ALT_IMG

Mesin Tetas PUI-100

Dengan mengikuti tata cara penetasan telur yang benar, keberhasilan telur yang menetas dengan mesin penetas Pesona Unggas PUI-100 ini bisa di atas 90 %. Dengan cara tradisional biasanya dibawah 50 %. Baca Selengkapnya...

ALT_IMG

Mesin Penetas PUI-30

Mesin penetas PUI-30 adalah salah satu solusi untuk membantu meningkatkan produktivitas peternakan unggas. Dengan ukuran PUI-30 yang relatif kecil maka efektif untuk penetasan telur unggas yang berukuran besar maupun kecil seperti telur burung. Sangat tepat untuk para hobis dan untuk penelitian. Baca Selengkapnya...

Alt img

Pembibitan DOC Ayam Kampung

Usaha Penetasan Telur Ayam untuk menghasilkan anak ayam atau DOC (Day Old Chick) merupakan salah satu alternatif usaha dibidang peternakan unggas, yang merupakan bagian dari penyediaan bibit ayam. Baca Selengkapnya.....

ALT_IMG

Beternak Burung Kenari

Burung kenari (serinus Canaria) pertama kali ditemukan di kepulauan Canary oleh penjelajah perancis, Jean de Bethencourt pada tahun 1402. Terkesan karena keindahan bulu dan kemerduan suaranya, Jean de Bethencourt dan Henry the navigator membawa burung kenari liar ke Portugal dan Inggris. Baca Selengkapnya....

ALT_IMG

Ayam Kampung

Ayam kampung merupakan keturunan dari ayam hutan merah (Gallus gallus) dan ayam hutan hijau (Gallus varius). Akibat proses budidaya dan perkawinan antar keturunan secara alam, maka muncullah berbagai macam tipe ayam dengan beragam penampilan fisik dan varitas. Baca Selengkapnya...

ALT_IMG

Ayam Serama

Ayam Serama merupakan jenis ayam hasil persilangan Ayam Kapan alias kate kaki panjang dengan ras Ayam Modern Game Bantam. Penyilangnya adalah Wee Yean Een yang berasal dari Malaysia. Ia menyilangkan kedua jenis ayam tersebut Pada tahun 1971. Baca Selengkapnya....

ALT_IMG

Burung Puyuh

Burung Puyuh merupakan jenis burung yang tidak dapat terbang, ukuran tubuh relatif kecil, berkaki pendek. Merupakan bangsa burung (liar) yang pertama kali diternakan di Amerika Serikat, tahun 1870. Dan terus dikembangkan ke penjuru dunia. Baca Selengkapnya...

ALT_IMG

Ayam Cemani

“Ayam cemani merupakan ayam yang memiliki dominan warna hitam pada kuku, kulit, bulu, paruh, mata, daging, tulang, dan lidah, bahkan kadang ada juga yang berdarah hitam. Ayam ini oleh kalangan tertentu diyakini memiliki kekuatan magis“ Baca Selengkapnya...

ALT_IMG

Ayam Mutiara

Ayam mutiara (Guiena Fowl) merupakan unggas yang banyak diternakkan sebagai hewan hias. Ayam mutiara memiliki bentuk tubuh dan warna bulu yang menarik untuk dilihat. Bulu-bulunya dihiasi dengan bintik-bintik seperti mutiara. Baca Selengkapnya...

ALT_IMG

Ayam Ketawa

Ayam Ketawa dikenal masyarakat karena suaranya yang unik menyerupai suara tertawa. Kokok ayam ketawa yang panjang dan memiliki cengkok yang khas membuat pesona ayam yang satu ini menempati posisi tersendiri bagi penggemar unggas. Baca Selengkapnya...

ALT_IMG

Ayam Pelung

Ayam Pelung dikenal masyarakat karena kemerduan suaranya. Kokok ayam pelung yang panjang dan memiliki cengkok yang khas membuat ayam ini memiliki nilai jual yang tinggi. Baca Selengkapnya...

ALT_IMG

Ayam Bekisar

Ayam Bekisar merupakan keturunan F1 hasil perkawinan ayam hutan jantan (Gallus varius) dan ayam Kampung betina (Gallus gallus domesticus). Bekisar dikembangkan sebagai ayam kesayangan untuk menghasilkan ayam hias yang indah bulu dan suaranya. Baca Selengkapnya...

ALT_IMG

Itik Petelur

Itik dikenal juga dengan istilah Bebek (bhs.Jawa). Nenek moyangnya berasal dari Amerika Utara merupakan itik liar ( Anas moscha) atau Wild mallard, Baca Selengkapnya...

ALT_IMG

Pakan Alternatif Azolla

Azolla microphylla mengandung kadar protein tinggi antara 24-30%. Kandungan asam amino essensialnya, terutama lisin 0,42% lebih tinggi dibandingkan dengan konsentrat jagung, dedak, dan beras. Dengan kandungan protein yang tinggi tersebut Azolla bisa dijadikan pakan alternatif untuk ternak unggas terutama ayam dan itik. Baca Selengkapnya...

ALT_IMG

Burung Merpati

Burung Merpati yang sering menyabet gelar juara dalam berbagai kontes akan memiliki harga jual tinggi bahkan sangat fantatis. Di mana harga merpati balap yang sering menjadi jawara dapat mencapai ratusan juta rupiah. Ada peluang yang cerah dalam budidaya merpati. Baca Selengkapnya...

ALT_IMG

Usaha Ternak Ayam Arab

Ayam Arab, memiliki keunggulan-keunggulan lain yang jarang diketahui masyarakat. Sehingga penulis mencoba untuk memberikan wawasan dan informasi yang diharapkan mampu untuk mengubah anggapan mengenai peluang usaha ayam arab. Baca Selengkapnya...

Showing posts with label Ayam Kampung. Show all posts
Showing posts with label Ayam Kampung. Show all posts
September 4, 2012

Ayam Kampung Super Lebih Kanibal daripada Ayam Kampung Asli

1 comments

Pada bulan juli 2012 penulis melakukan pemeliharaan ayam kampung super dan ayam kampung asli untuk mengamati tingkat kanibalisme pada kedua jenis ayam tersebut, dengan populasi masing-masing jenis ayam 25 ekor per kandang. Pemeliharan dimulai dari DOC dengan umur yang sama, dan telah memperhatikan beberapa hal untuk menghindari terjadinya kanibalisme pada ayam (baca : Cara Menghindari Kanibalisme pada Ayam).

Ada beberapa hal yang dapat penulis catat selama kurun waktu 2 bulan pemeliharaan kedua populasi ayam tersebut.

  • Konsumsi pakan dan minum ayam kampung super 2 kali lebih banyak dibanding konsumsi pakan dan minum ayam kampung asli
  • Tingkat bertumbuhan ayam kampung super 2 kali lebih besar daripada ayam kampung asli
  • Dengan jumlah pakan ideal per hari untuk pola pemberian pakan 2 kali sehari (pagi dan sore) lebih sering terjadi kanibalisme daripada pola pemberian pakan 3 kali sehari (pagi, siang, dan sore)
  • Pada saat pemberian pakan dengan pola 2 kali sehari, dilihat dari banyaknya ayam yang terluka ternyata ayam kampung super lebih kanibal dibanding dengan ayam kampung asli

Dari catatan di atas, kami temukan bahwa kanibalisme pada ayam terutama pada pemeliharaan ayam super dapat diatasi dengan benar-benar memperhatikan dua faktor utama yakni pola pemberian pakan dan tingkat kepadatan kandang.

Dengan jumlah berat pakan yang sama per hari, pola pemberian pakan 3 kali sehari lebih baik daripada 2 kali sehari. Misalnya konsumsi pakan per hari 750 gram, maka sebaiknya diberikan 3 kali dengan jumlah tiap kali pemberian pakan 250 gram, diberikan tiap pagi, siang, dan sore. Pada pola pemberian pakan tersebut ayam akan terhindar dari kekosongan tembolok dalam jangka waktu yang lama, sehingga ayam dalam populasi tidak akan saling menyerang. Lain halnya jika pola pemberian pakan 2 kali sehari dengan jumlah tiap kali pemberian pakan 350 gram, diberikan pagi dan sore. Dalam pola ini ada rentang waktu yang cukup lama ayam mengalami kekosongan tembolok sehingga berefek pada munculnya sifat agresif untuk saling menyerang sehingga terjadi kanibalisme.

Selain faktor pola dan kecukupan dalam pemberian pakan, hal lain yang perlu mendapatkan perhatian agar tidak terjadi kanibalisme pada ayam adalah memperhatikan tingkat kepadatan populasi ayam dalam kandang, ciptakan keadaan dalam kandang dengan kondisi ayam yang tidak berdesakan. Kanibalisme pada ayam biasanya terjadi pada usia masuk 2 bulan dimana terlihat kondisi populasi ayam sudah agak sesak, semakin bertambah usia ayam maka resiko saling menyerang semakin besar.

Tagas :
Baca Selanjutnya →
April 29, 2012

Memperbaiki Mutu Karkas Daging Ayam Buras Dengan Jamu

0 comments
jamu untuk ayam

Hasil Kajian

Tahun 2005 BPTP DKI Jakarta telah melakukan kajian tentang efektifitas penggunaan jamu sebagai bahan pakan tambahan (feed supplement) dalam ransum ayam buras/kampung, hasilnya adalah Persentase kualitas karkas ayam yang diberi jamu lebih tinggi dibandingkan kelompok ayam yang tidak diberi jamu, bentuk dan warna karkas ayam yang diberi jamu lebih menarik dan disukai konsumen, dan pemberian jamu dapat mencegah ayam dari serangan penyakit. Hanya saja penambahan jamu tidak berpengaruh terhadap bobot badan ayam, konsumsi pakan/air minum dan tingkat kematian ayam.

Disamping itu juga dilakukan kajian untuk mendapatkan dosis pemberian jamu yang tepat sehingga menghasilkan daging ayam yang berkualitas dan frekuansi waktu yang tepat untuk pemberian jamu pada ayam buras.

Komposisi Bahan Jamu

Komposisi bahan jamu terdiri dari 1 kg kencur, 1 kg bawang putih, 0.5kg jahe, 0.5 kg lengkuas, 0.5 kg kunyit, 0.5 kg temu lawak, 0.25 kg daun sirih, dan 0.25 kg kulit kayu manis. Semua bahan tersebut di ekstrak dan di simpan dalam drum plastic berukuran 50 liter, ditambah molasses/tetes tebu dan larutan probiotik (M-Bio) masing-masing sebanyak 1 liter, kemudian diencerkan dengan air bersih sampai larutan tersebut berjumlah 40 liter. Drum tersebut ditutup rapat dan difermentasikan selama 6 hari, tetapi tutup drum tersebut harus dibuka setiap hari selama kurang lebih 5 menit, yang bertujuan untuk mengaduk bahan yang sedang di fermentasikan. Jamu tersebut tidak langsung diberikan kepada ayam tetapi harus diencerkan dulu dengan air bersih, pemberian tersebut selama 12 minggu berturut-turut sampai bobot rata-rata ayam mencapai 0,9-1,0 kg.

Dosis Pemberian Jamu

Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian jamu yang efektif dan efisien adalah 90 ml/L air minum dan diberikan setiap 7 hari sekali. Efeknya dapat dilihat antara lain pada peningkatan bobot badan yang lebih baik (karkas ayam tertinggi yaitu 68,8 %), tingkat kematian lebih rendah (morbilitas 0-2% vs control 8,7%), jumlah ayam sakit lebih sedikit, penampakan bentuk serta warna dan aroma karkasnya lebih disukai konsumen, biaya pemeliharaan lebih murah, serta mempunyai nilai jual lebih tinggi sehingga memberikan nilai tambah lebih kepada peternak.

Sumber Literatur: Andi Saenab, Bachtar Bakrie, Dini Andayani Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Jakarta. 100 inovasi pertanian spesifik lokasi http://cybex.deptan.go.id
Baca Selanjutnya →
March 12, 2012

Intensifikasi Ternak Ayam Buras

0 comments
intensifikasi ternak ayam buras pict

1. PENDAHULUAN

Perkembangan ayam buras (bukan ras) atau lebih dikenal dengan sebutan ayam kampung di Indonesia berkembang pesat dan telah banyak dipelihara oleh peternak-peternak maupun masyarakat umum sebagai usaha untuk pemanfaatan pekarangan, pemenuhan gizi keluarga serta meningkatkan pendapatan.

Dikarenakan dengan pemeliharaan sistem tradisional, produksi telur ayam buras sangat rendah, ± 60 butir/tahun/ekor. Berat badan pejantan tak lebih dari 1,9 kg dan betina ± 1,2 ~ 1,5 kg, maka perlu diintensifkan. Pemeliharaan yang intensif pada ayam buras, dapat meningkatkan produksi telur dan daging, dapat
mencegah wabah penyakit dan memudahkan tata laksana.
Sistem pemeliharaan ayam buras meliputi : bibit, pemeliharaan, perkandangan, pakan dan pencegahan penyakit.

2. BIBIT

Ciri-ciri bibit yang baik :

a. Ayam jantan

o Badan kuat dan panjang.
o Tulang supit rapat.
o Sayap kuat dan bulu-bulunya teratur rapih.
o Paruh bersih.
o Mata jernih.
o Kaki dan kuku bersih, sisik-sisik teratur.
o Terdapat taji.

b. Ayam betina (petelur) yang baik

o Kepala halus.
o Matanya terang/jernih.
o Mukanya sedang (tidak terlalu lebar).
o Paruh pendek dan kuat.
o Jengger dan pial halus.
o Badannya cukup besar dan perutnya luas.
o Jarak antara tulang dada dan tulang belakang ± 4 jari.
o Jarak antara tulang pubis ± 3 jari.

3. PEMELIHARAAN

Ada 3 (tiga) sistem pemeliharaan :

a. Ekstensif (pemeliharaan secara tradisional = ayam dilepas dan mencari pakan sendiri).
b. Semi intensif (ayam kadang-kadang diberi pakan tambahan).
c. Intensif (ayam dikandangkan dan diberi pakan).

Apabila dibedakan dari umurnya, ada beberapa macam pemeliharaan, yaitu :

a. Pemeliharaan anak ayam (starter) : 0 - 6 minggu, dimana anak ayam sepenuhnya diserahkan kepada induk atau induk buatan.
b. Pemeliharaan ayam dara (grower) : 6 - 20 minggu.
c. Pemeliharaan masa bertelur (layer) : 21 minggu sampai afkir (.... 2 tahun).

Untuk memperoleh telur tetas yang baik, diperlukan 1 (satu) ekor pejantan melayani 9 (sembilan) ekor betina, sedangkan untuk menghasilkan telur konsumsi, pejantan tidak diperlukan.

4. PERKANDANGAN

Fungsi kandang yaitu :

a. Untuk tempat berteduh dari panas dan hujan.
b. Sebagai tempat bermalam.
c. Untuk memudahkan tata laksana.

Syarat kandang yang baik, yaitu :

a. Cukup mendapat sinar matahari.
b. Cukup mendapat angin atau udara segar.
c. Jauh dari kediaman rumah sendiri.
d. Bersih.
e. Sesuai kebutuhan (umur dan keadannya).
f. Kepadatan yang sesuai.
g. Kandang dibuat dari bahan yang murah, mudah didapat dan tahan lama.

Kepadatan kandang :

a. Anak ayam beserta induk : 1 - 2 m 2 untuk 20 - 25 ekor anak ayam dan 1 - 2 induk.
b. Ayam dara 1 m 2 untuk 14 - 16 ekor.
c. Ayam masa bertelur, 1 - 2 m 2 untuk 6 ekor dan pejantan 1 ekor.

5. PAKAN

Zat-zat makanan yang dibutuhkan terdiri dari : protein, energi, vitamin, mineral dan air. Adapun konsumsi pakan adalah sebagai berikut :

• Anak ayam dara 15 gram/hari
• Minggu I-III 30 gram/hari
• Minggu III-V 60 gram/hari
• Minggu VI sampai menjelang bertelur 80 gram/hari
• Induk 100 gram/hari

Pemberian pakan adalah sehari dua kali, yaitu pagi dan sore, sedangkan air minum diberikan setiap saat.

6. PENYAKIT DAN PENCEGAHAN

Silahkan lihat di Penyakit pada ayam

8. SUMBER

Brosur Intensifikasi Ternak Ayam Buras, Dinas Peternakan, Pemerintah Daerah Khusus Ibukota Jakarta, Jakarta (tahun 1996).

9. KONTAK HUBUNGAN

Dinas Peternakan, Pemerintah Daerah Khusus Ibukota Jakarta, Jl. Gunung Sahari Raya No. 11 Jakarta Pusat, Tel. (021) 626 7276, 639 3771 atau 600 7252 Pes. 202.

Tags :
Baca Selanjutnya →
March 7, 2012

Penetasan Alami Ayam Buras (ayam kampung)

2 comments
Penetasan alami menggunakan sangkar tetas dengan hasil daya tetas tinggi.

Bahan

Bambu, kawat, paku, rumput kering.

Alat

Gergaji, pisau serut, palu, tang, dll.

Pedoman Teknis

1. Sangkar penetasan dibuat dari bambu berbentuk kerucut dengan suhu penetasan dalam sangkar pengeraman cukup baik.

2. Cara pembuatan

a. Potong bambu berdiameter 25 - 50 cm sepanjang 125 cm, 1/3 bagian harus berada di atas ruas sedangkan yang 2/3 bagiannya sebagai tiang
penyangga.

b. satu pertiga dari bambu bagian atas dibelah-belah kecil ( 1-1,5 cm), dihaluskan, kemudian dianyam dengan belahan bambu tipis, dimulai dari
bagian ujung bawah belahan bambu, sehingga berbentuk kerucut.

c. Bagian ujung paling atas diikat dengan kawat tali, agar ayaman tidak lepas.

d. Sangkar diletakkan di tempat yang aman dan jauh dari keramaian dan terhindar dari gangguan hewan liar.

e. Bagian bawah sangkar dialasi dengan rumput kering, yang merupakan alas/tempat diletakkannya telur dan sekaligus sebagai tempat penetasan.

3. Sangkar penetasan kerucut ini menghasilkan daya tetas telur 77,37 %, kematian embriyo 16,64 %, suhu maksimum 102,3°F dan suhu minimum 83,5°F.

Sumber

Departemen Pertanian, http://www.deptan.go.id, Maret 2001

Kontak hubungan

Departemen Pertanian RI, Kantor Pusat Departemen Pertanian - Jalan Harsono RM No. 3, Ragunan - Pasar Minggu, Jakarta 12550 - Indonesia
Baca Selanjutnya →

Pemilihan Bibit Ayam Buras

0 comments



Pedoman teknis pemilihan bibit ayam buras (ayam kampung) yang baik

Calon induk betina:

 sehat dan tidak cacat
 lincah dan gesit
 mata bening dan bulat
 rongga perut elastis
 tidak mempunyai sifat kanibal
 bebas dari penyakit
 umur 5 - 12 bulan.

Calon pejantan:

 sehat dan tidak cacat
 penampilan tegap
 bulu halus dan mengkilap
 tidak mempunyai sifat kanibal
 umur 8 - 24 bulan.

Jumlah induk dan pejantan disesuaikan dengan kondisi dan umurnya antara 8 - 10 : 1

Sumber

Hompage Departemen Pertanian, http://www.deptan.go.id, Maret 2001

Kontak Hubungan

Departemen Pertanian RI, Jalan Harsono RM No. 3, Ragunan - Pasar Minggu, Jakarta 12550 - Indonesia

Tags :
Baca Selanjutnya →
March 6, 2012

Penanganan Awal DOC Ayam Kampung Super

0 comments



Fase awal pemeliharaan ayam kampung super dimulai semenjak hari pertama (masih berupa anak ayam /DOC) hingga seminggu, pada masa ini sering terjadi berbagai masalah yang cukup serius jika tidak kita tangani secara baik, oleh karena itu peternak biasa menyebutnya dengan fase kritis I. Efek yang ditimbulkan akibat kegagalan pemeliharaan ayam kampung super pada fase awal ini antara lain, kegagalan mencapai bobot standar, kematian tinggi akibat terjadi serangan penyakit viral (yang diakibatkan oleh virus), dan yang terpenting yaitu tidak mampu secara maksimal melewati fase berikutnya.

Induk buatan atau yang biasa kita sebut dengan box doc merupakan suatu teknik pemeliharaan awal doc ayam kampong yang bertujuan untuk meminimalkan terjadinya berbagai masalah di fase awal ini. Box dirancang khusus bertujuan untuk membuat ruang disekitarnya hangat, kering dan sirkulasi udara cukup baik layaknya induk ayam kampung yang sebenarnya, sehingga diharapkan doc ayam kampung tidak terpapar suhu dingin dan kelembapan yang berlebihan akibat lingkungan sekitar. Suhu awal yang diperlukan berkisar antara 35-38 derajat celcius tergantung lingkungan masing-masing, serta yang paling penting untuk diperhatikan adalah respon doc ayam kampong setelah masuk dalam box tersebut. Jika suhu di dalam masih terlalu dingin maka doc akan mengumpul di dekat sumber penghangat dan biasanya terjadi aksi penumpukan doc yang biasanya mengakibatkan kematian yang cukup tinggi.

Spesifikasi teknis box penghangat doc ayam kampong super ini bisa bervariasi menurut kebutuhan masing-masing peternak, idealnya mempunyai dimensi panjang 1m dengan lebar 1m serta tinggi 50 cm. Box bisa dibuat bertingkat dengan pintu berada didepan (model kandang alternative untuk lahan sempit) atau box tidak bertingkat dengan pintu berada di atas, bahan disarankan menggunakan triplek dengan ketebalan min 3mm beralaskan anyaman triplek/bambu/kawat strimin yang kemudian dialasi dengan koran dan ditambahkan sekam padi. Semua aturan ini tidak mengikat dan semuanya disesuaikan dengan kondisi masing-masing lingkungan, prinsipnya yaitu mendapatkan suhu yang ideal, sirkulasi cukup dan mendapat penanganan intensif sehingga tercapai keberhasilan dalam melewati fase kritis ini. Lakukan pengecekan box doc secara berkala, sebab kunci keberhasilan melewati fase-fase kritis tersebut. Secara berkala keadaan box doc tiap 3 jam sekali dilakukan pengecekan, meliputi keadaan doc ayam kampungnya, pakan, tempat minum, kelembabapan dan adanya perubahan tingkah laku doc ayam kampung.
Baca Selanjutnya →

Ayam Kampung Super

0 comments
ayam kampung super pict

Ayam kampung super, jika dibaca dari namanya seolah ayam kampung jenis ini seperti memiliki daya pikat bagi kita semua. Ayam kampung jenis ini memang diharapkan tumbuh dan berkembang secara super cepat dan memiliki hasil daging dengan kualitas tinggi. Ayam kampung super dalam beberapa pekan terakhir ini telah sering muncul di televisi bak artis terkenal yang baru ngetrend, tak ayal banyak penikmat bisnis ayam kampung varian ini kebingungan akibat banjir orderan.

Ayam kampung super merupakan hasil persilangan genetik ayam kampung dengan ayam-ayam lain yang memiliki genetik lebih baik dibandingkan dengan ayam kampung pada umumnya. Ayam kampung super yang ada dilapangan selama ini diproduksi oleh breeder-breeder lokal, hasilnya pun bervariasi jika dilihat dari performa pertumbuhan, daya tahan, tekstur daging dan yang terpenting adalah warna bulu. Ayam kampung jenis ini kebanyakan saat ini didominanasi warna putih, hanya beberapa warna hitam dan beberapa warna lain. Ayam kampung super yang disukai peternak terutama di jawa adalah yang berwarna hitam dengan postur besar dan gagah.

Ayam kampung super jika dibandingkan dengan ayam kampung asli beberapa perbedaan yang bisa dilihat yaitu, ukuran doc lebih besar,warna dominan putih dan kuning beberapa muncul warna coklat,abu-abu,hitam dan blirik. Ayam kampung super relatif lebih kuat pada masa awal pemeliharaan, kematian awal cukup rendah jika dibandingkan dengan ayam kampung asli serta masa panen mampu berkisar antara 55 hari sampai 60 hari. Ayam kampung super dalam kenyataan di pasaran harga panenan relatif lebih murah 500-1000 rupiah perkilogram dibandingan dengan ayam kampung asli, namun dengan waktu panen yang lebih cepat otomatis pakan yang dihabiskan juga lebih sedikit.

Hingga tulisan ini diturunkan, masih banyak hal-hal yang berkaitan dengan ayam kampung super yang belum mampu kita teliti lebih lanjut. Penulis sampai saat ini masih mengembangkan jenis ayam kampung super yang memiliki performa unggul dan kualitas baik yaitu ayam kapung super dengan pertumbuhan cepat dan maksimal dalam waktu 55 hari serta memiliki warna bulu dominan hitam sampai dengan 50 persen lebih dan menurunkan kecenderungan warna putih seperti ayam kampung super kebanyakan.


Tags :
Baca Selanjutnya →
January 13, 2012

Usaha Pembesaran Ayam Kampung Pedaging

0 comments
Pembesaran ayam kampung pedaging pict

Mengenal Ayam Kampung

Ayam kampung merupakan ayam yang sudah mengalami proses domestikasi atau penjinakan yang telah dilakukan oleh manusia sejak ribuan tahun yang lalu. Ayam-ayam tersebut mengalami seleksi alam dan menyebar atau bermigrasi bersama manusia, kemudian dibudidayakan secara turun-temurun sampai sekarang.

Diperkirakan, ayam kampung merupakan keturunan dari ayam hutan merah (Gallus gallus) dan ayam hutan hijau (Gallus varius). Akibat proses budidaya dan perkawinan antar keturunan secara alam atau liar, serta pengaruh lingkungan yang berbeda-beda maka muncullah berbagai macam tipe ayam dengan beragam penampilan fisik dan varitas.

Prospek Bisnis Ayam Kampung Pedaging

Walaupun saat ini posisi ayam kampung tergeser oleh ayam potong atau ayam broiler dari segi kuantitas produk, tetapi permintaan ayam kampung masih sangat tinggi. Hal ini terlihat dari peningkatan jumlah rumah makan yang menyediakan aneka menu yang bahannya dari ayam kampung. Ayam kampung juga memiliki konsumen yang fanatik dikarenakan daging ayam kampung memiliki cita rasa tersendiri yang khas.

Diperkirakan hanya 30% kebutuhan pasar yang dapat dipenuhi oleh ayam kampung, sisanya dari ayam petelur afkir dan ayam ras petelur jantan.

Dengan melihat fenomena di atas, bisnis ayam kampung sebenarnya masih memiliki prospek yang bagus. Ayam kampung memiliki kelebihan, sebagai berikut :
- Pemeliharaannya sangat mudah karena tahan pada kondisi lingkungan dan pengelolaan yang buruk.
- Tidak memerlukan lahan yang luas, bisa di lahan sekitar rumah.
- Harga jualnya relatif lebih tinggi dibandingkan dengan ayam pedaging lain (ayam broiler, ayam petelur afkir, dan ayam ras petelur jantan).
- Tidak mudah stres terhadap perlakuan yang kasar dan daya tahan tubuhnya lebih kuat dibandingkan dengan ayam pedaging lainnya.

Memulai Bisnis Pembesaran

Untuk memulai bisnis pembesaran ayam kampung pedaging, yang paling utama adalah persiapan untuk membuat kandang dan perlengkapannya.

Membuat Kandang untuk Anak Ayam - DOC

Kandang untuk anak ayam berfungsi sebagai induk buatan yang memberikan kehangatan dan kenyamanan sehingga anak ayam merasa dilindungi oleh induknya.

Untuk anak ayam yang jumlahnya kurang dari 500 ekor maka model kandangnya dapat berupa boks atau kotak yang terbuat dari kayu atau tekwood/triplek dengan dilengkapi alat pemanas berupa lampu listrik atau alat pemanas lainnya yang ada di sekitar lingkungan.

kandang anak ayam pict


jika luas lahan kita sempit maka bisa memakai desain kandang seprti di bawah ini

Photobucket


Untuk anak ayam yang jumlahnya lebih dari 500 ekor model kandangnya dapat berupa kandang postal terbuka besar yang ruangnya diperkecil dengan cara memberi sekat kayu atau seng, sehingga luas kandangnya tidak terlalu besar dan menyesuaikan dengan jumlah anak ayam. Tentu saja dilengkapi pula dengan alat pemanas agar anak ayam merasa hangat. Perbandingan luas kandang dengan jumlah anak ayam adalah 1 m persegi/50 ekor ayam.

kandang anak ayam pict



Membuat Kandang Postal/Slat Terbuka

Salah satu bentuk kandang yang digunakan untuk pembesaran ayam kampung secara intensif adalah kandang dengan tipe postal terbuka atau slat terbuka. Kandang berdasarkan lantainya ada dua jenis yaitu lantai slat dan postal. Lantai slat adalah lantai kandang panggung dengan lantai menggunakan bahan potongan bambu bambu atau kawat ram. Kandang postal atau dikenal dengan kandang liter adalah kandang yang lantainya bersentuhan langsung dengan tanah.

kandang postal terbuka pict


Untuk penulis sendiri membuat kandang dengan desain slat susun terbuka, untuk mensiasati keterbatasan lahan. Jadi kami membuat kandang lantai panggung dengan dua susun.

Kegiatan Pembesaran dari Hari Per Hari

Kegiatan pembesaran dilakukan dalam beberapa periode pemeliharaan, yaitu periode Brooding pada umur 1 - 14 hari, periode Starter pada umur 15 - 30 hari, periode Grower pada umur 31 - 60 hari, dan periode Finisher pada umur di atas 60 hari.

1. Periode Brooding (umur 1 - 14 hari)
Periode brooding merupakan periode yang kritis bagi anak ayam dan menentukan keberhasilan pemeliharaan periode selanjutnya. Anak ayam memerlukan memerlukan perhatian khusus di dalam ruang induk buatan karena sistem pengaturan suhu tubuh anak ayam belum berfungsi secara sempurna.

Antisipasi sgala kemungkinan yang menyebabkan ayam terserang penyakit. Ada lima hal penting yang harus diperhatikan pada periode brooding sebagai berikut.

- Untuk hasil yang maksimal anak ayam yang baru datang (chick in) diberi air gula 2-5% terlebih dahulu selama 2-3 jam. Setelah air gula habis dilanjutkan dengan pemberian Vita Chicks. Dengan demikian kebutuhan energi dan vitamin yang dibutuhkan oleh anak ayam dapat tercukupi.

- Melakukan vaksinasi pada saat anak ayam baru tiba, atau pada saat anak ayam baru menetas (jika penetasan telur dilakukan sendiri. Anak ayam divaksinasi pada umur 2 hari dengan vaksin Medivac ND-IB dan diulang pada umur 20 hari.

- Pengaturan suhu harus sesuai dengan kebutuhan anak ayam, jangan terlalu panas (ditandai dengan anak ayam yang menjauh dari lampu penghangat) dan jangan terlalu dingin (ditandai dengan anak ayam yang bergerombol dan berdesakan di bawah lampu penghangat).

- Memperhatikan tingkat kepadatan ruangan indk buatan. Luas ruangan berhubungan dengan perkembangan dan pertumbuhan anak ayam, luas ruangan yang proporsional akan memberikan kenyamanan pada anak ayam sehingga aktivitas makan, minum, dan bergerak lebih leluasa.

- Jumlah tempat pakan dan minum disesuaikan dengan jumlah anak ayam.

- Alas harus tetap kering, jangan sampai dibiarkan basah karena akan menyebabkan bau dan jadi sarang penyakit.

Pakan yang diberikan pada periode ini adalah pakan jadi untuk ayam broiler jenis broiler 1 (kandungan proteinnya 22%) berbentuk mash atau yang butirannya kecil.

2. Periode Starter (umur 15 - 30 hari)
Evaluasi yang dilakukan terutama adalah jumlah kematian, pakan yang dikonsumsi, berat badan ayam. Pemberian obat dilakukan apabila ada kasus penyakit. Melakukan vaksinasi lanjutan pada hari ke-20 serta pemberian vitamin agar kondisi ayam tidak lemah. Pakan yang diberikan berupa pakan broiler 2 (kandungan proteinnya 20%) berbentuk crumble atau butiran.

3. Periode Grower (umur 30 - 60 hari)
Periode ini adalah masa pertumbuhan. Ayam sudah sempurna pertubuhan bulunya, dan sudah melewati masa kritis sehingga tidak diperlukan lagi induk buatan. Yang perlu diperhatikan adalah penjagaan kesehatan ayam, pemberian pakan tambahan, serta pemberian vitamin untuk pertumbuhan.

Pakan yang digunakan masih jenis pakan broiler 2, namun untuk lebih menekan biaya pakan dengan cara meramu pakan sendiri maupun dengan melakukan pencampuran pakan antara konsentrat broiler buatan pabrik, jagung, dan dedak.

3. Periode Finisher (umur 60 sampai panen)
Pada masa ini yang harus diperhatikan adalah enjaga kondisi ayam supaya tidak mengalami stres, tidak terserang penyakit, menghindari perkelahian antar ayam, serta dilakukan perencanaan pemanenan. Pemanenan ayam kampung biasanya dilakukan pada umur 80 hari atau sekitar 2,5 - 3 bulan. Berat rata-rata pada umur 80 hari untuk ayam kampung betina mencapai 750 gram, sedangkan jantan 900 gram.

Pakan yang digunakan lebih efisien jika mencampur pakan (konsentrat, jagung, dedak) atau meramu pakan sendiri. Kebutuhan nutrisi ayamkampung finisher adalah yang mengandung protein rendah (18%) dan energi tinggi (3.200 kkal/kg pakan).

Tips untuk mendapatkan keuntungan berlebih :

- Untuk menekan biaya pakan, bisa kita menyusun sendiri ransum. Anda bisa membeli buku panduan menyusun ransum ternak
- Harga DOC bisa didapatkan dengan harga lebih rendah dengan cara menetaskan telur sendiri. Anda bisa melihat artikel tentang Usaha Pembibitan DOC Ayam Kampung
- Waktu panen diusahakan hari-hari bermomen penting seperti hari perayaan agama, liburan, musim hajatan atau lainnya.
- Menekan angka kematian dengan cara pemeliharaan yang lebih intensif. Angka kematian masih dianggap baik apabila berkisar antara 5-10%.

Baca Selanjutnya →
January 10, 2012

Usaha Pembibitan DOC Ayam Kampung

0 comments
doc ayam kampung

Usaha Penetasan Telur ayam untuk menghasilkan anak ayam atau DOC (Day Old Chick) merupakan salah satu alternatif usaha dibidang peternakan unggas, yang merupakan bagian dari penyediaan bibit ayam, misalnya ayam jawa/kampung, ayam arab, atau jenis ayam lainnya. Usaha Penetasan ini dapat pula dikembangkan untuk penetasan telur itik, telur bebek, telur puyuh, dan telur unggas lainnya.

Usaha penetasan ini dilakukan dengan menggunakan mesin penetas bukan dengan cara alami menggunakan pengeraman oleh induk ayam. Penetasan telur ayam sebenarnya lebih mudah dibandingkan dengan penetasan telur itik, pada penetasan telur itik diperlukan kelembaban udara yang lebih tinggi sedangkan pada penetasan telur ayam lebih rendah. Dari segi waktu, telur ayam akan menetas setelah dierami selama 21 hari sedangkan telur itik 28 hari. Dengan demikian dari segi biaya operasional akan lebih murah usaha penetasan telur ayam ini. Sama dengan usaha penetasan telur itik, usaha penetasan telur ayam dapat dilakukan sebagai usaha sampingan rumah tangga, sebagai usaha dengan orientasi skala Usaha Kecil dan Menengah maupun usaha besar. Akan tetapi kesemuanya itu harus dilakukan dengan baik dengan pendekatan Majanemen Penetasan telur berbasis kualitas dan mutu yang baik.

Pembibitan DOC Ayam kampung nampaknya lebih memiliki peluang usaha bagi kelompok usaha kecil dan menengah, permintaan daging ayam kampung dan telurnya juga cukup besar, tetapi ketersediaan bibit ayam kampung dirasa masih kurang.

Persiapan Penetasan Telur Ayam Kampung

Persiapan dalam usaha penatasan telur ayam meliputi beberapa hal antara lain :

Persiapan Tempat, Tempat untuk doc-ayam-kampung.html">penetasan diupayakan berada dalam ruangan yang tidak terkena panas matahari secara langsung dan tidak terkena angin yang dapat menyebabkan perubahan suhu secara mencolok. Selain itu diupayakan lingkungan tempat penetasan memiliki sanitasi yang bagus dan tidak mengandung bibit-bibit penyakit. Sanitasi yang buruk akan mempengaruhi prosentase penetasan.

Persiapan Mesin Penetas, Pilihlah mesin penetas telur yang baik dan sesuai dengan kebutuhan. Mesin tetas yang baik adalah yang memiliki prosentase penetasan yang tinggi. Mesin penetas telur juga harus disesuaikan dengan kebutuhan, jika kebutuhan penetasan telur hanya 100 butir per periode, tidak efektif kalau kita gunakan mesin penetas berkapasitas 500 butir.

Mengenai mesin penetas, kami menggunakan kotak mesin penetas sederhana hasil rancangan sendiri yang memiliki tingkat keberhasilan penetasan yang tinggi. Untuk usaha skala rumah tangga kami mendesain mesin penetas dengan kapasitas maksimum untuk 100 telur ayam kampung. Silahkan lihat spesifikasi mesin tetas PUI-100 hasil desain kami.

Periksa dengan seksama kelengkapan mesin tetas dan pastikan dapat beroperasi dengan baik dengan suhu dan kelembaban yang tepat sebelum telur dimasukkan. Suhu ideal ruang mesin tetas pada kisaran 38-40 derajat Celcius.

Persiapan Telur dan indukan, Carilah indukan yang memiliki umur yang cukup, tidak terlalu tua dan tidak terlalu muda, selain itu diupayakan telur tidak disimpan terlalu lama. Semakin lama telur disimpan sebelum dieramkan akan menurun daya tetasnya. Diupayakan telur tidak disimpan lebih dari satu minggu sebelum ditetaskan.

Proses Penetasan Telur Ayam Kampung

Untuk proses penetasan telur ayam kampung sama dengan proses penetasan ayam serama, Anda dapat melihatnya Disini

Pengemasan DOC Ayam Kampung

Untuk memasarkan hasil tetasan telur ayam kampung berupa DOC perlu disediakan kotak untuk pengiriman. Model kotak tempat DOC dapat berupa keranjang plastik yang biasanya digunakan untuk mengemas buah.

doc ayam kampung pict


atau lebih bagus lagi berupa kotak karton seperti foto dibawah ini.

doc-ayam-kampung pict


Baca juga artikel yang ini :
Mendapatkan Hasil Tetasan DOC yang Berkualitas

Baca Selanjutnya →