ALT_IMG

Mesin Tetas PUI-100

Dengan mengikuti tata cara penetasan telur yang benar, keberhasilan telur yang menetas dengan mesin penetas Pesona Unggas PUI-100 ini bisa di atas 90 %. Dengan cara tradisional biasanya dibawah 50 %. Baca Selengkapnya...

ALT_IMG

Mesin Penetas PUI-30

Mesin penetas PUI-30 adalah salah satu solusi untuk membantu meningkatkan produktivitas peternakan unggas. Dengan ukuran PUI-30 yang relatif kecil maka efektif untuk penetasan telur unggas yang berukuran besar maupun kecil seperti telur burung. Sangat tepat untuk para hobis dan untuk penelitian. Baca Selengkapnya...

Alt img

Pembibitan DOC Ayam Kampung

Usaha Penetasan Telur Ayam untuk menghasilkan anak ayam atau DOC (Day Old Chick) merupakan salah satu alternatif usaha dibidang peternakan unggas, yang merupakan bagian dari penyediaan bibit ayam. Baca Selengkapnya.....

ALT_IMG

Beternak Burung Kenari

Burung kenari (serinus Canaria) pertama kali ditemukan di kepulauan Canary oleh penjelajah perancis, Jean de Bethencourt pada tahun 1402. Terkesan karena keindahan bulu dan kemerduan suaranya, Jean de Bethencourt dan Henry the navigator membawa burung kenari liar ke Portugal dan Inggris. Baca Selengkapnya....

ALT_IMG

Ayam Kampung

Ayam kampung merupakan keturunan dari ayam hutan merah (Gallus gallus) dan ayam hutan hijau (Gallus varius). Akibat proses budidaya dan perkawinan antar keturunan secara alam, maka muncullah berbagai macam tipe ayam dengan beragam penampilan fisik dan varitas. Baca Selengkapnya...

ALT_IMG

Ayam Serama

Ayam Serama merupakan jenis ayam hasil persilangan Ayam Kapan alias kate kaki panjang dengan ras Ayam Modern Game Bantam. Penyilangnya adalah Wee Yean Een yang berasal dari Malaysia. Ia menyilangkan kedua jenis ayam tersebut Pada tahun 1971. Baca Selengkapnya....

ALT_IMG

Burung Puyuh

Burung Puyuh merupakan jenis burung yang tidak dapat terbang, ukuran tubuh relatif kecil, berkaki pendek. Merupakan bangsa burung (liar) yang pertama kali diternakan di Amerika Serikat, tahun 1870. Dan terus dikembangkan ke penjuru dunia. Baca Selengkapnya...

ALT_IMG

Ayam Cemani

“Ayam cemani merupakan ayam yang memiliki dominan warna hitam pada kuku, kulit, bulu, paruh, mata, daging, tulang, dan lidah, bahkan kadang ada juga yang berdarah hitam. Ayam ini oleh kalangan tertentu diyakini memiliki kekuatan magis“ Baca Selengkapnya...

ALT_IMG

Ayam Mutiara

Ayam mutiara (Guiena Fowl) merupakan unggas yang banyak diternakkan sebagai hewan hias. Ayam mutiara memiliki bentuk tubuh dan warna bulu yang menarik untuk dilihat. Bulu-bulunya dihiasi dengan bintik-bintik seperti mutiara. Baca Selengkapnya...

ALT_IMG

Ayam Ketawa

Ayam Ketawa dikenal masyarakat karena suaranya yang unik menyerupai suara tertawa. Kokok ayam ketawa yang panjang dan memiliki cengkok yang khas membuat pesona ayam yang satu ini menempati posisi tersendiri bagi penggemar unggas. Baca Selengkapnya...

ALT_IMG

Ayam Pelung

Ayam Pelung dikenal masyarakat karena kemerduan suaranya. Kokok ayam pelung yang panjang dan memiliki cengkok yang khas membuat ayam ini memiliki nilai jual yang tinggi. Baca Selengkapnya...

ALT_IMG

Ayam Bekisar

Ayam Bekisar merupakan keturunan F1 hasil perkawinan ayam hutan jantan (Gallus varius) dan ayam Kampung betina (Gallus gallus domesticus). Bekisar dikembangkan sebagai ayam kesayangan untuk menghasilkan ayam hias yang indah bulu dan suaranya. Baca Selengkapnya...

ALT_IMG

Itik Petelur

Itik dikenal juga dengan istilah Bebek (bhs.Jawa). Nenek moyangnya berasal dari Amerika Utara merupakan itik liar ( Anas moscha) atau Wild mallard, Baca Selengkapnya...

ALT_IMG

Pakan Alternatif Azolla

Azolla microphylla mengandung kadar protein tinggi antara 24-30%. Kandungan asam amino essensialnya, terutama lisin 0,42% lebih tinggi dibandingkan dengan konsentrat jagung, dedak, dan beras. Dengan kandungan protein yang tinggi tersebut Azolla bisa dijadikan pakan alternatif untuk ternak unggas terutama ayam dan itik. Baca Selengkapnya...

ALT_IMG

Burung Merpati

Burung Merpati yang sering menyabet gelar juara dalam berbagai kontes akan memiliki harga jual tinggi bahkan sangat fantatis. Di mana harga merpati balap yang sering menjadi jawara dapat mencapai ratusan juta rupiah. Ada peluang yang cerah dalam budidaya merpati. Baca Selengkapnya...

ALT_IMG

Usaha Ternak Ayam Arab

Ayam Arab, memiliki keunggulan-keunggulan lain yang jarang diketahui masyarakat. Sehingga penulis mencoba untuk memberikan wawasan dan informasi yang diharapkan mampu untuk mengubah anggapan mengenai peluang usaha ayam arab. Baca Selengkapnya...

Showing posts with label Burung Puyuh. Show all posts
Showing posts with label Burung Puyuh. Show all posts
November 20, 2013

Resep Tradisional Untuk Puyuh

0 comments
 photo resep_puyuh_zps33d8dcd5.jpg

Garam Pulihkan Stres

Suhu lingkungan kandang yang tinggi atau sebab kehadiran predator seperti tikus atau kucing di sekitar kandang akan membuat puyuh stres. Akibatnya unggas kecil itu akan mogok makan dan minum, jika sampai dehidrasi maka akan menyebabkan kematian. Untuk mengatasi, peternak puyuh di Yogyakarta mencampurkan garam pada air minum. Setiap 10 liter air ditambahkan 3 sendok makan garam. Keesokan harinya puyuh akan kembali lincah dan siap bertelur.

Kecambah Meningkatkan Daya Tetas Telur

Ini resep Siswo Suharto, peternak puyuh di Kulonprogo Yogyakarta. Peternak itu menambahkan kecambah hijau ke ransum setiap 3 hari sekali. Sebelumnya, kecambah itu dicuci bersih, lalu dipotong kecil-kecil. Volume 1% dari total pakan. Penambahan kecambah itu ternyata mampu meningkatkan daya tetas telur puyuh.

Ramuan Tradisional Untuk Mengobati Penyakit Pada Puyuh

Untuk mengatasi penyakit berak kapur (pullorum), cacingan, ngantuk, berak hijau, dan nafsu makan berkurang.

Bahan-bahan :
  • 1-2 ons kencur
  • 3 ons temulawak
  • daun sirih
  • 4 ons kunyit
  • 2 ons temuireng
  • gula aren untuk kekebalan

Catatan :Resep ramuan ini untuk 1000 ekor puyuh.

- Semua dihaluskan dan direbus sampai mendidih selama 1 menit.
- Sebelum diberi ramuan herbal tersebut, burung puyuh tidak diberi minum selama 2-3 jam.
- Untuk pengobatan juga pencegahan. Diberikan 1 minggu sekali.
Baca Selanjutnya →
October 2, 2013

Beberapa Hal Yang Berkaitan Dengan Burung Puyuh

0 comments
burung puyuh

Berikut ini adalah hal-hal yang perlu Anda ketahui berkenaan dengan burung puyuh.

1. Perbedaan Burung Gemak dengan Burung Puyuh

Perbedaan antara burung Gemak dengan burung puyuh jenis Coturnix coturnix japonica adalah jari kaki gemak 4 sedangkan coturnix tiga, gemak adalah burung liar sedangkan puyuh (coturnix) telah dibudidayakan dengan seleksi genetik yang ketat (Animal Research)sehingga mampu menghasilkan jumlah telur 250 butir per tahunnya pada tahun pertama, sedangkan gemak produksi telur amat sedikit karena kehidupan masih liar seperti halnya perbedaan antara ayam hutan dengan ayam ras.

Burung puyuh yang dipelihara untuk menghasilkan telur yang dijual di pasaran saat ini adalah jenis Coturnix coturnix japonica yang dapat dicirikan diantaranya adalah sebagai berikut : warna telur blirik hitam putih, bobot telur tetas sekitar 8 – 12 gram, kebutuhan pakan dewasa per ekor per hari 14 – 16 gram, umur betina pertama kali bertelur umur 35 – 40 hari dan puncak produksi terjadi pada umur sekitar 3 – 4 bulan, bobot badan dewasa sekitar 140 gram baik jantan maupun betina. Anatomi dan fisiologinya jenis puyuh Coturnix sama persis dengan unggas yang lainnya, dengan demikian jika telah meneliti dari komoditi puyuh sama dengan unggas – unggas yang lainnya.

Burung puyuh yang dipelihara di berbagai peternak saat ini ada tiga jenis puyuh berdasarkan warna bulunya, yaitu :
  • Jenis pertama, warna bulu putih dengan mata kemerahan, tetapi setelah di amati dengan seksama puyuh jenis tersebut matanya agak buta dan berproduksi telur sangat rendah alias sebagai puyuh pedaging,
  • Jenis kedua, bulu berwarna putih kekuning-kuningan memiliki produksi telur tinggi dan yang bersifat kanibal relatif sedikit bila dibandingakan dengan jenis ke 3.
  • Jenis ketiga, bulu agak putih kehitam-hitaman yang mempunyai sifat kanibal agak tinggi dan agak besar. Umumnya peternak menyilangkan jenis puyuh warna kuning dengan puyuh warna hitam yang mempnuyai produksi telur relatif tinggi ( jika puyuh jantan hitam disilangkan dengan puyuh betina warna kuning, maka anak betinanya akan berwarna hitam dan sebaliknya ).

2. Puyuh Jenis Unggas Yang Mudah Stress

Burung puyuh jenis Coturnix coturnix japonica mempunyai ciri yang relatif jelek, diantaranya adalah mudah mengalami stres ( stres yang terjadi biasanya disebabkan oleh karena lingkungan yang terlalu bising, perubahan suhu, perubahan pergantian pakan dan setelah potong paruh atau vaksinasi. Akibat dari stres tersebut dapat ditunjukkan dengan perubahan jumlah produksi telur yang merosot. Jika dibandingkan dengan unggas – unggas yang lainnya, maka puyuh adalah yang paling mudah stres dan untuk kembali normal dibutuhkan waktu yang relatif lama. Jika terjadi stress, hal – hal yang perlu dilakukan oleh peternak diantaranya adalah sebagai berikut : Harus mengetahui penyebab utamanya puyuh stres, jika udah ketemu penyebabnya kembalikan / kondisikan seperti semula. Biasanya memakan waktu yang cukup lama, sekitar seminggu barulah akan normal kembali.

3. Pakan Bentuk Crumble Penyebab Kanibal Pada Puyuh

Kanibal adalah sifat saling menyerang (mematuk) sesama uggas yang dipelihara dalam satu koloni. Sifat kanibal pada unggas dapat disebabkan oleh karena sifat genetik dan phenotype. Sifat genetik akan timbul jika faktor phenotype mendukungnya ( misalnya : paruh puyuh relatif kecil sehingga yang paling cocok adalah pakan jenis mash (halus) yang diberikan, tetapi jika diberi jenis bentuk berbutir (crumble) maka puyuh akan stress yang pada gilirannya akan mempunyai sifat kanibal. Sifat kanibal pada puyuh dibagi menjadi 2 type yaitu :
  • Type pertama adalah sifat kanibal berupa saling mematuk sesama puyuh dalam satu kelompok. Type kanibal ini mudah sekali penanganannya yaitu dengan memisahkan puyuh-puyuh yang suka mematuk dari kelompoknya,
  • Type kedua adalah puyuh yang suka mematuk telurnya sendiri. Kanibal jenis ini sulit ditangani karena antara telur yang baru ditelurkan dengan paruh berdekatan, dengan demikian satu-satunya jalan disembelih karena sifat kanibal type ini tak akan hilang.
Berdasarkan uraian tersbut diatas sebaiknya menghindari penyebab terjadinya sifat kanibal diantaranya : suhu kandang, keterlambatan memberi pakan, kepadatan kandang dan perubahan pemberikan pakan baik ditinjau dari kualitas maupun kuantitasnya.

4. Ukuran Berat Puyuh Ditentukan Saat Dewasa Kelamin

Dalam pemeliharaan puyuh jenis Coturnix coyurnix japonica, jika Anda memelihara 100 ekor betina dan 100 ekor jantan puyuh umur masuk kandang yang sama, pakan yang sama juga ( semua perlakuan pemeliharaan sama). Jika Anda menimbang 2 ekor jantan dan 2 ekor betina umur sehari, dapat diyakini bahwa yang jantan lebih berat bobotnya dibandingkan dengan yang betina. Kemudian dipelihara bersama sama dengan kondisi lingkungan dan pakan yang sama sampai dengan umur dewasa kelamin (mulai bertelur betina). Apa yang terjadi ?, ternyata yang betina untuk hari-hari pemeliharaannya berikutnya akan lebih berat bobotnya dibandingkan dengan yang jantan sampai dewasa. Mengapa ? selain didalam tubuh betina ada telurnya, konsumsi pakan lebih banyak sebab akan dikonversikan untuk pembentukan telur, hidup pokok dan aktifitas hidupnya.

5. Menentukan Jenis Kelamin Puyuh

Imbangan jantan dan betina (sex ratio) pada burung puyuh yang paling ideal adalah 1 : 4. Pada umumnya para peternak puyuh dalam menentukan jenis kelamin puyuh adalah dengan melihat corak warna bulunya. Jika puyuh betina (adanya blontang hitam dan putih di dada), sedangkan yang jantan (tidak ada blontang hitam putih di dadanya, namun warna dadanya kuningkuningan). Penentuan seperti yang dianut peternak sampai sekarang ini kebenarannya tidak mencapai 100 % karena ada puyuh jantan walau penilaiannya seperti di atas begitu pula ada yang betina. Nah, menurut penelitian penulis, paling tepat puyuh dikatakan jantan jika pada leher dibawah paruh bawah terlihat kekuning-kuningan menyeleret memanjang. Tetapi yang betina tidak memiliki tanda seperti itu.

6. Puyuh Mempunyai Konversi Pakan Yang Tinggi

Angka konversi pakan dapat dihitung dengan membandingkan jumlah pakan yang dihabiskan dengan jumlah produksi yang dihasilkan (bisa telur ataupun daging). Angka tersebut tidak mempunyai satuan karena baik pembilang maupun penyebutnya mempunyai satuan yang sama. Itulah mengapa konversi pakan tidak diamati di kandang, tetapi cukup dihitung saja. Secara spesifik angka konversi pakan puyuh lebih tinggi bila dibandingkan dengan ayam maupun itik. Ayam petelur 2,2 – 2,5, pedaging 2, 1 – 2,3 dan itik sekitar 2,2 – 2,5, tetapi apa yang terjadi pada puyuh ? yaitu sekitar 3 – 6. Arti angka konversi pakan 2,2 untuk menghasilkan 1 kg telur dibutuhkan pakan sebesar 2,2 kg, begitu juga pada itik maupun puyuh. Mengapa demikian ? karena tidak ada pakan khusus puyuh yang harganya disesuaikan dengan harga hasil produksi yang dihasilkan puyuh (telur atau dagingnya), tetapi pada kenyataannya harga pakan puyuh selalu disamakan dengan harga pakan ayam yang telurnya lebih mahal dari telur puyuh begitupula daging ayam lebih mahal dari daging puyuh.

7. Agak Sulit Dalam Mencandling Telur Puyuh

Candling adalah aktifitas memeriksa telur agar ditemukan mana telur yang fertil dan yang infertil atau mana telur yang berkode Dead Embryo (DE). Telur bangsa unggas di dunia ini yang memiliki warna paling unik hanya puyuh saja, mengapa ? perhatikan telur ayam jika tidak putih ya krem, telur itik jika tidak biru muda ya putih, merpati keputihputihan. Nah, jika anda menetaskan telur ayam, itik atau merpati mudah melihat dengan candler (teropong telur) karena warnanya transparan sehingga mudah terdeteksi hasilnya, tetapi bagaimana dengan telur puyuh yang blontang blontang hitam dan adanya corak putih ? Jangan kuatir ini adalah hasil pengamatan penulis dapat dituliskan beberapa cara menentukan fertilitas pada telur puyuh, Caranya :
  • Jika Anda berpengalaman atau sering melakukannya yaitu dibuat candler (teropong) sebesar telur puyuh kemudian disinarkan pada lampu, amati yang di sela sela putihnya, jika adanya cabang-cabang darah itu fertil (harus sering melakukannya).
  • Sampai akhir proses penetasan pada hari ke 18, jika ada yang telur masih utuh tidak menetas (dipecah), dengan dipecah kita tahu apa telur tsb fertil atau infertil.

8. Bobot Telur dan Umur Indukan Yang Baik Untuk Ditetaskan

Menurut hasil penelitian penulis dengan judul : Pengaruh bobot telur dan umur induk terhadap performans pada burung puyuh (Coturnix coturnix japonica), 1987. Ada korelasi yang positif antara bobot telr telur dengan umur induk. Umur betina yang baru pertama kali bertelur akan menghasilkan bobot telur yang kecil, dan akan cenderung meningkat bobot telurnya yang diiukuti dengan panjang umurnya. Dengan demikian dari awal bertelur sampai akhir pemeliharaan dari puyuh mempunyai kisaran bobot telur sebesar 8 s/d 13 gram. Nah, yang baik untuk ditetaskan yaitu pada umur sekitar 3 – 4 bulan dengan bobot telur sebesar 10 – 11 gram. Mengapa ? umur sekitar itu baik pada yang jantan untuk menghasilkan kualitas semennya sedangkan yang betina akan menghasilkan telur yang ideal bobot telurnya, dengan demikian jika ditetaskan akan menghasilkan fertilitas dan daya tetas yang tinggi.

Tags:
Baca Selanjutnya →
March 2, 2013

Kandungan Gizi Daging dan Telur Puyuh

0 comments
daging puyuh photo dagingpuyuh_zpsae34ba81.jpg
Kandungan gizi pada telur dan daging puyuh cukup tinggi, dikarenakan burung puyuh dapat mengkonsumsi aneka ragam pakan sehingga mendukung perkembangbiakan. Ia dapat memakan biji-bijian, gandum, kumbang, semut, serangga kecil, dan larvanya.

Dari data itu, terlihat bahwa gizi telur puyuh cukup baik. Kandungan proteinnya sangat tinggi, ia pun menjadi sumber untuk mendapatkan niacin, vitamin B6, besi, fosfor, tembaga, dan selenium. Kandungan natriumnya rendah.

Kandungan gizi telur puyuh

Setiap 100 g telur puyuh terdapat:
Energy 663 kJ
Air 74,6%
Fosfor 220 mg
Protein 15,05 g
Lemak 11,09 g
Kalsium 64 mg
Zat besi 3,65 mg
Seng 1,47 mg
Tembaga 0,067 mg
Vitamin A 300 UI
B12 1,557 mg
Total abu 1,2 %
B2 atau riboflavin 0,79 mg

Sumber: nutriondata.com

Kandungan gizi daging puyuh

Kandungan Nilai Satuan Persentase
Kalori 209 875 kJ10%
Karbohidrat 0,0 0,0 kJ
Lemak 119 498kJ
Protein 90,8 380 kJ
Alkohol 0,0 0,0 kJ

Protein dan Asam Amino

Kandungan Nilai Satuan Persentase
Protein 21,4 g43%
Triptophan 3,14 mg
Treonin 1030 mg
Isoleusin 1104 mg
Leusin 1758 mg
Lisine 1793 mg
Metionin 644 mg
Sistin 371 mg
Fenilalanin 900 mg
Tirosin 925 mg
Valin 1126 mg
Arginin 1394 mg
Histidin 759 mg
Alanin 1373 mg
Asam Aspartat 1800 mg
Asam Glutamat 2757 mg
Glisin 1681 mg
Prolin 944 mg
Serin 1021 mg

Baca Selanjutnya →
February 28, 2013

Terapi Penyakit dengan Telur Puyuh

1 comments
telur puyuh photo telur_puyuh_zps49344335.jpg
Tahukah Anda, ternyata telur puyuh dapat digunakan sebagai penyembuh untuk beragam penyakit seperti gangguan pencernaan, tekanan darah tinggi, mag, arterios klerosis, penyakit hati, anemia, migran, ginjal, memperkuat potensi hubungan suami istri, dll.

Anggapan bahwa pada telur terdapat kandungan kolesterol yang tinggi tidak berlaku pada telur puyuh, telur puyuh mengandung kolesterol jahat (LDL) yang rendah, sebaliknya kaya akan kolesterol baik (HDL) karena itu sangat baik dimanfaatkan untuk diet maupun untuk pengobatan.

Di Rumania telah dikenal dengan terapi telur puyuh dengan istilah "Penyembuh 120 telur dan 240 telur" Istilah itu merujuk pada jumlah telur puyuh yang digunakan untuk terapi.

Penyembuh 120 telur
Terapi ini dianjurkan bagi mereka yang menderita gangguan pencernaan, tekanan darah tinggi, dan mag. Terapi dilakukan selama 25 hari. Cara konsumsi sebagai berikut : 3 butir telur di hari pertama dan kedua, 4 telur di hari keempat, 5 telur pada hari-hari berikutnya sampai hari ke-25 dan jumlahnya tepat 120 butir telur.

Penyembuh 240 telur
Terapi ini dianjurkan bagi mereka yang menderita arterios klerosis, diabetes, asma, anemia, neuroasthenia, migrain, penyakit ginjal dan hati, memperkuat stamina suami istri. \proses penyembuhan berlangsung 49 hari. Caranya sama dengan penyembuh 120 hari, hingga telur habis dalam 49 hari dengan jumlah tepat 240 telur.

Catatan: Untuk anak-anak berusia 4 sampai dengan 8 tahun dianjurkan untuk mengkonsumsi 120 telur selama 31 hari, dan untuk terapi yang 240 telur selama 61 hari.
Caranya: 3 butir telur dalam 4 hari pertama, 4 butir telur pada hari-hari berikutnya. Telur dapat dikonsumsi setelah direbus, dan bisa juga dicampur gula-gula dan jeruk. Telur dikonsumsi pada pagi hari, 30 menit sebelum makan apapun.

Sumber : Trubus EXO
Baca Selanjutnya →
March 15, 2012

Model Kandang Baterai Untuk Ternak Puyuh

0 comments


Kandang burung puyuh petelur yang akan saya sajikan ini merupakan kreasi dari mas Wiwid PT Peksi Gunaraharja. namun kata beliau, model kreasi ini boleh di-share untuk dunia perpuyuhan di Indonesia dan dimanapun berada.

Kandang puyuh petelur ini berbahan kayu dan dinding serta alas dari kawat ram. Mempunyai kelebihan yang menjadi andalan yaitu model alas slorok (bahasa jawa) artinya alas kandang dan tempat kotoran burung dapat di tarik dan dipasang kembali. Menurut saya model kandang ini sangat menarik, selain praktis juga sistematis, cocok untuk peternak puyuh yang memiliki lahan terbatas.

Saya yakin hanya dengan melihat foto model kandangnya, para pembaca akan dapat dengan mudah meniru untuk membuatnya.

Kandang baterai untuk ternak burung puyuh tersebut mempunyai ukuran standar yakni:

panjang : 120 cm
lebar dalam : 60 cm
tinggi : 180 cm

Jika para peternak ingin membuat kandang yang lebih besar maka tinggal menyesuaiakan ukurannya.

kandang puyuh pict


Sehingga untuk ukuran kandang seperti gambar tersebut, tiap ruangan idealnya diisi 35-40 ekor burung puyuh petelur.

Patokan atau standar rumus untuk kapasitas kandang adalah [panjang x lebar] / 222, ukuran ini akan membawa kondisi yang ideal bagi kelanjutan pemeliharaan burung puyuh petelur, baik produktivitasnya, umur produktivitasnya, dan yang jelas ya kesehatannya. Biarpun akhirnya semuanya kembali pada perawatan.

kandang baterai puyuh pict



Demikian desain model kandang burung puyuh petelur yang saya dapatkan gambarnya.

Semoga bermanfaat dan sukses selalu beternak puyuhnya...

Baca Selanjutnya →

Tips Meningkatkan Keuntungan Dalam Beternak Puyuh

0 comments


Dengan asumsi bahwa tiap 1000 populasi membutuhkan pakan sebanyak 3 sak pakan (150kg) per-minggu. Akan didapat hasil “bersih” rata-rata Rp 200.000 per-minggu selama bulan produktif.
Perhitungan itu dengan didasari jumlah produksi telur yang dihasilkan 800 butir per-hari dan didasari juga dengan harga pakan pabrik rata-rata berbagai merk sekitar Rp 205.000/sak.
Perhitungan keuntungan bersih tersebut dihitung dalam bulan-bulan harga baik. Tapi bagaimana apabila memasuki bulan-bulan harga buruk telur puyuh, sedangkan harga pakan jelas tidak ikut turun?

Ada beberapa kiat mencampur pakan telur puyuh agar dapat mempertahankan penghasilan.

Mengadaptasi dari pemberian pakan dalam beternak ayam petelur yang mandiri, ada beberapa cara pencampuran pakan agar tidak membutuhkan penuh 3 sak pakan pabrik (1 sak=50 kg), antara lain :

1. dicampur dengan 1 sak dedak halus/bekatul (2 sak PYP ditambah 1 sak dedak halus/ bekatul).
Hasil: telur cenderung kecil-kecil, banyak yang kerabangnya kasar dan tipis, otomatis banyak yang mudah pecah dan tidak awet.

2. dicampur dengan setengah sak jagung giling dan setengah sak bekatul/dedak halus.
Hasil: sama dengan pencampuran yang nopmer 1.

3. dicampur dengan 1 sak jagung giling (2 sak PYP ditambah 1 sak jagung).
Hasil: telur cenderung normal/besar-besar, kerabang/cangkang juga normal, tetapi bobot cenderung ringan (di bawah standar). Solusi: dicampur lagi dengan 1 kg mineral ditambah dengan vitamin egg yang kualitasnya bagus, asal teratur bisa me-normal-kan bobot telur.

4. dicampur dengan nasi aking (nasi sisa yang dikeringkan).
Hasil: telur cenderung normal, baik kerabang, bobot, dan ukuran.

Pencampuran-pencampuran tersebut relatif tidak mempengaruhi jumlah produksi bertelurnya.

Pertimbangan juga sebagai contoh yang di campur dengan jagung:

Apabila penuh memberi 3 sak PYP, berarti membutuhkan pakan sebanyak:
Rp 205.000 x 3 : Rp 615.000,-
Apabila dicampur dengan jagung giling + mineral + vitamin egg berarti membutuhkan pakan sebanyak: (Rp 205.000 x 2) + Rp 110.000,- + Rp 3500,- + Rp 12.000,- : Rp 535.500,-

Selisih antara yang dicampur jagung giling dengan yang penuh 3 sak PYP :
Rp 615.000,- – Rp 535.500,- : Rp 79.500,- per-minggu per-1000 populasi dengan harga jagung giling sekarang Rp 2200,- per-kg.

Lumayan juga kan ada tambahan penghasilan?

Dalam kemitraan jelas tidak boleh ada pencampuran seperti itu alias tidak memenuhi standar keloyalan dengan PT. Dapat dilihat dari pengambilan pakan dan jumlah telur yang disetorkan. Selain dari jumlah telur yang disetorkan, juga dapat dilihat dari kondisi telur.
Untuk yang di-indikasi mencampur tersebut, PT memberi potongan harga pembelian dilihat terutama dari berat telur yang di bawah standar.

Tags :
Baca Selanjutnya →
January 14, 2012

Beternak Burung Puyuh

0 comments
beternak burung puyuh pict

Berikut ini adalah serba-serbi budidaya burung puyuh dimulai dengan sejarah singkat burung puyuh, sentra budidaya burung puyuh, jenis-jenis burung puyuh, manfaat burung puyuh, persyaratan lokasi budidaya burung puyuh, pedoman teknis budidaya burung puyuh, hama dan penyakit burung puyuh dan lain-lain.

1. Sejarah Singkat

Puyuh merupakan jenis burung yang tidak dapat terbang, ukuran tubuh relatif kecil, berkaki pendek dan dapat diadu. Burung puyuh disebut juga Gemak (Bhs. Jawa-Indonesia). Bahasa asingnya disebut “Quail”, merupakan bangsa burung (liar) yang pertama kali diternakan di Amerika Serikat, tahun 1870. Dan terus dikembangkan ke penjuru dunia. Sedangkan di Indonesia puyuh mulai dikenal, dan diternak semenjak akhir tahun 1979. Kini mulai bermunculan di kandang-kandang ternak yang ada di Indonesia.

2. Sentra Peternakan

Sentra Peternakan burung puyuh banyak terdapat di Sumatera, Jawa Barat, Jawa Timur dan Jawa Tengah

3. Jenis

Kelas : Aves (Bangsa Burung)
Ordo : Galiformes
Sub Ordo : Phasianoidae
Famili : Phasianidae
Sub Famili : Phasianinae
Genus : Coturnix
Species : Coturnix-coturnix Japonica

4. Manfaat

- Telur dan dagingnya mempunyai nilai gizi dan rasa yang lezat
- Bulunya sebagai bahan aneka kerajinan atau perabot rumah tangga lainnya
- Kotorannya sebagai pupuk kandang ataupun kompos yang baik dapat digunakan sebagai pupuk tanaman

5. Persyaratan Lokasi

Lokasi jauh dari keramaian dan pemukiman penduduk
Lokasi mempunyai strategi transportasi, terutama jalur sapronak dan jalur-jalur pemasaran
Lokasi terpilih bebas dari wabah penyakit
Bukan merupakan daerah sering banjir
Merupakan daerah yang selalu mendapatkan sirkulasi udara yang baik.

6. Pedoman Teknik Budidaya

Penyiapan Sarana dan Peralatan

Perkandangan
Dalam sistem perkandangan yang perlu diperhatikan adalah temperatur kandang yang ideal atau normal berkisar 20-25 derajat C; kelembaban kandang berkisar 30-80%; penerangan kandang pada siang hari cukup 25-40 watt, sedangkan malam hari 40-60 watt (hal ini berlaku untuk cuaca mendung/musim hujan). Tata letak kandang sebaiknya diatur agar sinar matahari pagi dapat masuk kedalam kandang. Model kandang puyuh ada 2 (dua) macam yang biasa diterapkan yaitu sistem litter (lantai sekam) dan sistem sangkar (batere). Ukuran kandang untuk 1 m 2 dapat diisi 90-100 ekor anak puyuh, selanjuntnya menjadi 60 ekor untuk umur 10 hari sampai lepas masa anakan. Terakhir menjadi 40 ekor/m 2 sampai masa bertelur. Adapun kandang yang biasa digunakan dalam budidaya burung puyuh adalah:

Kandang untuk induk pembibitan
Kandang ini berpegaruh langsung terhadap produktifitas dan kemampuan mneghasilkan telur yang berkualitas. Besar atau ukuran kandang yang akan digunakan harus sesuai dengan jumlah puyuh yang akan dipelihara. Idealnya satu ekor puyuh dewasamembutuhkan luas kandang 200 m2.

Kandang untuk induk petelur
Kandang ini berfungsi sebagai kandang untuk induk pembibit. Kandang ini mempunyai bentuk, ukuran, dan keperluan peralatan yang sama. Kepadatan kandang lebih besar tetapi bisa juga sama.

Kandang untuk anak puyuh/umur stater(kandang indukan)
Kandang ini merupakan kandang bagi anak puyuh pada umur starter, yaitu mulai umur satu hari sampai dengan dua sampai tiga minggu. Kandang ini berfungsi untuk menjaga agar anak puyuh yang masih memerlukan pemanasan itu tetap terlindung dan mendapat panas yang sesuai dengan kebutuhan. Kandang ini perlu dilengkapi alat pemanas. Biasanya ukuran yang sering digunakan adalah lebar 100 cm, panjang 100 cm, tinggi 40 cm, dan tinggi kaki 50 cm. (cukup memuat 90-100 ekor anak puyuh).

Kandang untuk puyuh umur grower (3-6 minggu) dan layer (lebih dari 6 minggu)
Bentuk, ukuran maupun peralatannya sama dengan kandang untuk induk petelur. Alas kandang biasanya berupa kawat ram.

Photobucket

Model Kandang untuk Layer


Peralatan
Perlengkapan kandang berupa tempat makan, tempat minum, tempat bertelur dan tempat obat-obatan.
Penyiapan Bibit.

Yang perlu diperhatikan oleh peternak sebelum memulai usahanya, adalah memahami 3 (tiga) unsur produksi usaha perternakan yaitu bibit/pembibitan, pakan (ransum) dan pengelolaan usaha peternakan.

Pemilihan bibit burung puyuh disesuaikan dengan tujuan pemeliharaan, ada 3 (tiga) macam tujuan pemeliharaan burung puyuh, yaitu:

a. Untuk produksi telur konsumsi, dipilih bibit puyuh jenis ketam betina yang sehat atau bebas dari kerier penyakit.
b. Untuk produksi daging puyuh, dipilih bibit puyuh jantan dan puyuh petelur afkiran.
c. Untuk pembibitan atau produksi telur tetas, dipilih bibit puyuh betina yang baik produksi telurnya dan puyuh jantan yang sehat yang siap membuahi puyuh betina agar dapat menjamin telur tetas yang baik.

Pemeliharaan

1) Sanitasi dan Tindakan Preventif
Untuk menjaga timbulnya penyakit pada pemeliharaan puyuh kebersihan lingkungan kandang dan vaksinasi terhadap puyuh perlu dilakukan sedini
mungkin.

2) Pengontrolan Penyakit
Pengontrolan penyakit dilakukan setiap saat dan apabila ada tanda-tanda yang kurang sehat terhadap puyuh harus segera dilakukan pengobatan sesuai dengan petunjuk dokter hewan atau dinas peternakan setempat atau petunjuk dari Poultry Shoup.

3) Pemberian Pakan
Ransum (pakan) yang dapat diberikan untuk puyuh terdiri dari beberapa bentuk, yaitu: bentuk pallet, remah-remah dan tepung. Karena puyuh yang suka usil memtuk temannya akan mempunyai kesibukan dengan mematuk-matuk pakannya. Pemberian ransum puyuh anakan diberikan 2 (dua) kali sehari pagi dan siang. Sedangkan puyuh remaja/dewasa diberikan ransum hanya satu kali sehari yaitu di pagi hari. Untuk pemberian minum pada anak puyuh pada bibitan terus-menerus.

4) Pemberian Vaksinasi dan Obat
Pada umur 4-7 hari puyuh di vaksinasi dengan dosis separo dari dosis untuk ayam. Vaksin dapat diberikan melalui tetes mata (intra okuler) atau air minum (peroral). Pemberian obat segera dilakukan apabila puyuh terlihat gejala-gejala sakit dengan meminta bantuan petunjuk dari PPL setempat ataupun dari toko peternakan (Poultry Shoup), yang ada di dekat Anda beternak puyuh.

7. Hama dan Penyakit

Radang usus (Quail enteritis)
Penyebab: bakteri anerobik yang membentuk spora dan menyerang usus, sehingga timbul pearadangan pada usus.
Gejala: puyuh tampak lesu, mata tertutup, bulu kelihatan kusam, kotoran berair dan mengandung asam urat.
Pengendalian: memperbaiki tata laksana pemeliharaan, serta memisashkan burung puyuh yang sehat dari yang telah terinfeksi.

Tetelo (NCD/New Casstle Diseae)
Gejala: puyuh sulit bernafas, batuk-batuk, bersin, timbul bunyi ngorok, lesu, mata ngantuk, sayap terkulasi, kadang berdarah, tinja encer kehijauan yang
spesifik adanya gejala “tortikolis”yaitu kepala memutar-mutar tidak menentu dan lumpuh.
Pengendalian:
menjaga kebersihan lingkungan dan peralatan yang tercemar virus, binatang vektor penyakit tetelo, ayam yang mati segera dibakar/dibuang;
pisahkan ayam yang sakit, mencegah tamu masuk areal peternakan tanpa baju yang mensucihamakan/ steril serta melakukan vaksinasi NCD. Sampai sekarang belum ada obatnya.

Berak putih / Kapur (Pullorum)
Penyebab: Kuman Salmonella pullorum dan merupakan penyakit menular.
Gejala: kotoran berwarna putih, nafsu makan hilang, sesak nafas, bulu-bulu mengerut dan sayap lemah menggantung.
Pengendalian: sama dengan pengendalian penyakit tetelo.

Berak darah (Coccidiosis)
Gejala: tinja berdarah dan mencret, nafsu makan kurang, sayap terkulasi, bulu kusam menggigil kedinginan.
Pengendalian:
menjaga kebersihan lingkungaan, menjaga litter tetap kering;
dengan Tetra Chloine Capsule diberikan melalui mulut; Noxal, Trisula Zuco tablet dilarutkan dalam air minum atau sulfaqui moxaline, amprolium, cxaldayocox

Cacar Unggas (Fowl Pox)
Penyebab: Poxvirus, menyerang bangsa unggas dari semua umur dan jenis kelamin.
Gejala: imbulnya keropeng-keropeng pada kulit yang tidak berbulu, seperti pial, kaki, mulut dan farink yang apabila dilepaskan akan mengeluarkan darah.
Pengendalian: vaksin dipteria dan mengisolasi kandang atau puyuh yang terinfksi.

Quail Bronchitis
Penyebab: Quail bronchitis virus (adenovirus) yang bersifat sangat menular.
Gejala: puyuh kelihatan lesu, bulu kusam, gemetar, sulit bernafas, batuk dan bersi, mata dan hidung kadang-kadang mengeluarkan lendir serta kadangkala kepala dan leher agak terpuntir.
Pengendalian: pemberian pakan yang bergizi dengan sanitasi yang memadai.

Aspergillosis
Penyebab: cendawan Aspergillus fumigatus.
Gejala: Puyuh mengalami gangguan pernafasan, mata terbentuk lapisan putih menyerupai keju, mengantuk, nafsu makan berkurang.
Pengendalian: memperbaiki sanitasi kandang dan lingkungan sekitarnya.

Cacingan
Penyebab: sanitasi yang buruk.
Gejala: puyuh tampak kurus, lesu dan lemah.
Pengendalian: menjaga kebersihan kandang dan pemberian pakan yang terjaga kebersihannya.

8. Panen

Hasil Utama
Pada usaha pemeliharaan puyuh petelur, yang menjadi hasil utamanya adalah produksi telurnya yang dipanen setiap hari selama masa produksi berlangsung.
Hasil Tambahan

Sedangkan yang merupakan hasil tambahan antara lain berupa daging afkiran, tinja dan bulu puyuh.

9. Pasca Panen ...

10. Analisis Ekonomi Budidaya

Analisis Usaha Budidaya

Investasi
kandang ukuran 9 x 0,6 x 1,9 m (1 jalur + tempat makan dan minum) Rp. 2.320.000,-
kandang besar Rp. 1.450.000,-
Biaya pemeliharaan (untuk umur 0-2 bulan)
ay Old Quail (DOQ) x Rp 798 (Harga DOQ) Rp. 1.596.000,-
Obat (Vitamin + Vaksin) Rp. 145.000,-
Pakan (selama 60 hari) Rp. 2.981.200,-
Jumlah biaya produksi Rp. 4.722.200,-
Keadaan puyuh:
Jumlah anak 2000 ekor (jantan dan betina)
Resiko mati 5%, sisa 1900
Resiko kelamin 15% jantan, 85% betina (285 jantan, 1615 betina)
Setelah 2 bulan harga puyuh bibit Rp 3.625,- betina dan Rp 725 jantan
Penjualan puyuh bibit umur 2 bulan Rp. 4.408.000,-Minus Rp. -314.200,-
Biaya pemeliharaan (0-4 bulan)
200 DOQ x Rp 798,- Rp. 159.600,-
Obat (vitamin dan Vaksinasi) Rp. 290.000,-
Pakan (sampai dengan umur 3 minggu) Rp. 2.459.925,-
Pakan (s/d minggu ke 4) betina 1615 ekor dan 71 ekor jantan (25% jantan layak bibit) Rp. 5.264.051,-
Jumlah biaya produksi Rp. 8.173.576,-
Keadaan puyuh:
Mulai umur 1,5 bulan puyuh bertelur setiap hari rata-rata 85%, jumlah telur 1373 butir
Hasil telur 75 hari x 1373 x Rp 75,- Rp. 7.723.125,-
Puyuh betina bibit 1615 ekor @ Rp 3.625,- Rp. 5.854.375,-
Puyuh jantan bibit 75 ekor @ Rp 798,- Rp. 59.850,-
Puyuh jantan afkiran 214 ekor @ Rp 725,- Rp. 155.150,-
Keuntungan dari hasil penjualan Rp. 5.618.924,-
Biaya pemeliharaan (sampai umur 8 bulan)
Biaya untuk umur 4-8 bulan Rp. 1.625.137,-

Pendapatan
Hasil telur (0,5 bulan) 195 x 1373 x Rp 75,- Rp. 20.080.125,-
Hasil puyuh afkir 1615 ekor @ Rp 798,- Rp. 1.288.770,-
Hasil jantan afkir 71 ekor @ Rp 725,- Rp. 51.475,-
Hasil jantan afkir (2 bln) 214 ekor @ Rp 725,- Rp. 155.150,-
Keuntungan beternak puyuh petelur dan afkiran jual Rp. 10.950.113,-

Jadi peternak lebih banyak menjumlah keuntungan bila beternak puyuh petelur, baru kemudian puyuh afkirannya di jual daripada menjual puyuh bibit. Analisa usaha dihitung berdasarkan harga-harga yang berlaku pada tahun 1999.

11. Daftar Pustaka

Beternak burung puyuh, 1981. Nugroho, Drh. Mayen 1 bk. Dosen umum Ternak Unggas Fakultas Kedokteran Hewan dan Peternakan, Universitas Udayana.
Puyuh, Tatalaksana Budidaya secara komersil, 1992. Elly Listyowati, Ir. Kinanti Rospitasari, Penebar Swadaya, Jakarta.
Memelihara burung puyuh, 1985. Muhammad Rasyaf, Ir. Penerbit Kanisius (Anggota KAPPI), Yogyakarta.
Beternak burung puyuh dan Pemeliharaan secara komersil, tahun 1985. Wahyuning Dyah Evitadewi dkk. Penerbit Aneka Ilmu Semarang

12. Kontak Hubungan

Proyek Pengembangan Ekonomi Masyarakat Pedesaan – BAPPENAS Jl.Sunda Kelapa No. 7 Jakarta, Tel. 021 390 9829 , Fax. 021 390 9829
Kantor Menteri Negara Riset dan Teknologi, Deputi Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Iptek, Gedung II BPPT Lantai 6, Jl. M.H.Thamrin No. 8, Jakarta 10340, Indonesia, Tel. +62 21 316 9166~69, Fax. +62 21 310 1952, Situs Web: http://www.ristek.go.id

Sumber : Proyek Pengembangan Ekonomi Masyarakat Pedesaan, Bappenas

Baca Selanjutnya →