla mengandung kadar protein tinggi antara 24-30%. Kandungan asam amino essensialnya, terutama lisin 0,42% lebih tinggi dibandingkan dengan konsentrat jagung, dedak, dan beras. Dengan kandungan protein yang tinggi tersebut Azolla bisa dijadikan pakan alternatif untuk ternak unggas terutama ayam dan itik. Baca Selengkapnya...

ALT_IMG

Burung Merpati

Burung Merpati yang sering menyabet gelar juara dalam berbagai kontes akan memiliki harga jual tinggi bahkan sangat fantatis. Di mana harga merpati balap yang sering menjadi jawara dapat mencapai ratusan juta rupiah. Ada peluang yang cerah dalam budidaya merpati. Baca Selengkapnya...

ALT_IMG

Usaha Ternak Ayam Arab

Ayam Arab, memiliki keunggulan-keunggulan lain yang jarang diketahui masyarakat. Sehingga penulis mencoba untuk memberikan wawasan dan informasi yang diharapkan mampu untuk mengubah anggapan mengenai peluang usaha ayam arab. Baca Selengkapnya...

March 19, 2016

Beternak Burung Cinta Lovebird

0 comments
photo lovebird.jpg

Burung cinta adalah satu burung dari sembilan jenis spesies genus Agapornis. Mereka adalah burung yang berukuran kecil, antara 13 sampai 17 cm dengan berat 40 hingga 60 gram, dan bersifat sosial.

Bagi sebagian peternak pemula ada yang kesulitan dalam memulai langkah-langkah awal beternak lovebird. Sebenarnya beternak lovebird itu gampang-gampang susah, biasanya kesulitan awal ada saat membedakan jenis kelamin lovebird, mana lovebird yang jantan dan betina karena jangan tertipu sebab lovebird bisa kawin sejenis jadi jangan terlalu senang ketika melihat telur ada di dikandang perjodohkan tetapi ketika ditunggu tidak kunjung menetas ternyata telurnysa kosong, cirinya adalah jika kira-kira 2 minggu setelah kawin lovebird tersebut tidak juga bertelur ini berarti lovebird adalah jantan semua dan sebaliknya jika kira-kira 2 minggu setelah kawin lovebird tersebut bertelur lebih dari 6 telur kemungkinan besar lovebird tersebut betina semua. Nah oleh karena itu saya share pengalaman saya.

Persiapan Awal

A. Persiapakan Kandang Perjodohan dan Glodok
Jika kira-kira 1-2 minggu perjodohan berhasil, kini saatnya mempersiapkan kandang perjodohan dan Glodok ( kotak kayu ) ukuran kotak yang ideal adalah 20cmx20cmx25cm dan kandang besi yang berukuran 50cmx50cmx50cm tempatkan juga tempat bertengger 2 tangkai. Jangan lupa persiapkan bahan sarang ini bisa berupa serutan kayu,rumput kering atau pun sobekan koran karena pada saat bertelur sang betina biasanya akan mencari bahan sarang untuk menghangatkan telurnya.

 photo kandang_lovebird.jpg

B. Umur lovebird
Perhatikan umur lovebird, ini cukup penting sebab lovebird yang terlalu muda (7-9 bulan) akan sering menemukan kesulitan dalam proses penetasan sehingga banyak kegagalan dalam proses ini karena pada umur tersebut lovebird belum terlalu matang untuk berproduksi. Idealnya tunggu sampai mereka berumur setahun.

C. Pengeraman
Pada proses ini usahakan agar lingkungan sekitar kandang tenang supaya lovebird dapat fokus mengeram dan mendapatkan hasil terbaik. Saya menganjurkan agar jangan terlalu sering melihat-lihat situasi kandang atau malah megang telurnya karena banyak peternak biasanya penasaran atau tidak sabar menunggu kedatangan si anak lovebird. Pada proses pengeraman 21-24 hari itulah saatnya proses penetasan. Tetapi ketika telur tidak menetas setelah 26 hari kemungkinan telur tersebut infertil (tidak terbuahi pejantan) dan bisa di ambil agar lovebird bisa bertelur lagi. Kalo mau mengetahui kondisi telur kita bisa ambil telur tersebut lalu kita pecah apabila kondisi telur tersebut masih utuh, masih ada putih dan kuning telurnya berarti telur tersebut tidak dibuahi. Namun apabila telur tersebut busuk berarti gagal dalam pengeramannya.

D. Pakan Untuk Indukan
Pakan untuk indukan juga penting karena induk lovebird akan melolohkan makanan yang dikomsumsinya untuk anak-anaknya, ini biasanya dilakukan oleh sang jantan, jadi jaga nutrisi pada pakan lovebird. Saya merekomendasikan kangkung dan milet tetapi jika ingin mencoba varian lain anda biasa memberikanya juga seperti jewawut, kenari seed, biji sawi, jagung muda, sawi, toge.

E. Makanan Untuk Anakan
Pakan untuk anak lovebird bisa menggunakan bubur bayi instant yang banyak dijual di toko sekitar anda. Bubur bayi dicampur dengan air hangat, jangan terlalu panas dan jangan dingin anda dapat menyuapi dengan jarum suntik atau dengan sendok kecil tergantung kenyaman si lovebird dan anda sendiri menyuapinya. Nah ini dilakukan dengan mengambil mereka dari induk mereka ketika berumur 11-15 hari tetapi kalo saya sendiri biasanya saya akan memasukan kembali anakan lovebird ketika sore ke sangkar gelodok. Pemberian pakan dilakukan minimal tiap 4 jam sekali. Setelah anak lovebird sekitar usia empat minggu, anda bisa memberi mereka makanan di tempat makan untuk melatih makan pada anak lovebird. Makanan yang diberikan dapat berupa potongan-potongan kecil buah-buahan atau sayuran, telur rebus, pelet yang dicampur air hangat.
Baca Selanjutnya →
March 16, 2016

Kandungan Nutrisi Bekicot

0 comments


Sebagai salah satu pakan unggas alternatif, khususnya untuk itik, bekicot tergolong pakan yang kaya protein. Diberikan ke ikan dalam keadaan segar, caranya bekicot mentah, setelah diremukkan cangkangnya, bisa langsung dirajang-rajang dan diberikan.

Untuk pengolahan campuran pakan dalam bentuk tepung bekicot, Pecahkan bekicot dicuci bersih sampai hilang lendir-lendir yang ada. Kemudian kita kukus selama 1 jam jika pakai panci biasa, kalau pakai panci presto dikukus kira-kira 30 menit. Angkat dan tiriskan hingga dingin, lalu kita giling dengan gilingan daging, jemur sampai kering. Setelah kering, kita giling kembali agar teksturnya menjadi halus seperti tepung hingga mudah di campur dengan bahan pakan lain.

Kandungan Nutrisi Bekicot :
Komponen
Jumlah
Prosentase
Lemak Total 1,4 g 2 %
Karbohidrat 2 g 1 %
Protein 16 g 32 %
Vitamin A 100,00 IU 2 %
Vitamin B12 0,50 mg 8 %
Vitamin B6 0,130 mg 6 %
Vitamin E 5,00 mg 17 %
Zat Besi 3,50 mg 19 %
Calsium 10,00 mg 1 %
Magnesium 250,00 mg 62 %
Fosfor 272,00 mg 27 %
Potasium 282,00 mg 8 %
Selenium 27,4 mg 39 %
Sodium 70,00 mg 3 %
Zinc 1,00 mg 7 %
Abu 1,30 g -
Air 79,20 g -

Baca Selanjutnya →
November 22, 2015

Beternak Kalkun Didasari Rasa Sayang

0 comments
 photo kalkun_zpsa60c212c.jpg

Salah satu jenis ayam yang memiliki postur tubuh sangat besar adalah ayam Kalkun. Jenis ayam hias yang satu ini memiliki postur 2-3 kali lebih besar daripada ayam biasa. penyayang_kalkun photo penetasan_kalkun_zps5feeqvwg.jpg

Selain memiliki kecantikan akan bulu-bulunya yang berwarna-warni ketika mekar, posturnya juga sangat besar. Sehingga akan terasa besar ketika Anda menyembelih ayam kalkun. Selain posturnya yang besar, kelebihan ayam kalkun diantaranya memiliki kandungan protein yang lebih baik daripada ayam biasa. Selain daripada itu nilai jualnyapun relatif mahal dibanding ayam kampung biasa, Jadi berbekal kelebihan inilah banyak peternak ayam yang membudidayakan ayam kalkun, salah satunya adalah pak Sumadi yang beralamat di Jl. Sorong 2 RT 81 No. 466 Gunung Pipa Balikpapan.

Pak Sumadi melepas bebas ayam-ayam kalkunnya di sekitar rumahnya. Untuk meningkatkan produksi tetasan anak ayam, beliau menggunakan mesin tetas PUI-30 produksi Pesona Unggas. Jika Anda ingin berminat dengan ayam kalkun, silahkan hubungi pak Sumadi di nomor 0812-5381-491.

Beternak ayam kalkun tidaklah sulit. Salah satunya karena pakan yang diberikan sama dengan pakan unggas lainnya, seperti jagung, gandum, tepung kedelai, tepung ikan, dan hijauan, seperti daun-daunan, dedak, dan konsentrat. Untuk mengembangbiakkan kalkun, sebaiknya antara jantan dan betina diberikan tempat terpisah. Ini karena pejantan lebih banyak makan dan lebih aktif dalam perebutan pakan sehingga kalau dicampur akan mengganggu pertumbuhan kalkun betina. Berbedaan nafsu makan antara kalkun betina dan jantan menyebabkan pertumbuhan kalkun jantan lebih cepat daripada betina.
Baca Selanjutnya →
September 2, 2015

Beternak Bekicot Untuk Pakan Itik

0 comments
bekicot

Untuk mensiasati mahalnya harga pakan ternak pabrikan kita harus rajin mencari pakan alternatif, selain ampas tahu, sagu, dan azolla, dapat pula diberikan bekicot sebagai salah satu pakan berprotein tinggi. Jika lokasi peternakan berada di area persawaan atau perkebunan, biasanya bekicot tersedia dalam jumlah yang banyak.

Jika lokasi peternakan berada di daerah yang jarang terdapat bekicot maka jalan satu-satunya adalah membudidayakannya. Kami berikan panduan praktis cara beternak bekicot untuk para peternak itik sebagai pakan alternatif.

A. Jenis
Yang banyak dibudidayakan masyarakat adalah jenis Achatina fulica karena memiliki yang padat dan besar. Konon di Eropa, bekicot jenis ini digunakan sebagai bahan baku makanan yang disebut Escargot. Escargot semula berbahan baku Helix pomatia. Karena Helix pomatia lama kelamaan sulit diperoleh maka bekicot jenis Achatina fulica menggantikannya sebagai bahan baku Escargot.

Manfaat
Bekicot merupakan sumber protein hewani yang sangat tinggi karena mengandung asam-asam amino esensial yang lengkap. Masyarakat banyak memanfaatkannya untuk pakan terna, kuliner, dan kerap dipakai dalam pengobatan tradisional.

B. Persyaratan Lokasi
Lokasi perlu dipilih yang dekat dengan jalan, agar mudah penanganannya, baik saat pembuatan kandang, saat pengontrolan maupun penanganannya pascapanen, artinya pada saat membawa hasil panen tersebut tidak kesulitan dalam transportasinya. Lokasi yang sesuai untuk budidaya bekicot adalah lokasi yang basah serta lembab dan terlindung dari cahaya matahari secara langsung. Selain itu juga tanah yang disukai adalah tanah yang banyak mengandung kapur sebagai zat untuk pembentukan cangkang.

C. Persiapan Sarana dan Peralatan

1. Perkandangan
Beternak bekicot tidak diperlukan lahan yang luas namun persyaratan mengenai kelembaban dan keteduhan perkandangan perlu diperhatikan, karena di alam aslinya untuk berkembang biak secara baik bekicot diperlukan keadaan yang lembab dan teduh. Kandang didirikan di tanah kering, teduh, lembab dengan suhu udara berkisar 25–30 derajat C.

Ada tiga cara berternak bekicot di dalam kandang, antara lain:

a. Kandang kotak kayu
Kandang terbuat dalam lembaran kayu tripleks yang berkaki. Untuk kerang kanya dapat digunakan kayu kaso. Ukuran panjang dan lebar kandang adalah 1 x 1 meter, tinggi 1,25 meter. Di atas kotak tersebut diberi kawat kasa, agar bekicot tidak keluar dari dalam kandang. Sebaiknya di atas kotak perlu dibuatkan tempat berteduh, agar keadaan tempat selalu gelap/tidak langsung kena sinar matah ari.
b. Kandang dari bak semen
Dalam bak semen yang perlu diperhatikan adalah alasnya. Untuk menciptakan suasana lembab, alas semen perlu diberi tanah dan cacing untuk menggemburkan tanah dan menyerap kotoran yang dikeluarkan bekicot. Tebal lapisan tanah di dalam bak sekitar 30 cm. Zat-zat makanan yang diperlukan bekicot hendaklah selalu tersedia di dalam bak
c. Kandang galian tanah
Tanah digali dengan ukuran panjang, lebar dan tinggi 1 x 1 x 1 m. Perlu diperhatikan sebaiknya tanah galian yang akan digunakan untuk kandang dipilih yang agak kering. Sebaiknya kandang dibuat di bawah pohon yang rimbun, kalau dindingnya terlalu basah perlu diberi lapisan pasir.

Untuk menjaga keadaan selalu gelap, seperti cara pertama dan kedua, di atas kandang perlu dibuatkan bedeng sebagai penutup. Bila kandangnya terbuat dari tanah galian, saat panen cara pengambilannya dilakukan dengan menggunakan galah yang bisa menjepit bekicot agar bekicot dan telurnya tidak rusak.

2. Peralatan
Alat-alat yang diperlukan untuk pembuatan kandang: kayu, semen, bata pasir, kain kasa dan cangkul.

D. Penyiapan Bibit

Tidak semua jenis bekicot cocok untuk dibudidayakan. Dua jenis bekicot yang biasa diternakkan, yaitu spesies Achatina fulica dan Achatina variegate. Ciri bekicot jenis Achanita fulica biasanya warna garis-garis pada cangkangnya tidak begitu mencolok. Sedangkan jenis Achatina variegate warna garis-garis pada cangkangnya tebal dan berbuku-buku.

a. Pemilihan Bibit Calon Induk
Jika bibit unggul belum tersedia maka sebagai langkah pertama dapat digunakan bibit lokal dengan jalan mengumpulkan bekicot yang banyak terdapat di kebun pisang, kelapa, serta semak belukar. Bekicot yang baik dijadikan bibit adalah yang tidak rusak/cacat yang sementara waktu dan yang besar dengan berat lebih kurang 75-100 gram/ekor.
b. Reproduksi dan Perkawinan
Bekicot biasanya mulai kawin pada usia enam sampai tujuh bulan ditempat pemeliharaan yang cukup memenuhi syarat. Pada masa kawin bekicot betina mulai menyingkir ke tempat yang lebih aman. Bekicot bertelur di sembarang tempat. Jumlah telurnya setiap penetasan biasanya lebih dari lima puluh butir. Jumlah produksi telur tergantung masa subur bekicot itu sendiri. Besar telur bekicot tidak lebih dari 2 mm.
c. Proses Kelahiran
Telur bekicot akan menetas setelah usianya cukup. Pada waktu telur itu menetas dan menjadi anak cangkang, biasanya tidak ditunggui induknya. Begitu bekicot selesai bertelur, telurnya ditinggalkan begitu saja. Telur bekicot akan pecah sendiri melalui proses alam.

Penetasan bekicot hingga menjadi anak tergantung pada keadaan tempat dan waktu tetas. Bilamana tempat itu memenuhi syarat (sempurna) seperti kelembaban tanah, iklim dan cahaya yang mencukupi, maka telur akan cepat menetas. Sebaliknya jika keadaan tanah/iklim kering dan tempatnya kurang menguntungkan maka telur akan lambat menetas.

E. Pemeliharaan

Pemeliharaan bekicot bisa dilakukan dengan cara terpisah dan bisa juga secara campuran di dalam suatu tempat. Meskipun cara terpisah membutuhkan tempat khusus tetapi ada keuntungannya. Misalnya, anak bekicot bisa diketahui perkembangannya secara tepat, baik besarnya maupun usianya. Dengan demikian, tidak sulit untuk memberikan perawatan secara khusus. Bagi peternak bekicot sangat mudah kiranya apabila perawatan anak bekicot itu dilakukan di tempat khusus. Adapun makanan anak bekicot bisa diberi makanan dengan sejenis ganggang (lumut), pupus daun dan sedikit zat kapur. Harus diingat hendaklah tempatnya selalu teduh dan lembab. Setelah anak bekicot berusia dua/tiga bulan, hendaklah dipindahkan kekandang pembesaran. Pakan bekicot adalah dedaunan, seperti kangkung, sawi, pucuk daun pisang, dll.
Baca Selanjutnya →
August 28, 2015

Hama Pengganggu Burung Walet

0 comments


Kehadiran hama tentu memiliki dampak yang tidak baik untuk kesehatan dan hasil sarang burung walet, beberapa hama pengganggu yang sering muncul di gedung walet adalah seperti berikut:

1. Tikus
Hama ini benar-benar menggangu dan dapat merugikan pengelola rumah walet, karena tikus memakan telur, anak burung walet bahkan sarangnya. Tikus mendatangkan suara gaduh dan kotoran serta air kencingnya dapat menyebabkan bahu yang tidak nyaman bagi koloni walet. Cara pencegahan kehadiran tikus dengan menutup semua lubang, tidak menimbun barang bekas dan kayu-kayu yang akan digunakan untuk sarang tikus. Dan jangan lupa menaruh racun tikus di dalam gedung dan diluar gedung.

2. Semut
Serangga ini cukup menggangu, seperti semut hitam dan semut merah, bisa memakan anak walet dan mengganggu burung walet yang sedang bertelur. Cara pemberantasan dengan memberi umpan racun semut yang akan dibawah oleh semut-semut ke sarangnya. Tunggu beberapa lama semut-semut akan mati dengan koloninya

. 3. Kecoa
Kecoa selain menyebarkan penyakit kepada manusia, binatang ini juga memakan sarang burung sehingga menurunkan kualitas sarang burung. Untuk mengatasinya dapat digunakan racun kecoa yang tersedia dalam bentuk serbuk baik yang diumpan maupun yang disemprot ke sarang kecoa. Namun dalam pemakaian jenis semprot harus diperhatikan khusus untuk sirip jangan disemprot terlalu basah, karena ruang yang lembab bisa menyebabkan sirip lama mengering dan hal ini tentu harus dihindari.

4. Cicak dan Tokek
Binatang ini memakan telur dan sarang walet. Tokek dapat memakan anak burung walet. Kotorannya dapat mencemari ruangan dan suara yang ditimbulkan mengganggu ketenangan burung walet. Cara pemberantasan dengan diusir, ditangkap sedangkan penanggulangan dengan membuat saluran air di sekitar pagar untuk penghalang, tembok bagian luar di aci semen dan lubang ventilasi diberi kasa.

5. Burung Hantu dan Kelelawar
Hama yang satu ini banyak menggangu rumah walet yang berada di daerah yang memiliki hutan lebat dan pepohonan yang tinggi. Bila burung hantu bisa masuk kedalam rumah walet, selain membuat takut walet juga bisa menyerang walet.

Untuk mengatasinya, lubang masuk bisa diperkecil ukuranya sehingga burung hantu yang bertubuh cukup besar ini tidak bisa masuk lagi. Satu solusi lagi yang tidak sulit untuk diterapkan dan sangat efektif adalah dengan memasang lampu sorot dilubang masuk. Supaya tidak merepotkan hidup dan matinya lampu bisa dipasang timer, yang untuk saat ini sangat banyak dijual dipasaran baik yang digital maupun manual.

6. Burung Gereja
Burung gereja akan menutup semua ventilasi udara dengan sarangnya, sehingga akan mengganggu kenyamana walet dalam gedung. Cara mengatasinya adalah dengan menutup ventilasi udara dengan kasa.
Baca Selanjutnya →
May 23, 2015

Penetasan Telur Rekomendasi dari Pesona Unggas

0 comments


penetasan_rekomendasi photo penetasan_rekomendasi_pesona_unggas_zpsdojytbwn.jpg
Baca Selanjutnya →
April 30, 2015

Penetasan Dua Tahap Sistem Setter dan Hatcher

0 comments


Penetasan telur dengan menggunakan mesin penetas yang dilakukan masyarakat pada umumnya memakai sistem satu tahap. Maksudnya adalah selama satu periode penetasan mulai dari hari ke-1 sampai telur menetas dilakukan dalam satu mesin tetas dan dalam satu rak telur yang sama.

Namun tidak demikian pada penetasan telur yang dilakukan oleh peternak-peternak atau farm-farm yang besar. Mereka menggunakan sistem dua tahap. Massa pengeraman (pemanasan + pemutaran) dilakukan terpisah dengan massa penetasan. Penetasan dengan sistem dua tahap menggunakan dua jenis mesin tetas, yakni mesin tetas Setter dan mesin tetas Hatcher.

Setter adalah mesin tetas yang berfungsi hanya sebagai pengeraman telur, digunakan untuk memanaskan dan memutar telur mulai hari ke-3 sampai 3 hari menjelang telur menetas. Mesin tetas biasanya menggunakan rak telur putar.

Hatcher adalah mesin tetas yang berfungsi hanya sebagai penetasan telur, digunakan untuk memanaskan telur selama 3 hari terkhir sampai telur retak sampai menetas. Mesin tetas biasanya menggunakan rak telur tetap.

AYAM ITIKANGSAPUYUH
MESIN TETAS SETTER 18 2528 24
MESIN TETAS HATCHER 3 33 3
TOTAL HARI 21 1831 17
SUHU (C) 37 37 3737
KELEMBABAN 55-60 55-60 55-60 50-55

Telur unggas yang akan ditetaskan perlu melalui 2 (dua) tahapan, sebagai berikut :

1. TAHAP SETTER (Masa Pengeraman) : Telur diletakan di rak yang akan berputar perlahan sampai kemiringan 45° selama beberapa hari (lihat table diatas).
2. TAHAP HATCHER (Masa Penetasan) : Tahap menunggu proses netas ini telur tidak boleh diputar lagi, sesudah 3 - 4 hari telur akan menetas.

Penggunaan setter dan hatcher secara umum memberikan keuntungan sebagai berikut:

  • Lebih memudahkan pengaturan penetasan secara periodik, misalnya teknis penetasan setiap 1 minggu sekali.
  • Lebih efisien dalam waktu penetasan, karena telur hanya dimasukkan 18 hari (telur ayam), 25 hari (telur itik), 14 hari (telur puyuh)
  • Meningkatkan daya tetas. Pada tahap hatcher akan memudahkan pengaturan kelembaban, karena telur usia 3 hari menjelang menetas pada hatcher kelembabannya harus dinaikkan 5 – 10% lebih besar daripada setter untuk memudahkan proses piping (pecah kulit telur).
  • Memudahkan dalam pembersihan, karena hanya mesin tetas hatcher yang harus sering dibersihkan, sedangkan mesin tetas setter bisa digunakan terus menerus tanpa terputus.

Kerugian penggunaan mesin tetas setter dan hatcher terpisah adalah biaya investasi lebih besar karena harus membeli 2 mesin tetas, serta penggunaan listrik lebih besar. Namun demikian, sistem setter dan hatcher terpisah mempunyai keuntungan daya tetas relatif lebih tinggi terutama untuk penetasan dalam jumlah yang besar diatas 1000.
Baca Selanjutnya →
March 1, 2015

Lebih Dekat Dengan Si Mentok

0 comments
bebek mentok

Ide tulisan ini bermula saat kami dari mengantar mesin tetas PUI-100 produk Pesona Unggas ke tempat tinggal Bpk. Yanto di daerah Sepinggan Balikpapan. Di rumah pak Yanto kami temukan bebek mentok dengan jumlah yang lumayan banyak, tapi anehnya kami tidak menjumpai adanya kandang bebek. Rupanya si pemilik bebek sengaja membiarkan ternak bebeknya berkeliaran di area kebun pisang dan rerumputan di bawah perbukitan. Ada yang lain dari ternak bebek mentok milik pak Yanto ini, prinsip yang dipakai pak Yanto dalam beternak adalah “Pemeliharaan Ternak Tanpa Biaya”. Apa ya bisa? Nyatanya bisa ! Biaya yang dikeluarkan pak Yanto untuk beternak bebek mentoknya hanya untuk membeli 2 pasang induk dan 1 buah mesin tetas PUI-100. Biaya pakan 0%, sebab pak Yanto memberi pakan bebeknya dari sisa makanan penumpang pesawat yang didapat dari bandara, setiap sore Ia membawa satu karung sisa makanan berupa nasi, roti, sosis, dll. Biaya pembuatan kandang juga 0%, sebab pak Yanto tidak pernah membuat kandang, semua bebeknya bebas berkeliaran di sekitar rumahnya.

Dari kisah pak Yanto tersebut, kami kemudian membuat catatan tentang si Mentok. Jika kami amati, bebek mentok adalah salah jenis itik yang memiliki beberapa keunggulan antara lain :

  • Memiliki daya tahan tubuh yang lebih kuat dibanding jenis itik yang lain. Tanpa kandangpun bebek mentok bisa bertahan dari cuaca sekelilingnya.
  • Potensial sebagai unggas penghasil daging dan telur. Bebek mentok bisa mencapai bobot 3 kg (betina) dan 5 kg (jantan), dengan rangsum pakan yang tidak terprogram.
  • Harga jualnya relatif tinggi yakni Rp.100.000 – 150.000 per ekor.

Dari keunggulan si Mentok ini, kami mendorong masyarakat untuk lebih memfokuskan pemeliharaan mentok ke arah usaha budidaya baik secara intensif maupun tradisional. Budidaya si mentok cocok untuk skalarumahan maupun skala besar.

Bebek mentok, atau entok (Cairina moschata) adalah sejenis burung atau unggas yang masih termasuk dalam keluarga bebek yang dipelihara dengan tujuan untuk diambil daging dan telurnya. Dalam bahasa Inggris disebut Muscovy Duck atau juga Barbary Duck. Nenek moyangnya berasal dari Amerika Utara yang merupakan Itik Liar (Anas moscha), seiring perjalanan waktu, mentok dipelihara dan dijinakkan oleh manusia, dan akhirnya dijadikan hewan ternak dan salah satu lahan usaha. Untuk tata cara budidaya bebek mentok tidak berbeda dengan budidaya itik pada umumnya. Bahkan budidaya bebek mentok relatif lebih mudah.
Baca Selanjutnya →
February 8, 2015

Pengendalian Penyakit Pada Itik

0 comments


Salah satu masalah krusial dalam beternak itik, baik pedaging maupun petelur adalah penanganan terhadap penyakit yang menjangkit pada itik (bebek). Meskipun beternak itik relatif tahan terhadap berbagai penyakit, para peternak tetap harus memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam mendiagnosa atau menentukan jenis penyakit disaat terjadi serangan penyakit pada ternak itiknya.

Kemampuan dan keterampilan yang harus dimiliki peternak itik meliputi hal sebagai berikut:
  • Peternak dapat membedakan penampilan itik yang sehat dan itik yang sakit.
  • Peternak dapat mengenali bagian tubuh bebek yang mengalami kelainan.
  • Peternak dapat membedakan penampilan tinja (kotoran bebek) yang normal dan tinja bebek yang sakit.
  • Peternak dapat menentukan langkah-langkah pertolongan pertama yang perlu segera dilakukan.
  • Peternak mengetahui tempat untuk berkonsultasi bila terjadi gangguan penyakit pada ternak peliharaannya.
  • Peternak dapat menyiapkan data sebagai informasi saat berkonsultasi sehingga memudahkan dan mengarahkan dugaan jenis penyakit sebelum dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Beberapa Jenis Penyakit Pada Ternak Itik Berikut Cara Mengatasinya

Pada dasarnya penyakit yang menyerang ternak itik dapat dibagi dalam dua kelompok, yakni penyakit tidak menular dan penyakit menular.

A. Penyakit Tidak Menular.
Penyakit ini disebabkan oleh buruknya tata laksana pemeliharaan seperti keracunan, pemeliharaan kesehatan dan kebersihan yang buruk, kekurangan vitamin dan mineral dan lain-lain.
  • 1. Kekurangan Vitamin A. Konsumsi ransum pakan yang tidak mengandung vitamin A dapat menyebabkan mengganggu pertumbuhan itik. Tanda-tanda itik yang kekurangan vitamin A adalah : itik akan tampak selalu mengantuk, kaki lemah, mata berlapis lendir warna putih dan mudah terkena infeksi. Pada itik umur sekitar 4 minggu terlihat selaput matanya menebal dan kering, air mata keluar berlebihan, bagian bawah mata terlapisi cairan lendir.Sedang pada itik dewasa, kekurangan vitamin A mengakibatkan penurunan produksi telur, tubuh mengurus dan lemah.Jagung kuning merupakan sumber vitamin A yang sangat diperlukan dalam komposisi pakan itik.Penyakit kekurangan (defisiensi) vitamin A umumnya terjadi karena peternak mengganti jagung kuning dengan jagung putih yang miskin unsur vitamin A.
  • 2. Stress (cekaman). Stress pada itik bisa disebabkan oleh berbagai faktor pengganggu yang secara langsung mempengaruhi fisiologi tubuh itik, misalya kebisingan, kurang kebebasan bermain dekat air, berpindah-pindah tempat, pertukaran pakan dan lain sebagainya. Obat untuk menanggulangi stress belum ada. Yang dapat dilakukan peternak adalah menghindari segala gangguan yang dapat menimbulkan stress yaitu dengan cara memelihara ketenangan lingkungan dan menjaga kebersihan lingkungan peternakan.
  • 3. Brooder Pneumonia. Penyakit brooder pneumonia umumnya menyerang anak itik yang masih memiliki bulu-bulu halus. Penyakit ini disebabkan oleh karena kotak atau pelingkar tripleks/seng terlalu padat, lampu pemanas untuk induk buatan kurang panas sehingga anak itik kedinginan dan merasa pengap. Tanda-tanda anak itik terserang penyakit ini adalah pembengkakan di kepala, pernapasan terlihat sulit dan mata selalu mengeluarkan air. Pencegahan terhadap penyakit ini dapat dilakukan dengan mengontrol kapasitas kotak atau pelingkar dan mengontrol panas induk buatan. Pengobatan dapat dilakukan dengan pemberian satu sendok teh baking soda dalam satu quart (1,136 liter) air minum selama 12 jam untuk mengurangi penyebaran penyakit.
  • 4. Rickets Duck (kekurangan vitamin D). Kekurangan vitamin D yang disertai kekurangan Calsium dan Fosfor dapat menimbulkan penyakit tulang yang menyebabkan kelumpuhan pada itik. Itik yang terserang penyakit ini akan mengalami kelainan pada persendian kakinya. Pencegahan dapat dilakukan dengan memberikan pakan yang cukup mengandung mineral calsium, fosfor da vitamin D. Ke dalam ransum itik harus ditambahkan 2% tepung tulang dan itik harus mendapat sinar matahari langsung.
  • 5. Antibiotika Dermatitis. Penyakit ini terjadi pada itik karena penggunaan obat-obatan yang mengandung antibiotika secara berlebihan. Akibatnya kulit itik menjadi kering, bulu rontok dan mudah patah, itik selalu gelisa karena gatal-gatal pada kulitnya. Pencegahan terhadap penyakit ini adalah dengan menggunakan antibiotika seperlunya. Penghentian pemberian antibiotika serta pemberian “laxative” (obat pencahar) ringan seperti “molasses” dapat memulihkan kondisi ternak itik yang menderita dalam 4 – 6 hari.
  • 6. Keracunan Garam. Penyakit keracunan garam umumnya terjadi bila air itik atau kolam air mengandung kadar garam yang tinggi, juga bila bahan baku pakan tertentu mengandung kadar garam yang tinggi. Keracunan garam pada itik lebih sering terjadi di lokasi peternakan dekat pantai/tambak yang airnya tercemar garam. Ternak itik tidak tahan terhadap garam yang berlebihan, konsentrasi 2% saja dalam ransum atau 4.000 ppm dalam air minum dapat menimbulkan kematian terhadap ternak itik.
  • 7. Mycosis. Penyakit mycosis pada itik terjadi karena itik secara tidak sengaja mengkonsumsi pakan yang sudah basi atau jamur yang tumbuh di lantai (litter) kandang. Itik yang keracunan jamur terlihat lesu, nafsu makan berkurang dan dalam beberapa hari berat badan merosot tajam. Bila tidak diketahui, itik akan mati dalam waktu seminggu. Pencegahan dapat dilakukan dengan pemeliharaan kesehatan dan kebersihan kandang yang baik. Lantai kandang secara berkala dijemur dan diusahakan tidak lembab dan diberi kapur terutama pada musim hujan. Pengobatan penyakit mycosis karena jamur bisa dilakukan dengan memberi antibiotika yang dicampurkan ke dalam air minum atau pakan itik.
  • 8. Botulism (limberneck). Penyakit botulism pada umumnya terjadi karena itik makan bangkai. Misalnya pemberian makanan daging bekicot yang sudah basi. Bangkai yang sudah berulat mengandung bakteri yang berbahaya yaitu “clastrididium botulinium”. Bakteri tersebut memproduksi racun. Tanda-tanda itik yang terserang penyakit ini adalah leher itik seperti tidak bertulang, tidak tegap atau lunglai setelah itik memakan bangkai 1 – 3 hari. Beberapa jam kemudian setelah leher lunglai mengakibatkan kematian. Pencegahan dilakukan dengan memelihara kesehatan lingkungan yang baik dan tidak memberi pakan yang sudah basi (bangkai). Bila masih memungkinkan ternak itik yang sakit dapat diberikan obat-obatan pencahar agar itik mencret dan kuman beserta racunnya dapat ikut keluar dari saluran pencernaan. Pengobatan secara tradisional yang dapat membantu menyembuhkan yaitu dengan memberikan minyak kelapa satu sendok makan dan air minum yang bersih. Minyak kelapa akan membuat itik haus dan ingin minum sebanyak-banyaknya. Jika itik banyak minum, racun dalam darah itik akan encer dan daya kerjanya berkurang, dengan demikian angka kematian dapat dihindari.

B. Penyakit Menular.
Penyakit menular pada itik merupakan penyakit yang disebabkan oleh : virus, bakteri atau kuman yang dapat ditularkan melalui kontak langsung atau melalui udara.
  • 1. Fowl Pox (Cacar). Penyakit cacar disebabkab oleh virus, menyerang itik pada segala umur. Tanda-tanda penyakit ini adalah dengan munculnya benjolan-benjolan pada bagian badan itik yang tidak tertutupp bulu seperti kaki dan kepala. Penyakit cacar basah menyerang rongga mulut dan bentuk “diptherie” dan kematian terjadi karena itik kesulitan makan dan minum. Pencegahan dapat dilakukan dengan cara vaksinasi yang disuntikan dibalik sayap itik. Pengobatan cacar kering berupa benjolan-benjolan dapat dilakukan dengan jalan mengelupasi benjolan-benjolan sampai berdarah kemudian diolesi dengan yodium tingture (6-10%).
  • 2. Coryza. Penyakit coryza disebut juga penyakit pilek menular. Penyebabnya adalah semacam mircro organisme.Penyakit ini biasanya terjadi pada awal pergantian musim.Penularannya sangat cepat yaitu melalui kontak langsung antara itik yang sakit dan itik yang sehat. Tanda-tanda itik yang terserang penyakit pilek menular adalah keluarnya kotoran cair kental dari mata. Jadi penyakit ini mirip dengan penyakit White Eye.Anak itik umur 1 minggu sampai umur 2 bulan, merupakan itik yang sering terserang penyakit ini. Akan tetapi itik dewasa pun dapat pula terserang wabah penyakit coryza ini. Pengobatan yang paling efesien adalah dengan menyuntikan “Streptomycin Sulphat” secara individual dengan dosis 0,4 gram rendah dengan patokan berat badannya. Penyuntikan dapat dilakukan sekali dalam sehari selama beberapa hari dengan dosis streptomycin setengah dari dosis di atas.
  • 3. Fowl Cholera (kolera itik). Penyakit ini disebabkan oleh bakteri “Pasteurella Avicia”. Kandang yang basah serta lembab dapat mempercepat penularan.Penyakit yang menyerang anak itik umur 4 minggu dapat menimbulkan kematian hingga 50%, sedangkan pada itik dewasa dapat menimbulkan kematian kurang dari 50%. Gejala penyakit ini adalah : sesak nafas, pial bengkak dan panas, jalan sempoyongan. Itik yang terserang penyakit kolera yang akut akan meratap dan mengeluarkan suara yang nyaring dan keluar dari kelompoknya. Keganasan penyakit ini dapat menyebabkan infeksi darah dan itik akan mengalami kematian secara mendadak. Pencegahan dapat dilakukan dengan vaksinasi Fowl Cholera.Pengobatan bagi itik yang terserang pada tingkat awal dapat digunakan obat Choramphenicol, Tetracycline atau Preparat-preparat Sulfat.
  • 4. White Eye (Mata Memutih). Penyakit yang diduga disebabkan oleh virus ini menyerang itik pada segala umur dan yang paling peka adalah itik umur kurang dari 2 bulan. Biasanya itik yang kurang vitamin A mudah terserang penyakit ini.Kandang yang lembab dan lantai (litter) yang basah juga memudahkan itik terserang penyakit ini. Tanda-tanda anak itik yang terserang penyakit ini adalah : cairan putih bening keluar dari mata dan paruh, kotoran yang bening dalam beberapa jam berubah menjadi kekuning-kuningan, itik sulit bernafas, lemah dan akhirnya lumpuh. Bila sampai kejang-kejang, kematian tak bisa dihindari. Pencegahan dan pengobatan bisa dilakukan daengan antibiotika yang dicampur air minum atau pakan. Antibiotika yang sering digunakan adalah Oxytetracycline (terramycin) atau Chlortetracycline (aureomycins) dengan dosis 10 gram per 100 kg pakan atau 10 gram dalam 40 gallon air minum akan membantu mengontrol penyakit white Eye.
  • 5. Coccidiosis. Coccidiosis adalah penyakit berak darah yang juga menyerang itik, gejala itik yang terserang penyakit ini adalah kurang nafsu makan, berat badan menurun drastis dan akhirnya lumpuh. Penularan melalui kotoran itik yang membawa coccida dan terjadi relatif cepat pada itik segala umur, tetapi yang banyak terserang adalah anak itik.
  • 6. Aflatoksikosis. Aflatoksikosis yang menyerang itik pada umumnya disebabkan oleh “Aflatoksin” yang dihasilkan oleh “Asperqillus Flavus”. Aflatoksin menyerang hati, sehingga itik yang terserang penyakit ini hatinya membersar. Tanda-tanda itik yang terserang penyakit ini adalah : kondisi sangat lemah, terjadi pendarahan di bawah kulit dan jari, terhuyun-huyun, akhirnya mati dalam posisi terlentang. Anak itik lebih muda terserang penyakit ini dibanding dengan itik dewasa. Pencegahan bisa dilakukan dengan pemeliharaan kebersihan lingkungan kandang, penaburan kapur di lantai kandang, pembersihan kandang agar terbebas dari serangga. Pengobatan hanya dapat diusahakan dengan memberikan antibiotika yang dicampurkan dalam air minum atau pakan.
  • 7. Salmonellosis. Penyakit salmonellosis menyerang itik pada segala umur dan dapat menyebabkan angka kematian hingga 50%. Penyebabnya adalah kuman “Salmonella Anatis”, melalui perantaraan lalat atau makanan atau minuman yang tercemar kuman tersebut.Pencegahan, dapat dilakukan dengan menjaga kesehatan dan kebersihan kandang dan secara berkala dilakukan pembersihan kandang agar kandang terbebas dari kuman salmonella.Pengobatan dapat dilakukan dengan memberikan “Furazolidone”.
  • 8. Sinusitis. Penyakit sinusitis dapat menyerang itik dewasa sehingga dapat menyebabkan kerugian yang tidak sedikit. Penyakit ini dikarenakan tata laksana pemeliharaan yang buruk, kekurangan mineral dalam pakan dan tidak tersedianya kolam untuk bermain. Akibatnya itik menjadi renta mendapat infeksi sekunder. Tanda-tanda itik yang terserang penyakit ini adalah : terjadi pembengkakan sinus, dari lubang hidung keluar cairan jernih, sekresi mata menjadi berbuih, sinus yang membengkak menimbulkan benjolan di bawah dan didepan mata. Pencegahan dapat dilakukan dengan tata laksana pemeliharaan yang baik. Pengobatan bagi iti yang sakit, adalah dengan menyuntikan antibiotika (streptomycin) ke dalam sinus yang sakit. Dosis pada itik dewasa adalah sebanyak 0,5 gram streptomycin yang dilarutkan ke dalam 20 cc aquadest. Larutan ini disuntikan ke dalam sinus. Untuk pengobatan yang lebih mudah, dosisnya dikurangi. Pengobatan seperti ini dilakukan sekali dalam 48 jam.

Demikian beberapa jenis penyakit yang dapat menyerang ternak itik serta cara pencegahan dan cara mengobati, semoga artikel ini dapat memberikan manfaat bagi para peternak itik.

Baca Selanjutnya →
December 30, 2014

Membuat Mesin Tetas Sederhana Dengan Pemanas Lampu Minyak

0 comments
 photo Gambar_mesin_tetas_5.jpg

Jenis mesin tetas sederhana ini walaupun sudah ketinggalan jaman alias usang ternyata masih banyak peminatnya. Banyak email dan sms yang kami terima dari para peternak yang berada di daerah dengan kondisi daerah tanpa aliran listrik, atau dengan aliran listrik yang terbatas. Semuanya menanyakan tentang desain mesin tetas sederhana dengan pemanas lampu minyak tanah (teplok). Dengan segala keterbatsan kami mencoba mendesainkan cara pembuatan mesin tetas sangat sederhana ini.

Sebenarnya model dan cara pembuatannya sama dengan pembuatan mesin tetas semi otomatis dengan pemanas lampu listrik, hanya beda pada bahan sumber pemanasnya saja. Bahan yang digunakan untuk membuat kotak mesin tetas sederhana ini adalah multiplek / triplek atau dapat juga menggunakan papan kayu atau bahan lain yang sesuai dengan desain pembuatan mesin tetas. Alat penetas telur ini dapat dengan mudah kita buat sendiri dengan biaya yang relatif murah.

desain_mesin_tetas photo desain_mesin_tetas.jpg

Bahan dan Alat :

Kapasitas mesin tetas sederhana pada desain kami ini adalah sekitar 80 telur ayam kampung. Bahan untuk membuat mesin penetas telur berkapasitas 80 butir telur dengan sumber panas lampu minyak (teplok) adalah sebagai berikut:

- Plywood / triplek 9 mm
- Engsel
- Kawat ram Ø 0.5 cm
- Pelat Seng untuk bahan cerobong pemanas
- Thermostaat wafer 1 buah
- Kabel listrik
- Fitting lampu 4 buah
- Steker listrik
- Lampu bohlam 4 buah (5 W utk merk Chyoda atau Masko, 15 W jika pakai merk Philip)
- Thermometer ruang 1 buah
- Baki/nampan air 1 buah
- Paku triplek dan lem kayu
- Gergaji Kayu
- Meteran
- Bor kayu
- Pahat
- Obeng
- Tang
- Palu

Langkah-langkah Pembuatan :

Potong triplek dengan ukuran seperti pada (gambar 1) dan rangkaikan sehingga terbentuk kotak / bok dengan ukuran 60 x 30 x 30 cm.

Keterangan gambar 1:

1. Cerobong Pemanas, detail pembuatan lihat pada Gambar 4.
2. Lubang ventilasi, ukuran 5 x 5 cm.
3. Lubang kontrol, ukuran 10 x 5 cm dan ditutup dengan kaca polos ukuran 12 x 7 cm.
4. Rak telur, detail pembuatan lihat pada Gambar 3.
5. Bak / Nampan air, untuk tempat air guna menciptakan kelembaban dalam mesin tetas.
6. Thermometer ruangan.
7. Tempat dudukan lampu minyak (teplok).
8. Kaki mesin tetas, bahan dari kayu atau alternatif lain panjang 45 cm.

Keterangan gambar 2:

Yang paling utama adalah ukuran jarak antara nampan air dengan rak telur adalah 8 cm. Semakin dekat nampan air dengan rak telur semakin menciptakan kelembaban udara yang optimal.

Cara mengoperasikan mesin tetas sederhana ini sama dengan pada pengoperasian mesin tetas semi otomatis, hanya saja setting suhu dilakukan secara manual dengan mengecilkan atau membesarkan nyala api pada lampu minyak.

Selamat mencoba, dan semoga sukses !!
Baca Selanjutnya →
December 15, 2014

Mesin Penetas Telur PUI-30

8 comments
pui-30b

Mesin penetas telurPUI-30 adalah salah satu solusi untuk membantu meningkatkan produktivitas peternakan unggas. Karena ukuran PUI-30 yang relatif kecil maka selain dimanfaatkan untuk penetasan dengan ukuran telur sedang dan besar, dapat pula untuk penetasan telur-telur dengan ukuran kecil seperti telur burung. Pesona Unggas Inkubator – 30 (PUI-30) adalah desain sederhana dari sebuah mesin penetas yang sangat mudah pengoperasiannya tetapi memiliki daya tetas yang optimal.

 photo ujicoba_zps25f31cae.jpg


Spesifikasi Mesin Penetas Telur PUI-30

Kode produk : PUI-30

Ukuran : 30 x 30 x 32 cm

Bahan : Multiplek kw 1 tebal 9 mm

Kapasitas : maks 30 butir telur ayam kampung, 36 butir telur ayam serama/kate, 63 butir telur burung puyuh, 63 butir telur burung perkutut, 49 butir telur burung merpati.

Pemanas : Lampu pijar dan pemanas darurat (lampu minyak/teplok).

Energi Listrik : Daya listrik 10 watt 220V. Menggunakan 2 buah lampu dengan daya masing-masing hanya 5 Watt yang terpasang pada dua sisi di atas rak telur.

mesin tetas pui-30b


Pemanas darurat : Pemanas darurat menggunakan plat pemanas. Jika terjadi pemadaman listrik PLN maka dapat digunakan pemanas darurat dengan cara meletakkan lampu minyak di bawah pelat pemanas.

Rak Tempat Telur : Menggunakan bahan dari kawat ram aluminium, anti karat dan sangat peka terhadap perubahan suhu sehingga tidak mengganggu perubahan suhu yang terjadi di dalam ruang mesin tetas.

Pemutaran Telur : Menggunakan sistem manual dengan cara membalik telur satu-persatu. Pada desain PUI-30 ini sengaja tidak menggunakan sistem pemutar hendle, dengan pertimbangan untuk keamanan telur-telur diatas rak, terutama jika digunakan untuk penetasan telur burung.

Kontrol suhu : menggunakan thermostat, penyetelan sangat mudah dan fluktuasi suhu sekitar 0,5 oC sehingga lebih akurat dan praktis.

Alat Pengukur Suhu : Menggunakan thermometer dengan sensivitas yang tinggi, skala suhu sangat jelas dan mudah dibaca.

Lubang Kontrol : Untuk memantau keadaan telur dan perkembangan suhu di dalam ruangan cukup dilakukan melalui lubang kontrol, skala termometer dan keadaan telur di dalam mesin tetas dapat terlihat dengan jelas.

Tingkat keberhasilan : Dengan mengikuti tata cara yang benar dan memastikan keadaan telur-telur fertil, keberhasilan telur yang menetas dengan mesin penetas Pesona Unggas ini bisa lebih optimal, dengan tingkat keberhasilan yang berbeda untuk setiap pengguna.

Manual book : Buku panduan mesin penetas telur. Panduan cara mengoperasikan mesin tetas PUI-30 dan panduan cara menetaskan telur ayam dan telur burung.

Dapat digunakan untuk berbagai jenis dan ukuran telur. Telur ayam kampung, ayam serama, telur burung puyuh, burung perkutut, derkuku, burung merpati, kenari, lovebird dan lain-lain.

Harga : Rp. 250.000


(Harga untuk di dalam kota Balikpapan)


Untuk luar kota Balikpapan ditambah Ongkos Kirim


Pengiriman dengan Ekpspedisi JNE


Melayani pengiriman ke seluruh Indonesia


Untuk Pemesanan :


085247557349


Jika Anda ingin membuat sendiri kotak mesin tetas, kami menyediakan paket peralatan mesin tetas, yang terdiri dari 1 thermometer, 1 thermostat, dan 1 buku panduan pembuatan mesin tetas, dengan harga Rp. 150.000 (bebas ongkos kirim), untuk lebih detail silahkan lihat DISINI
Baca Selanjutnya →
December 14, 2014

Mesin Penetas Telur PUI-100

0 comments
penetas

Spesifikasi & Keunggulan Mesin Penetas Telur Sederhana Pesona Unggas PUI-100:

Kode Produk : PUI-100

Ukuran : 61 x 30 x 32 cm

Bahan : multipteks kw 1 tebal 9 mm

Kapasitas : 70 butir (telur ayam kampung)

Pemanas : Lampu pijar dan pemanas darurat (pelat pemanas).

Energi : Daya listrik 20 watt 220V. Menggunakan 4 buah lampu yang terpasang pada dua sisi, atas dan bawah rak telur. Desain penempatan lampu ini memungkinkan adanya penyebaran suhu dalam ruang mesin tetas secara merata, sehingga tidak terjadi perbedaan suhu antara bagian bawah dan bagian atas dalam ruang mesin tetas.

Photobucket


Pemanas darurat : Pemanas darurat menggunakan plat pemanas. Jika terjadi pemadaman listrik PLN maka dapat digunakan pemanas darurat dengan cara meletakkan lampu minyak (teplok) di bawah pelat pemanas.

Photobucket


Rak Tempat Telur : Menggunakan bahan dari kawat ram aluminium, anti karat dan sangat peka terhadap perubahan suhu sehingga tidak mengganggu perubahan suhu yang terjadi di dalam ruang mesin tetas.

Photobucket


Pemutaran Telur : Menggunakan sistem rak putar, pemutaran semua telur hanya dengan sekali mengoperasikan handle dari luar mesin (tanpa membalik telur satu per satu).

Photobucket


Kontrol suhu : menggunakan thermostat, penyetelan sangat mudah dan fluktuasi suhu sekitar sehingga lebih akurat dan praktis.

Alat Pengukur Suhu : Menggunakan thermometer dengan sensivitas yang tinggi, skala suhu sangat jelas dan mudah dibaca.

Lubang Kontrol : Untuk memantau keadaan telur dan perkembangan suhu di dalam ruangan cukup dilakukan melalui lubang kontrol, skala termometer dan keadaan telur di dalam mesin tetas dapat terlihat dengan jelas.

Tingkat keberhasilan : Dengan mengikuti tata cara yang benar, keberhasilan telur yang menetas dengan mesin penetas Pesona Unggas ini bisa lebih meningkat, dengan tingkat keberhasilan yang berbeda pada setiap pengguna.

Manual book : Buku panduan mesin penetas telur. Panduan cara mengoperasikan mesin tetas PUI-100 dan panduan cara menetaskan telur.

Dapat digunakan untuk berbagai jenis dan ukuran telur unggas, dari telur bebek, ayam kampung, ayam serama, burung puyuh, dan lain-lain.

Harga : Rp. 380.000

(Harga untuk di dalam kota Balikpapan)


Untuk luar kota Balikpapan ditambah Ongkos Kirim


Pengiriman dengan Ekpspedisi JNE


Melayani pengiriman ke seluruh Indonesia

Untuk Pemesanan :

085247557349


Mesin tetas tipe PUI-100 ini sangat ideal untuk penetasan telur dengan kapasitas 70-80 telur ayam kampung atau, sehingga memungkinkan untuk digunakan dalam usaha peternakan pada skala kecil-menengah atau untuk tujuan penelitian.

Jika Anda ingin membuat sendiri kotak mesin tetas, kami menyediakan paket peralatan mesin tetas, yang terdiri dari 1 thermometer, 1 thermostat, dan 1 buku panduan pembuatan mesin tetas, dengan harga Rp. 150.000 (bebas ongkos kirim), untuk lebih detail silahkan lihat DISINI

Baca Selanjutnya →
December 6, 2014

Tipe Kandang Itik

0 comments
 photo itik-petelur.jpg

Dalam ternak itik dikenal 3 tipe kandang, yakni kandang baterai, kandang ranch, dan kandang postal. Berikut penjelasan mengenai ke-3 tipe kandang itik tersebut.

1. Kandang Baterai

Pada tipe kandang baterai, setiap 1 kandang hanya ditempati seekor itik dewasa. Ukuran kandang sekitar 50 cm x 50 cm x 45 cm. Bisa juga dibuat berkelompok, setiak kotak ditempati 3-5 ekor itik, asalkan ukuran kotak kandang lebih luas. Kandang dapat terbuat dari bilah bambu maupun rangka kawat. Biaya investasi kandang baterai relatif tinggi dibandingkan tipe kandang lain. Tipe kandang baterai banyak digunakan untuk itk pada tahap starter. Lihat Gambar 1.

 photo kandang_itik_zps67cadea0.jpg Perkawinan itik yang tinggal dalam kandang baterai dilakukan dengan cara inseminasi buatan. Untuk itu, perhitungan tenaga kerjanya mencakup inseminator—ahli inseminasi buatan. Keuntungannya, produktivitas itik lebih terkontrol dan pengendalian penyakitnya lebih terjaga. Pengambilan telur di kandang baterai lebih mudah lantaran tempatnya terbatas. Namun, sekarang, jarang peternak itik layer yang menggunakan kandang baterai. Kandang baterai hanya dipakai pada saat memelihara itik starter.

2. Kandang Ranch

Tipe kandang yang populer sekarang yaitu kandang ranch. Kandang yang merupakan modifikasi dari kandang postal itu menyediakan ruangan tempat ternak sebagai tempat umbaran—tempat bermain. Tipe kandang itu juga disebut kandang umbaran. Kandang dilengkapi dengan kolam atau saluran air tempat itik membersihkan diri atau sekedar mendinginkan tubuh di siang hari. Tipe kandang ranch cocok untuk pemeliharaan itik petelur dewasa. Lihat Gambar 2.

3. Kandang Postal

Berbeda dengan kandang baterai, kandang postal dihuni lebih dari satu itik. Satu kandang, populasinya dapat mencapai ratusan hingga ribuan ekor tergantung luas kandang. Kandang postal itu cocok dipakai untuk itik grower. Tempat makan dan minum itik disediakan dalam kandang sehingga relatif menghemat tempat. Tinggi kandang tidak boleh kurang dari 2 m. Tujuannya untuk memudahkan saat panen telur, membersihkan kandang serta pemberian pakan. LIhat Gambar 3.

Sumber : www.trubus-online.co.id
Baca Selanjutnya →
November 9, 2014

Mesin Tetas Jenis Still Air Vs Forced Air

0 comments


Dalam proses penetasan secara buatan terdapat dua type mesin tetas yang digunakan. Kedua jenis tersebut adalah Still Air Incubators dan Forced Draught Incubator. Berikut akan kami ulas mengenai kelebihan dan kekurangan serta definisi dari masing-masing jenis.

1. Jenis Still Air

Still Air dapat diartikan aliran udara yang penyebarannya tetap, atau secara alami satu arah dari tempat yang bersuhu relative panas ke tempat bersuhu relative dingin. Penyebaran panas pada mesin tetas jenis Still Air terpancar pada satu titik ke permukaan telur saja, sehingga berakibat penerimaan panasnya tidak dapat merata. Kelembaban udara hanya diperoleh dari uap air didalam nampan/bak air yang ditempatkan di bawah rak telur. Pada type ini harus dilakukan pemutaran telur agar mendapat panas yang merata. Sumber pemanasnya bisa berasal dari minyak tanah (teplok), listrik, briket bioarang (anglo).

Mesin tetas jenis Still Air biasanya digunakan pada mesin tetas sederhana berkapasitas telur yang terbatas, yakni sekitar 100 - 350 butir telur ayam saja. Hal ini dikarenakan pada jenis still air hanya mengandalkan perambatan panas dari sumber pemanas menuju permukaan telur secara alami saja, sehingga kurang efektif jika digunakan pada mesin tetas berkapasitas besar. Merakit mesin tetas sederhana kapasitas kecil (misalnya 30 – 100 telur) akan mendapatkan daya tetas yang optimal sampai 90% . Walaupun tanpa kipas untuk sirkulasi udara, tanpa semprotan uap air untuk mempertahankan kelembaban udara sekitar sudah cukup memadai.

2. Type Forced Air

Forced Air dapat diartikan aliran udara yang penyebarannya dipaksakan, sehingga terjadi sirkulasi udara yang mengalir didalam ruang mesin tetas. Dengan kipas angin (mini box fan) akan mengalirkan udara panas merata ke seluruh bagian inkubator, memaksa apa yang seharusnya bergerak ke atas bisa ke bawah, berputar dan sesekali menghisap udara segar dari ventilasi untuk mempertahankan kadar oksigen yang cukup untuk telur-telur yang tetaskan. Bahkan dalam kondisi tertentu untuk membuang karbon dioksida dengan membuka exhaust (ventilasi) dengan menghindari efek kehilangan kelembaban yang terlalu tinggi.

Namun membangun mesin tetas kapasitas besar dengan jenis forced air tidak semudah membangun tipe kecil pada jenis still air. Dengan kata lain tidak hanya sekedar membesarkan ukurannya saja. Perubahan ukuran dari kecil ke besar dalam faktanya tidak hanya sekedar memperbesar ukuran kotaknya saja, melainkan harus mempertimbangkan berbagai perubahan thermodinamika atau sifat pemerataan panas dan kelembaban akibat perubahan ukuran inkubator dan disainnya dimana inkubator ukuran besar menuntut rancangan rak bersusun untuk efisiensi ruangan.

Tags:
Baca Selanjutnya →
October 28, 2014

4 Spesies Ayam Hutan di Asia

0 comments
ayam_hutan_1 photo ayam_hutan_jantan_zpsc987a9de.jpg

Saat ini terdapat 4 spesies ayam hutan yang tersebar di benua Asia. Keempat jenis ayam hutan tersebut adalah:

1. Ayam Hutan Merah/Red Junglefowl (Gallus gallus)

Daerah sebarannya ayam hutan merah sangat luas, meliputi wilayah timur Pakistan, India utara dan timur, Myanmar, barat daya Yunnan (RRC), Thailand, Laos, Kamboja, Vietnam, Guangxi dan Pulau Hainan (tenggara RRC) hingga Semenanjung Malaya, Sumatera, Jawa dan Bali. Ayam ini kemudian diintroduksi ke Kalimantan, Filipina, Sulawesi dan Nusa Tenggara.

Ayam hutan merah termasuk jenis burung berukuran sedang hingga besar. Panjang total jantan berkisar antara 65-75 cm dengan kisaran berat 0,7 kg – 1,5 kg. Sedangkan betina memiliki panjang 40-45 cm dengan berat 0,5 – 1 kg.

Ciri-ciri ayam hutan merah jantan adalah jengger, muka dan gelambir berwarna merah, bulu leher terdiri dari kombinasi warna kuning, jingga, coklat dengan strip hitam vertikal di tengah, bulu tengkuk tidak kelihatan (Lihat gambar disamping), penutup ekor dan penutup sayap berwarna hitam bercampur hijau atau biru perunggu. Bulu mantel berwarna coklat berangan, bulu ekor panjang, dengan warna hitam bercampur hijau berkilauan. Tubuh bagian bawah juga berwarna hitam kehijauan. Kaki abu-abu kebiruan dengan taji yang melengkung dan runcing.

Ayam hutan merah yang betina akan mengasuh anaknya hingga mampu mandiri dan mencari makan sendiri. Ayam betina mencapai umur dewasa dan siap kawin saat berumur 8-10 bulan. Sedangkan ayam jantan, mencapai usia dewasa sepenuhnya saat berumur sekitar 12 bulan. Dibandingkan jenis ayam lainnya, ayam hutan memiliki laju pertumbuhan yang lambat.

 photo ayam_hutan_zpsc7f80ac3.jpg
Sub-spesies Ayam Hutan Merah

Berdasarkan daerah sebaran dan morfologinya, William Beebe, seorang naturalis asal Amerika Serikat, membagi ayam hutan merah (Gallus gallus) menjadi 6 sub-spesies yang berbeda:
  • Ayam Hutan Cochin-China (Gallus gallus gallus.
  • Ayam Hutan Burma (Gallus gallus spadiceus).
  • Ayam Hutan India (Gallus gallus murghi).
  • Ayam Hutan Tonkin (Gallus gallus jabouillei).
  • Ayam Hutan Jawa (Gallus gallus bankiva).
  • Ayam Peliharaan (Gallus gallus domesticus).

2. Ayam hutan hijau/Green Junglefowl (Gallus varius)

Ayam hutan hijau adalah ayam hutan endemik Indonesia yang tersebar di Pulau Jawa, Bali, Lombok, Komodo, Flores, Rinca dan pulau-pulau kecil di sekitarnya. Ayam ini termasuk burung berukuran besar, dengan ukuran panjang jantan antara 70-75 cm. Sedangkan betina, berukuran lebih kecil, yaitu berkisar 40-45 cm.

Bulu sayap atas tumbuh sempit memanjang, berwarna hitam dengan tepian berwarna jingga. Bulu pinggul juga berbentuk sama, hanya saja tepiannya berwarna kuning keemasan. Bagian bawah tubuh dan ekor berwarna hitam bercampur ungu dan hijau berkilauan.

Ayam hutan betina berwarna kuning kecoklatan, dengan garis-garis dan bintik hitam. Iris merah, paruh abu-abu keputihan. Jengger dan gelambir tidak ada. Kaki kekuningan atau agak kemerahan tanpa taji.

Ayam hutan hijau memiliki bentuk dan warna yang paling unik di antara semua jenis ayam hutan, karena ciri-cirinya yang lebih menyerupai burung pheasant.

3. Ayam hutan abu-abu/Grey Junglefowl (Gallus sonneratii)

Ayam hutan abu-abu adalah jenis ayam hutan endemik yang memiliki daerah sebaran terbatas di India. Ayam jantan memiliki warna dasar tubuh hitam dengan bintik berwarna merah tanah. Bulu di bagian punggung dan dada tumbuh memanjang seperti bulu ayam bekisar, didominasi warna abu-abu dengan pola yang indah. Bulu leher tidak sepanjang bulu ayam hutan merah, berwarna lurik hitam dan kuning.

Ayam betina memiliki warna yang lebih suram. Pial/jengger dan gelambir di kepala tidak ditemukan, sebagaimana ayam hutan merah betina. Bulu bagian atas berwarna kuning kecoklatan bercampur merah tanah, ekornya berwarna coklat kuning kehitaman.

Ciri yang paling menyolok adalah bulu dadanya yang tumbuh memanjang dan melebar berwarna putih dengan ring hitam menitari tepi bulu. Pola dan warna bulu dada ini menjadikan ayam hutan abu-abu betina sebagai ayam betina terindah dibandingkan dengan spesies ayam hutan betina lainnya.

4. Ayam hutan Srilangka/Ceylon Junglefowl (Gallus lafayetii)

Ayam hutan Srilangka adalah burung endemik yang memiliki daerah sebaran terbatas di Pulau Srilangka. Ayam ini memiliki warna dasar hitam, dengan warna kuning keemasan di leher dan warna jingga gelap di sekitar punggung. Wajah berwarna merah dengan jengger merah berbentuk bilah besar yang bergerigi. Bagian tengah jengger berwarna kuning. Sepasang gelambir cukup besar menggantung di bawah dagu. Kaki berwarna kuning kemerahan dengan taji yang agak lurus dan runcing. Ekor memiliki warna hitam hijau keunguan dengan susunan yang serupa dengan ayam hutan merah.

Ayam betina memiliki warna tubuh coklat yang suram. Bulu dada agak besar dengan warna dasar coklat. Tepi bulu dada berwarna putih. Ciri khas dari ayam hutan Srilangka betina terletak pada bulu sayapnya yang berwarna belang antara coklat dan putih.

Tags:
beternak ayam hutan hijau kandang ayam hutan berburu ayam hutan merawat ayam hutan ayam hutan aduan pikat ayam hutan jjenis ayam hutan di indonesia jenis ayam alas cara memelihara ayam hutan cara ternak ayam hutan ayam hutan abu abu denak ayam hutan ayam hutan 2013 tahan ayam hutan cara menjinakkan ayam hutan ayam hutan merah betina ayam hutan madura sarang ayam hutan anak ayam hutan jenis ayam hutan ayam hutan 1 menjerat ayam hutan cara merawat anakan ayam hutan penangkaran ayam hutan klasifikasi ayam hutan foto ayam hutan cara pelihara ayam hutan ayam hutan kalimantan jenis jenis ayam hutan jual ayam hutan ayam denak hutan ayam alas merah gambar ayam hutan merah jenis ayam hutan indonesia cara perawatan ayam hutan mikat ayam hutan makanan ayam hutan memelihara ayam hutan ayam hutan 2014 ayam alas jawa perangkap ayam hutan cara jinakkan ayam hutan menjinakkan ayam hutan www.ayam hutan ayam hutan jantan ayam hutan merah jawa ayam hutan betina
Baca Selanjutnya →