ALT_IMG

Mesin Tetas PUI-100

Dengan mengikuti tata cara penetasan telur yang benar, keberhasilan telur yang menetas dengan mesin penetas Pesona Unggas PUI-100 ini bisa di atas 90 %. Dengan cara tradisional biasanya dibawah 50 %. Baca Selengkapnya...

ALT_IMG

Mesin Penetas PUI-30

Mesin penetas PUI-30 adalah salah satu solusi untuk membantu meningkatkan produktivitas peternakan unggas. Dengan ukuran PUI-30 yang relatif kecil maka efektif untuk penetasan telur unggas yang berukuran besar maupun kecil seperti telur burung. Sangat tepat untuk para hobis dan untuk penelitian. Baca Selengkapnya...

Alt img

Pembibitan DOC Ayam Kampung

Usaha Penetasan Telur Ayam untuk menghasilkan anak ayam atau DOC (Day Old Chick) merupakan salah satu alternatif usaha dibidang peternakan unggas, yang merupakan bagian dari penyediaan bibit ayam. Baca Selengkapnya.....

ALT_IMG

Beternak Burung Kenari

Burung kenari (serinus Canaria) pertama kali ditemukan di kepulauan Canary oleh penjelajah perancis, Jean de Bethencourt pada tahun 1402. Terkesan karena keindahan bulu dan kemerduan suaranya, Jean de Bethencourt dan Henry the navigator membawa burung kenari liar ke Portugal dan Inggris. Baca Selengkapnya....

ALT_IMG

Ayam Kampung

Ayam kampung merupakan keturunan dari ayam hutan merah (Gallus gallus) dan ayam hutan hijau (Gallus varius). Akibat proses budidaya dan perkawinan antar keturunan secara alam, maka muncullah berbagai macam tipe ayam dengan beragam penampilan fisik dan varitas. Baca Selengkapnya...

ALT_IMG

Ayam Serama

Ayam Serama merupakan jenis ayam hasil persilangan Ayam Kapan alias kate kaki panjang dengan ras Ayam Modern Game Bantam. Penyilangnya adalah Wee Yean Een yang berasal dari Malaysia. Ia menyilangkan kedua jenis ayam tersebut Pada tahun 1971. Baca Selengkapnya....

ALT_IMG

Burung Puyuh

Burung Puyuh merupakan jenis burung yang tidak dapat terbang, ukuran tubuh relatif kecil, berkaki pendek. Merupakan bangsa burung (liar) yang pertama kali diternakan di Amerika Serikat, tahun 1870. Dan terus dikembangkan ke penjuru dunia. Baca Selengkapnya...

ALT_IMG

Ayam Cemani

“Ayam cemani merupakan ayam yang memiliki dominan warna hitam pada kuku, kulit, bulu, paruh, mata, daging, tulang, dan lidah, bahkan kadang ada juga yang berdarah hitam. Ayam ini oleh kalangan tertentu diyakini memiliki kekuatan magis“ Baca Selengkapnya...

ALT_IMG

Ayam Mutiara

Ayam mutiara (Guiena Fowl) merupakan unggas yang banyak diternakkan sebagai hewan hias. Ayam mutiara memiliki bentuk tubuh dan warna bulu yang menarik untuk dilihat. Bulu-bulunya dihiasi dengan bintik-bintik seperti mutiara. Baca Selengkapnya...

ALT_IMG

Ayam Ketawa

Ayam Ketawa dikenal masyarakat karena suaranya yang unik menyerupai suara tertawa. Kokok ayam ketawa yang panjang dan memiliki cengkok yang khas membuat pesona ayam yang satu ini menempati posisi tersendiri bagi penggemar unggas. Baca Selengkapnya...

ALT_IMG

Ayam Pelung

Ayam Pelung dikenal masyarakat karena kemerduan suaranya. Kokok ayam pelung yang panjang dan memiliki cengkok yang khas membuat ayam ini memiliki nilai jual yang tinggi. Baca Selengkapnya...

ALT_IMG

Ayam Bekisar

Ayam Bekisar merupakan keturunan F1 hasil perkawinan ayam hutan jantan (Gallus varius) dan ayam Kampung betina (Gallus gallus domesticus). Bekisar dikembangkan sebagai ayam kesayangan untuk menghasilkan ayam hias yang indah bulu dan suaranya. Baca Selengkapnya...

ALT_IMG

Itik Petelur

Itik dikenal juga dengan istilah Bebek (bhs.Jawa). Nenek moyangnya berasal dari Amerika Utara merupakan itik liar ( Anas moscha) atau Wild mallard, Baca Selengkapnya...

ALT_IMG

Pakan Alternatif Azolla

Azolla microphylla mengandung kadar protein tinggi antara 24-30%. Kandungan asam amino essensialnya, terutama lisin 0,42% lebih tinggi dibandingkan dengan konsentrat jagung, dedak, dan beras. Dengan kandungan protein yang tinggi tersebut Azolla bisa dijadikan pakan alternatif untuk ternak unggas terutama ayam dan itik. Baca Selengkapnya...

ALT_IMG

Burung Merpati

Burung Merpati yang sering menyabet gelar juara dalam berbagai kontes akan memiliki harga jual tinggi bahkan sangat fantatis. Di mana harga merpati balap yang sering menjadi jawara dapat mencapai ratusan juta rupiah. Ada peluang yang cerah dalam budidaya merpati. Baca Selengkapnya...

ALT_IMG

Usaha Ternak Ayam Arab

Ayam Arab, memiliki keunggulan-keunggulan lain yang jarang diketahui masyarakat. Sehingga penulis mencoba untuk memberikan wawasan dan informasi yang diharapkan mampu untuk mengubah anggapan mengenai peluang usaha ayam arab. Baca Selengkapnya...

Showing posts with label Informasi Dunia Ternak. Show all posts
Showing posts with label Informasi Dunia Ternak. Show all posts
May 30, 2014

Cara Membuat Sendiri EM-4 Untuk Kesehatan Unggas

0 comments


EM-4 adalah efective microorganisme dalam bentuk larutan hasil fermentasi pada tahap ke empat. Manfaat EM-4 dalam bidang peternakan unggas adalah sebagai berikut:

  • Mengurangi polusi bau dari kotoran unggas
  • Mengurangi stres pada unggas
  • Menyehatkan unggas
  • Menyeimbangkan mikroorganisme di dalam perut unggas
  • Meningkatkan nafsu makan unggas
  • Menekan penyakit pada unggas
  • Meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi unggas

Melihat manfaatnya yang banyak sekali, EM-4 menjadi begitu penting dalam dunia peternakan organik. Jika peternak harus membeli EM4 produksi pabrik tentu harganya lumayan mahal, padahal ada cara untuk membuat EM4 sendiri dengan biaya yang sangat murah. Disini kami berikan dua cara pembuatan EM4 yang kami peroleh dari hasil eksperimen Bpk. Supli Effendi Rahim (semoga beliau mendapatkan amal jariyah atas ilmunya ini).

Cara Pembuatan EM-4

CARA ke-1

Bahan-bahan :
  • Sampah sayur, terutama kacang-kacangan
  • Kulit buah-buahan (nanas, pepaya, pisang, rambutan, mangga, dsb.)
  • Bekatul/dedak, secukupnya
  • Gula merah, sedikit saja
  • Air beras, secukupnya

Cara Pembuatan :

- Sampah sayur dan kulit buah-buahan yang sudah dicacah kecil-kecil, bekatul dicampurkan. Tempatkan dalam sebuah ember atau drum lalu tutup rapat. biarkan selama satu minggu sampai membusuk sehingga menjadi EM1, sambil sesekali diaduk.

- EM singkatan dari Effective Microorganism, yaitu jasad renik yang akan mempercepat proses pengomposan. Dinotasikan dengan angka 1 karena inilah cairan mikroorganisme yang terbentuk setelah mengalami dekomposisi selama satu minggu.

- Cairan EM1 dicampur dengan sampah sayur dan kulit buah-buahan. Kemudian didiamkan lagi selama satu minggu. Cairan baru yang terbentuk disebut dengan EM2.

- Cairan EM2 dicampurkan dengan bekatul, gula merah dan air beras. Didiamkan lagi selama satu minggu sehingga menjadi EM3.

- Diamkan lagi selama satu minggu tanpa menambahkan apa-apa. Cairan itu telah menjadi EM4.

CARA ke-2

Bahan - bahan :
  • Pepaya matang atau kulitnya sebanyak 0,5 kg
  • Pisang matang atau kulitnya sebanyak 0,5 kg
  • Nanas matang atau kulitnya sebanyak 0,5 kg
  • Kacang panjang segar sebanyak 0,25 kg
  • Kangkung air segar sebanyak 0,25 kg
  • Batang pisang muda bagian dalam sebanyak 1,5 kg
  • Gula pasir sebanyak 1 kg
  • Air tuak dari nira / Air kelapa sebanyak 0,5 liter

Cara Pembuatan :

- Pepaya, pisang, nanas, kacang panjang, kangkung dan batang pisang muda dihancurkan hingga ukuran menjadi agak halus. Campuran bahan tersebut dan masukkan dalam ember atau drum.

- Campurkan gula pasir dan tuak/air kelapa dalam ember tadi dan aduk hingga rata.

- Wadah ditutup rapat dan disimpan selama 7 hari.

- Setelah 7 hari larutan yang dihasilkan dikumpulkan secara bertahap setiap hari hingga habis.

- Larutan tersebut disaring dan dimasukkan kedalam wadah yang tertutup rapat. Larutan tersebut adalah EM4 yang siap digunakan dan dapat bertahan hingga 6 bulan.

- Ampas dari hasil penyaringan larutan bisa digunakan sebagai pupuk kompos.

Cara Pemakaian :

Sebagai air minum ternak, Larutkan 1 cc EM-4 per satu liter air minum setiap hari. Larutkan 1 cc EM-4 per satu liter air, kemudian disemprotkan ke dalam pakan ternak.

Untuk mencegah bau kotoran dan kandang ternak, larutkan EM-4 dan Molas ke dalam air dengan perbandingan 1:1:100 kemudian disimpan dalam tempat yang tertutup rapat selama 1-2 hari kemudian dipergunakan untuk menyemprot kandang dan pada badan ternak dengan dosis 10 cc larutan dalamn 1 liter air.

Selamat mencoba, semoga ternak unggas Anda selalu sehat dan memiliki tingkat produksi yang tinggi.
Baca Selanjutnya →
July 19, 2013

Tahapan Perkembangan Embrio Ayam

0 comments
perkembangan_embrio_ayam

Salah satu mukjizat terbesar alam adalah transformasi dari telur menjadi anak ayam. Anak ayam muncul dari telur setelah tiga minggu dalam inkubasi. Kompleksitas perkembangan embrio begitu rumit dan sulit dapat dipahami tanpa memahami ilmu embriologi.

Dalam perkembangannya, embrio dibantu oleh kantung kuning telur, amnion, dan alantois. Kantung kuning telur dindingnya dapat menghasilkan enzim. Enzim ini mengubah isi kuning telur sehingga mudah diserap embrio. Amnion berfungsi sebagai bantal, sedangkan alantois berfungsi sebagai pembawa oksigen ke embrio, menyerap zat asam dari embrio, mengambil sisa-sisa pencernaan yang terdapat dalam ginjal dan menyimpannya dalam alantois, serta membantu mencerna albumen.

 photo perkembangan_embrio_ayam_zps48c8a49a.jpg

Hari Ke - 1
  • 16 jam - tanda pertama dari kemiripannya dengan embrio ayam
  • 18 jam - penampilan saluran pencernaan
  • 20 jam - tampilan kolom vertebral
  • 21 jam - awal sistem saraf
  • 22 jam - awal kepala
  • 24 jam - awal mata
Bentuk awal embrio pada hari pertama belum jelas terlihat ,sel benih berkembang menjadi bentuk seperti cincin dengan bagian tepinya gelap, sedangkan bagian tengahnya agak terang. Bagian tengah ini merupakan sel benih betina yang sudah dibuahi yang dinamakan zygot blastoder. setelah lebih kurang 15 menit setelah pembuahan, mulailah terjadi pembiakan sel-sel bagian awal perkembangan embrio. Jadi didalam tubuh induk sudah terjadi perkembangan embrio.

Hari Ke - 2
  • 25 jam - awal jantung
  • 35 jam - awal telinga
  • 42 jam - denyut jantung
Bentuk awal embrio hari kedua mulai terlihat jelas. Pada umur ini sudah terlihat primitive streake – suatu bentuk memanjang dari pusat blastoderm – yang kelak akan berkembang menjadi embrio. Pada blastoderm terdapat garis-garis warna merah yang merupakan petunjuk mulainya sistem sirkulasi darah.

Hari Ke - 3
  • 60 jam - awal hidung
  • 62 jam - mulai dari kaki
  • 64 jam - awal sayap
Pada hari ke 3 ini jantung sudah ulai terbentuk dan berdenyut serta bentuk embrio sudah mulai tampak dengan menggunakan alat khusus seperti mikroskop gelembung dapat dilihat gelembung bening , kantung amnion , dan awal perkembangan alantois. Gelembung-gelembung bening tersebut nantinya akan menjadi otak. Sementara kantong amnion yang berisi cairan warna putih berfungsi melindungi embrio dari goncangan dan membuat embrio bergerak bebas.

Hari Ke - 4
Di hari ke 4 ini mata sudah mulai kelihatan,. Mata tersebut tampak sebagai bintik gelap yang terletak disebelah kanan jantung . selain itu jantung sudah membesar. Dengan menggunakan mikroskop, dapat dilihat otaknya. Otak ini terbagi menjadi tiga bagian, yaitu otak depan, otak tengah dan otak belakang.

Hari Ke - 5
Pada hari kelima ini, embrionya sudah mulai tampak lebih jelas. Kuncup-kuncup anggota badan sudah mulai terbentuk. Ekor dan kepala embrio sudah berdekatan sehingga tampak seperti huruf C. Dengan menggunakan mikroskop, dapat dilihat bahwa telah terjadi perkembangan alat reproduksi dan sudah terbentuk jenis kelaminnya. Sementara amnion dan alantois sudah kelihatan.

Hari Ke - 6
Pada hari keenam ini kuncup-kuncup anggota badan sudah mulai terbentuk. Mata sudah tampak menonjol. Dengan mikroskop dapat dilihat bahwa rongga dada sudah mulai berkembang dan jantung sudah membesar. Selain itu, dapat dilihat otak, amnion dan alantois, kantong kuning telur, seta paruhnya.

Hari Ke - 7
Pada umur tujuh hari, paruhnya sudah tampak seperti bintik gelap pada dasar mata. Dengan menggunakan mikroskop dapat dilihat bahagian tubuh lainnya sudah mulai terbentuk, yaitu otak dan leher.

Hari Ke - 8
pada hari kedelapan ini, mata embrio sudah jelas terlihat.

Hari Ke - 9
Umur sembilan hari ini lipatan dan pembuluh darahnya sudah bertambah seta jari kakinya mulai terbentuk.

Hari Ke - 10
Umur sepuluh hari ini biasanya paruhnya sudah mulai keras. Dengan menggunakan mikroskop dapat dilihat folikel bulu embrio yang mulai terbentuk.

Hari Ke - 11
Embrio pada hari kesebelas sudah tampak seperti ayam. embrio ini menjadi semakin besar sehingga yolk akan menyusut dan paruhnya sudah mulai terlihat jelas.

Hari Ke - 12
Embrio umur dua belas hari sudah semakin besar dan mulai masuk ke yolk sehingga yolk semakin kecil. Mata sebelah kanan mulai membuka sedikit, sedangkan telinganya sudah terbentuk dan sudah tampak permulaan pertumbuhan bulu bagian bawah.

Hari Ke - 13
Pada hari ke 13, sisik dan cakar sudah mulai tampak jelas.

Hari Ke - 14
Perkembahan embrio pada hari keempat belas ini, punggung telah tampak meringkuk atau melengkung. Sementara bulu hampir menutupi seluruh tubuhnya

Hari Ke - 15
Pada umur 15 hari , biasanya kepala embrio sudah mengarah kebagian tumpul bagian telur .

Hari Ke - 16
Embrio pada umur enam belas hari sudah mengambil posisi yang baik didalam kerabang. Sisik, cakar dan paruh sudah mulai mengeras dan bertanduk.

Hari Ke - 17
Pada umur tujuh belas hari ini, paruh embrio sudah mengarah kekantung udara.

Hari Ke - 18
Pada umur delapan belas hari ini, embrio yang sudah tampak jelas seperti ayam akan mempersiapkan diri akan menetas. Jari kaki, sayap, dan bulunya berkembang dengan baik.

Hari Ke - 19
Pada umur 19 hari , biasanya paruh ayam sudah siap mematuk dan menusuk selaput kerabang dalam.

Hari Ke - 20
Pada umur 20 hari, kantong kuning telur sudah masuk seluruhnya kedalam rongga perut . embrio ini hampir menempati seluruh rongga di dalam telur, kecuali kantung udara. Pada hari kedua puluh ini terjadi serangkaian proses penetasan yang dimulai dengan kerabang mulai terbuka. Untuk membuka kerabang ini, ayam menggunakan paruhnya dengan cara mematuk. Semakin lama, kerabang akan semakin besar membuka, sehingga ayam dapat bernafas. Pada saat ini kelembaban sangat penting agar pengeringan selaput kerabang dan penempelan perut pada kerabang dapat dicegah. Selanjutnya ayam memutar tubuhnya dengan bantuan dorongan kakinya. Dengan bantuan sayapnya, keadaan pecahnya kerabang semakin besar.

Hari Ke - 21
Dihari ke dua puluh satu ini, ayam sudah membuka kerabangnya walaupun belum seluruhnya. Dari keadaan ini biasanya tubuh ayam memerlukan waktu 12 – 18 jam untuk keluar dari kerabang. Setelah keluar dari kerabang, tubuh masih basah. Agar kering, diperlukan waktu sekitar 6 – 12 jam, bila sudah kering, ayam tersebut dapat dikeluarkan dari dalam ruang mesin penetas.
Baca Selanjutnya →
March 10, 2013

Mengatasi Bau Kotoran Unggas | Mikrobakteri dan Jamu

4 comments

Air Minum
Pemberian air minum pada unggas tidak hanya menghilangkan rasa haus. Air minum dapat pula dimanfaatkan untuk mengurangi polusi yang ditimbulkan oleh bau kotoran unggas. Penyebab bau kotoran yang menyengat diakibatkan oleh tingginya kadar protein yang diberikan pada pakan, mencapai 22 – 27%.

Ada 3 macam air minum yang dapat diberikan pada ternak unggas seperti ayam, puyuh, itik, dll. Yakni air minum bercampur mikrobakteri, jamu, dan vaksin.

Mikrobakteri
Air minum berisi mikrobakteri sangat berperan dalam mengurangi bahkan menghilangkan bau kotoran unggas yang menyengat. Contoh mikrobakteri adalah EM4 dan Agrobost. Air yang kaya organisme ini diberikan setiap hari.

Jamu
Pemberian jamu sama khasiatnya pada manusia. Sebab bahan yang digunakan memang mirip dengan bahan jamu, yaitu menghangatkan tubuh. Ada kencur, bawang putuh, jahe, laos, dan daun sirih. Jamu yang difermentasikan juga membuat kotoran tidak berbau.

Cara Pembuatan Jamu Fermentasi

Bahan Jamu
  • Bawang putih 1/2 kg
  • Kunyit 1/2 kg
  • Daun sirih
  • Kencur 1/2 kg
  • Laos 1/2 kg
  • Jahe 1/2 kg

  • Larutan Mikrobiologi
  • Mikrobakteri 1 ltr
  • Molase 1 ltr atau 1,5 kg gula
  • Air

  • Semua bahan jamu diblender atau dihaluskan. Sedangkan larutan mikrobakteri dan molase dicampurkan dalam satu wadah. Lebih baik lagi bila percampuran dilakukan 1 minggu sebelumnya agar bakteri yang akan mempercepat fermentasi sudah berkembang biak.

    Tahapan Membuat Jamu
    1. Siapkan bahan jamu berupa: Bawang putih 1/2 kg, kunyit 1/2 kg, daun sirih 30-50 lembar, kencur 1/2 kg, laos 1/2 kg, dan jahe 1/2 kg.
    2. Iris dan hancurkan bahan-bahan.
    3. Siapkan larutan mikromakteri sebanyak 1 ltr, masukkan dalam 2 ltr air.
    4. Siapkan molase sebanyak 1 ltr, campurkan dengan larutan bakteri.
    5. Masukkan bahan jamu yang sudah hancur dalam jerigen.
    6. Masukkan larutan mikrobakteri dalam drum.
    7. Tutup jerigen dengan rapat.

    Setelah seminggu, larutan disaring sehingga terpisah ampas dengan larutan jamu fermentasi. Larutan itulah yang dimanfaatkan sebagai jamu. Untuk pemakaian jamu tersebut, ambil 10 cc jamu. Masukkan dalam 10 ltr air di ember. Larutan jamu itu dicampurkan ke air minum ternak unggas. Berikan 2 kali seminggu. Bila jamu diberikan pada pagi hari maka larutan mikrobakteri diberikan pada sore hari. Jadi pemberian keduanya tidak bersamaan.

    Pemakaian bakteri berfungsi:
  • Mencegah bau tidak sedap dari kotoran unggas
  • Menekan perkembangan lalat dan serangga
  • Memperbaiki kesehatan ternak
  • Mengurangi stress
  • Menekan jumlah kematian ternak
  • Kerabang telur menjadi kuat, tidak mudah pecah
  • Baca Selanjutnya →
    January 29, 2013

    Sang Pencetak Punglor dari Desa Suwaru

    1 comments
    penangkar punglor

    Peminat harus memboking lebih dulu agar kebagian piyik, sebab penetasannya hanya pada musim tertentu.

    Menangkar atau membiakkan punglor (Anis) sama sulitnya dengan merawat burung jenis ini. Anis merah adalah jenis yang paling rewel dan mudah stres. Burung warna coklat ini terkenal paling sensitif dan karakternya agak nyeleneh.

    Banyak penghobi yang ingin mencoba menangkar Anis merah namun berakhir dengan kegagalan, ada pula beberapa penangkar yang mencoba menetaskan telur melalui alat penetas, namun karena tidak memahami penggunaan mesin tersebut banyak yang tanpa hasil. Apalagi jika tidak memahami suhu yang cocok untuk menetaskan burung ocehan, sangat kecil sekali kemungkinan berhasil.

    Namun tidak demikian dengan yang dilakukan oleh Sutikno dan Sulis Haryanto, warga Desa Suwaru Kecamatan Pagelaran Kabupaten Malang ini justru sukses menangkarkan Anis Merah dengan cara yang sederhana.

    Dua bersaudara ini bukanlah penangkar. Mereka tidak tahu bagaimana mengembangbiakkan burung berkicau di kandang penangkaran. Hanya berbekal kotak kardus bekas air mineral mereka berhasil pencetak ratusan punglor merah dan punglor kembang. Telur-telur burung tersebut ia dapatkan dari perkebunan salak disekitar rumahnya

    Proses Penetasan

    Meskipun menggunakan perlengkapan penetasan sederhana namun hasilnya memuaskan, yakni memakai kardus air mineral yang didalamnya diberi lampu bohlam 20W dan sebuah thermostat/thermo regulator yang berfungsi untuk mengontrol suhu agar stabil dalam suhu penetasan yakni 36-37oC.
    Baca Selanjutnya →
    August 15, 2012

    Tips Memilih Bibit Itik Yang Baik

    0 comments

    Pembibitan itik (DOD) yang dilakukan secara intensif tidaklah sebanyak pembibitan ayam (DOC), yang ada hanya penetasan telur yang diperoleh dari berbagai peternak yang kemudian ditetaskan oleh peternak kecil menengah (rumahan). Indukannya pun bukan berasal dari hasil seleksi. Tak heran jika saat ini sulit menemukan bibit itik unggul dalam jumlah besar dan umurnya seragam.

    Daerah sentra peternak itik dan penghasil bibit itik (Day Old Duck/DOD) dan itik siap dibesarkan atau itik siap bertelur (Meri) adalah di Alabio-Kalimantan Selatan, Cirebon, Cimalaya-Jawa Barat, Tegal-Jawa Tengah, dan Mojosari-Jawa Timur.

    Bagi peternak itik petelur perlu memperhatikan pemberian pakan saat itik berumur 1-6 hari guna pertumbuhan kerangka cadangan kapur untuk pembuatan kulit cangkang telur. Untuk itu jauh lebih baik jika memelihara itik petelur dari DOD daripada membeli bibit itik petelur yang siap bertelur. Namun agar lebih efisiensi waktu dan biaya, membeli indukan siap bertelur dari peternak angonpun tiada salahnya, asalkan mengetahui trik memilih yang tepat.

    Meskipun tak ada perbedaan total telur yang dihasilkan antara itik yang dipelihara dari DOD atau Meri. Berikut ini kriteria memilih DOD maupun itik siap bertelur/dibesarkan :

    Kriteria DOD Unggul
    • Bobot sekitar 38-40 gram.
    • Berbulu bagus dan kering.
    • Kedua matanya terbuka/melek.
    • Anak itik bergerak lincah.
    • Pusarnya sudah kering dan duburnya bersih.
    • Tidak ada cacat pada kaki (pengkor).

    Kriteria Itik Siap Bertelur/Dibesarkan
    • Umur sekitar 5 bulan.
    • Tidak cacat.
    • Bobot telah mencapai 1,4 kg atau sekitar 1,3 kg untuk bebek Mojosari dan 1,4-1,5 kg jenis Alabio.
    • Berat badan harus seragam agar telur yang dihasilkan seragam pula.
    • Beli dalam jumlah terbatas 200-300 ekor.
    • Tulang pubis (pantat) yang berada ditempat saluran keluar telur saat menuju ke kloaka melebar denga ukuran 3 jari tangan.
    • Sedangkan untuk bibit pembesaran itik pedaging pilih bibit pejantan umur 10 minggu yang bobotnya 0,9 kg atau itik betina afkir.

    * sumber dari Prof. Emer. Dr. Peni S. Hardjosworo
    Praktisi perunggasan IPB


    Tags :
    Baca Selanjutnya →
    June 6, 2012

    Cara Menghindari Kanibalisme Pada Ayam

    3 comments


    Pada pemeliharaan ayam kampung sering kali terjadi kanibalisme, antar ayam terjadi saling menyerang, hal ini terjadi karena kurangnya perhatian ekstra pada masa pemeliharaan.

    Kanibalisme sering kali dikaitkan dengan sifat bawaan ayam kampung yang cenderung agresif. Selain faktor tersebut ada banyak faktor lain yang dapat menimbulkan hal tersebut.

    Untuk menghindari terjadinya kanibalisme pada ternak ayam maka ada beberapa hal yang perlu mendapat perhatikan dari para peternak, diantaranya :

    1. Kepadatan kandang harus disesuaikan antara luas kandang dengan jumlah ayam.

    2. Suhu udara di dalam kandang usahakan jangan terlalu panas. Suhu udara yang terlalu panas dapat memacu ayam untuk lebih agresif, sebaiknya suhu udara di dalam kandang sesuai dengan suhu yang dibutuhkan ayam pada periode umur tertentu, selain itu suhu udara yang panas dapat menimbulkan penyakit pernafasan pada ayam dan mengurangi nafsu makan.

    3. Ketersediaan pakan dan minum ayam usahakan terpenuhi secara teratur. Hal ini sering terjadi pada pemeliharaan, ketersediaan pakan yang selalu ada sangat penting dalam pemeliharaan, dengan pakan dan minum yang terbatas ayam akan berebut dan menimbulkan perkelahian.

    4. Kandungan protein pada ransum ayam harus terpenuhi. Kandungan protein pada ransum sangat penting kaitannya dengan pertumbuhan ayam, selain itu kandungan protein yang kurang dapat memacu ayam untuk bertindak kanibal. sebaiknya peternak memperhatikan kebutuhan protein pada periode umur tertentu agar target pertumbuhan dapat terpenuhi dan mencegah kanibalime pada ayam.

    5. Hindari suasana dalam kandang yang tidak tenang.

    6. Hindari penggunaan suplemen yang berlebihan. Pengunaan suplemen dapat meningkatkan keagresifan pada ayam, namun penggunaan suplemen yang berlebihan dapat menimbulkan keagresifan yang berlebihan pada ayam, sehingga menimbulkan perkelahian.

    7. Hindari Chick in atau memasukkan kelompok ayam dengan umur yang berbeda. Perbedaan umur ayam dalam satu kandang sebaiknya jangan pernah dilakukan, Hal ini dapat berakibat fatal, ayam yang lebih dewasa biasanya akan memangsa ayam yang umurnya kebih muda.
    Baca Selanjutnya →
    May 19, 2012

    Mengolah Air Gambut Pada Daerah Rawa Pasang Surut | Untuk Keperluan Ternak

    0 comments



    1. Pendahuluan

    Kebutuhan akan air bersih di daerah pedesaan dan pinggiran kota untuk keperluan ternak harus diperhatikan. Cara penjernihan air perlu diketahui karena saat ini semakin banyak sumber air yang tercemar limbah rumah tangga maupun limbah industri.

    Cara penjernihan air baik secara alami maupun kimiawi akan diuraikan dalam tulisan kali ini. Cara-cara yang disajikan dapat digunakan di desa karena bahan dan alatnya mudah didapat. Bahan-bahannya anatara lain batu, pasir, kerikil, arang tempurung kelapa, arang sekam padi, tanah liat, ijuk, kaporit, kapur, tawas, biji kelor dan lain-lain.

    2. Uraian Singkat

    Pengolahan air gambut menjadi air sehat bisa digunakan di daerah rawa seperti di Kalimantan dan Sumatera yang mengandung gambut. Untuk itu diperlukan suatu cara pengolahan air gambut yang sederhana dan terjangkau oleh masyarakat di daerah tersebut. Caranya dengan menggunakan pasir sebagai saringan.

    3. Bahan

    • Air gambut (yang berwarna coklat, kandungan zat organik tinggi; pa rendah; kesadahan rendah)
    • Zat pengumpul (tanah liat yang berwarna hitam dan berbau busuk)
    • Pasir (diambil 03-1,2 mm)

    4. Pembuatan

    Proses pengolahannya terdiri dari dua tahap, yaitu:
    1. Dalam drum, air gambut dicampur dengan lempung. Setelah diaduk terjadi proses penggumpulan, penyampuran, penyerapan dan pengendapan.
    2. Proses penyaringan (filtrasi)
    Dalam tabung penyaring, air yang mengalir dari drum mengalami proses filtrasi (fisik dan kimia) sehingga menghasilkan air bersih yang memenuhi persyaratan Departemen Kesehatan RI.

    5. Penggunaan

    Petunjuk Operasi

    Gambar 1.Diagram Proses


    Photobucket


    1. Air gambut dimasukkan ke dalam drum/tong kira-kira sebanyak 200 liter semua kran dalam keadaan tertutup.
    2. Siapkan tanah lempung kira-kira sebanyak 40 sendok makan (1/2 kg), kemudian larutkan dalam ember kecil dengan air kira-kira 2 lt.
    3. Masukkan larutan dalam ember tadi ke dalam drum melalui ayakan, kemudian aduk dengan jalan memutar batang pengaduk selama 5-10 menit.
    4. Biarkan air dalam drum selama 45-60 menit agar kotoran mengendap.
    5. Kran 1 dan 3 dibuka untuk mendapatkan air bersih.

    Catatan : Media penyaring harus dalam keadaan terendam air, baik ketika operasi maupun tidak beroperasi.

    6. Pemeliharaan

    1. Pembersihan Drum

    Setiap kali setelah dipakai, drum harus dibersihkan dengan cara :
    a. Kran 1 dan 2 ditutup
    b. Kran 4 (penguras) dibuka, kemudian dibilas dengan air sampai bersih.

    2. Pembersihan Saringan (Filter)

    Pembersihan saringan dilakukan paling lama seminggu sekali, atau kalau air yang keluar dari kran 3 sudah mulai keruh/berwarna dengan cara sebagai
    berikut :
    a. Tutup kran 1,3 dan 4 kemudian buka kran 2 (penguras)
    b. Tuangkan air bersih ke dalam tabung filter perlahan-lahan, sampai air yang keluar dari kran 2 bersih kembali.

    7. Keuntungan

    1. Teknologi yang sederhana, diwujudkan dalam bentuk instalasi pengolahan air gambut yang murah, mudah dikelola dan dirawat.
    2. Pembuatan instalasi ini masih dapat disederhanakan lagi dengan memanfaatkan bahan-bahan setempat serta dapat dikerjakan sendiri, sehingga biaya pembuatan dapat terjangkau oleh masyarakat banyak.

    8. Daftar Pustaka

    Pengolahan air gambut individual untuk daerah rawa pasang surut (bergambut). Pusat Penelitian dan Pengembangan Pemukiman Badan Penelitian dan Pengembangan, Departemen Pekerjaan Umum, 1986. Jl. Pattimura No. 20, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

    Sumber Literatur : Buku Panduan Air dan Sanitasi, Pusat Informasi Wanita dalam Pembangunan PDII-LIPI bekerjasama dengan Swiss Development Cooperation, Jakarta, 1991. http://www.iptek.net.id

    Tags :
    Baca Selanjutnya →
    May 13, 2012

    Kebutuhan Vitamin Untuk Ayam

    2 comments
    vitamin untuk ayam

    Pencapaian produktivitas yang optimal dari beternak ayam salah satunya dipengaruhi oleh nutrisi ransum yang dikonsumsi. Nutrisi tersebut terdiri dari nutrisi makro dan nutrisi mikro. Hal yang menjadi persoalan selama ini adalah bahwa kebutuhan nutrisi mikro seperti vitamin dan mineral seringkali tidak tercukupi. Hal ini dipengaruhi oleh faktor-faktor yang ada di dalam sistem pemeliharaan ayam. Bagaimanakah pentingnya vitamin dalam ransum ayam?

    Dinamika Kebutuhan Vitamin

    Vitamin didefinisikan sebagai senyawa organik yang diperlukan dalam jumlah kecil untuk menjaga fungsi metabolisme dalam tubuh agar tetap optimal. Vitamin sebagai salah satu bagian dari nutrisi mikro, memiliki peranan yang tidak kalah besar dibandingkan dengan jenis nutrisi lainnya. Jika dilihat secara kuantitatif, prosentase kebutuhan vitamin pada ransum ayam pasti lebih kecil dibandingkan dengan nutrisi lain seperti karbohidrat, protein dan lemak. Meskipun begitu, vitamin tetap wajib diberikan terkait fungsinya sebagai katalis metabolisme nutrisi makro. Dalam arti lain, bila tidak ada vitamin maka metabolisme nutrisi makro akan terhambat. Hambatan metabolisme ini akan menyebabkan pertumbuhan ayam menjadi tidak optimal, terbatasnya pembentukan energi untuk beraktivitas dan tidak terjadi regenerasi sel-sel yang rusak dalam tubuh.

    Pernyataan di atas dikuatkan oleh Scott et al., (1992) yang menyatakan bahwa unggas yang dipelihara dengan sistem tata laksana yang tidak baik, sangat peka terhadap kejadian defisiensi (kekurangan) vitamin. Hal tersebut disebabkan :

    1. Unggas tidak memperoleh keuntungan dari sintesis vitamin oleh mikroorganisme di dalam alat pencernaan ayam itu sendiri karena ayam harus bersaing dengan mikroorganisme dalam menggunakan vitamin tersebut. Selain itu, meskipun unggas mampu mensintesis vitamin seperti vitamin C, namun hasil sintesis tersebut sangat rendah. Rendahnya sintesis vitamin oleh unggas disebabkan saluran pencernaan unggas yang lebih pendek dan laju pencernaan ransum yang lebih cepat dibandingkan ternak lain seperti ruminansia

    2. Unggas mempunyai kebutuhan yang tinggi terhadap vitamin karena vitamin penting bagi reaksi- reaksi metabolis yang vital di dalam tubuh unggas

    3. Populasi yang padat dalam peternakan unggas modern menimbulkan berbagai macam stres. Ditambah dengan kondisi lingkungan akibat global warming, dimana cuaca selalu berubah-ubah dan tidak menentu sehingga sangat berpotensi menyebabkan ayam stres sehingga kebutuhan akan vitamin juga semakin tinggi

    Jenis dan Fungsi Vitamin

    Vitamin dikategorikan menjadi 2 jenis, yaitu vitamin larut dalam lemak dan larut dalam air (Roche, 1979). Vitamin larut dalam lemak adalah vitamin yang bisa dengan mudah menyatu dengan lemak tubuh sehingga tubuh pun bisa menyimpannya selama waktu tertentu. Sedangkan vitamin larut dalam air adalah vitamin yang bisa dengan mudah menyatu dengan air tubuh. Tubuh tidak bisa menyimpannya karena dengan cepat vitamin tersebut akan dikeluarkan lagi lewat cairan tubuh seperti air seni maupun keringat. Vitamin yang termasuk dalam vitamin larut lemak adalah vitamin A, D, E dan K, sedangkan vitamin yang termasuk dalam vitamin larut air adalah vitamin B kompleks (B1, B2, B3, B5, B6, B7, B9, B12) dan C (Weber, 2009).

    Vitamin Larut Lemak

    • Vitamin A

    Vitamin ini sering disebut sebagai retinol. Secara umum Vitamin A dapat ditemukan dalam tepung ikan dan jagung. Vitamin A berfungsi dalam proses pertumbuhan, stabilitas jaringan epitel pada membran mukosa saluran pencernaan, pernapasan, saluran reproduksi serta mengoptimalkan indera penglihatan.

    Defisiensi vitamin A pada ayam dapat menyebabkan ruffled feathers (bulu berdiri), ataxia (kehilangan keseimbangan saat berjalan) dan bisa berakibat pada penurunan produksi telur serta daya tetas. Bila defisiensi berlangsung terus menerus dalam waktu yang cukup lama serta tidak ditangani dengan baik, maka akan mengakibatkan munculnya cairan putih susu (keruh) pada mata ayam tersebut sehingga bisa mengganggu penglihatan dan kadang terjadi kerusakan mata permanen. Selain itu defisiensi vitamin A bisa menyebabkan timbulnya bintik darah (blood spot) pada telur (Saif, 2003).

    • Vitamin D

    Vitamin D pada produk-produk vitamin seringkali ditulis sebagai vitamin D3. Vitamin D3 atau yang lebih dikenal sebagai cholecalciferol adalah satu-satunya metabolit dari vitamin D yang bisa digunakan oleh unggas (Weber, 2009). Secara umum vitamin ini dapat ditemukan pada tepung ikan dan sinar matahari yang berfungsi sebagai prekursor. Vitamin D bermanfaat untuk metabolisme kalsium dan fosfor dalam pembentukan kerangka normal, membentuk paruh dan cakar yang keras serta kerabang telur yang kuat.

    Defisiensi vitamin D akan menyebabkan metabolisme kalsium dan fosfor terhambat sehingga akan banyak ditemukan telur dengan kerabang tipis dan lembek serta paruh dan cakar yang lembek pula. Selain itu akan terjadi pula penurunan produksi telur dan situasi dimana ayam kesulitan untuk bergerak karena kakinya lemah sehingga terjadilah kelumpuhan/ricketsia.

    • Vitamin E

    Vitamin E sering disebut sebagai tocopherols dan sering ditemukan dalam biji kedelai, biji gandum dan CGM (corn gluten meal). Vitamin E bermanfaat untuk meningkatkan fertilitas, pertumbuhan embrio normal dan sebagai antioksidan. Defisiensi vitamin E akan menyebabkan menurunnya fertilitas dan daya tetas,encephalomalacia/crazy chick disease (penyakit ayam gila), serta kelainan pada koordinasi otot.

    • Vitamin K

    Vitamin K dapat ditemukan pada tepung ikan. Vitamin K berfungsi dalam pembentukan protrombin yang nantinya digunakan untuk pengaturan proses pembekuan darah. Defisiensi vitamin K akan menyebabkan perdarahan pada jaringan/organ tertentu (hemoragi) serta anemia akibat darah yang sukar membeku saat terjadi luka pada bagian tubuh yang terbuka (Saif, 2003).

    Vitamin Larut Air

    • Vitamin B1 (thiamin)

    Vitamin B1 sering disebut juga sebagai aneurin terkait dengan sifat antineuritis (anti radang urat syaraf) yang dimilikinya. Vitamin B1 berfungsi untuk membantu proses metabolisme karbohidrat dan energi dalam tubuh. Defisiensi vitamin ini menyebabkan hilangnya nafsu makan, pertumbuhan terhambat serta terjadi pembengkakan pada sistem syaraf (Roche, 1979).

    • Vitamin B2 (riboflavin)

    Vitamin B2 berfungsi dalam metabolisme karbohidrat, asam amino dan asam lemak. Vitamin ini dapat ditemukan pada tepung daging dan tepung ikan. Defisiensi vitamin B2 menyebabkan pertumbuhan ayam menjadi lambat, lemas dan ayam mengalami kesulitan berjalan. Gejala yang paling dikenal adalah kelumpuhan pada kaki (leg paralysis) atau kelumpuhan pada jari kaki (curled toe paralysis). Beberapa gejala tersebut akhirnya akan berakibat pada menurunnya produksi telur dan daya tetas (Saif, 2003).

    • Vitamin B3 (nicotinamide)

    Vitamin B3 atau lebih dikenal sebagai niasin atau nicotinamide berfungsi dalam metabolisme karbohidrat, protein dan lemak menjadi energi. Vitamin ini dapat ditemukan pada jagung, biji bunga matahari dan hampir semua bungkil biji-bijian. Kekurangan vitamin B3 menyebabkan hilangnya nafsu makan, pertumbuhan lambat, turunnya produksi telur dan daya tetas, membran mukosa menjadi berwarna merah gelap, perubahan pada tulang paha serta kadang terjadi diare yang disertai darah.

    • Vitamin B5 (asam pantotenat)

    Vitamin B5 atau yang lebih dikenal sebagai asam pantotenat berfungsi sebagai komponen koenzim A dalam metabolisme karbohidrat, asam lemak, asam amino dan steroid. Asam pantotenat banyak terkandung dalam bungkil biji bunga matahari. Defisiensi asam pantotenat akan menyebabkan hilangnya nafsu makan, pertumbuhan terhambat, pembengkakan pada beberapa bagian tubuh seperti paruh, kelopak mata dan jari kaki, warna bulu menjadi kasar dan buram, serta menyebabkan turunnya produksi dan daya tetas telur.

    • Vitamin B6 (piridoxin)

    Vitamin B6 atau piridoxin berfungsi untuk metabolisme protein dan lemak dalam tubuh. Vitamin B6 dapat ditemukan hampir disemua bungkil biji-bijian. Selain menyebabkan nafsu makan berkurang dan pertumbuhan terhambat, defisiensi vitamin B6 ini akan menyebabkan bulu tumbuh jarang (tidak merata) dan kasar, produksi telur serta daya tetas telur menurun (Roche, 1979).

    • Vitamin B9 (asam folat)

    Vitamin B9 atau yang lebih sering disebut sebagai asam folat berfungsi untuk metabolisme karbohidrat. Asam folat dapat ditemukan pada biji gandum. Defisiensi asam folat akan menyebabkan pertumbuhan lambat, anemia, menurunnya daya tetas serta bulu yang kasar dan jarang (Roche, 1979).

    • Vitamin B12 (cyanocobalamin)

    Vitamin B12 atau sering disebut sebagai cyanocobalamin berfungsi untuk metabolisme karbohidrat dan lemak dalam tubuh. Tidak seperti vitamin B lainnya, vitamin B12 bisa terakumulasi di jaringan, utamanya di hati dan sedikit di ginjal, otot, tulang dan kulit (Weber, 2009). Defisiensi vitamin B12 akan mengakibatkan pertumbuhan lambat, ukuran telur kecil-kecil dan daya tetas menurun.

    • Biotin

    Biotin sering dikenal sebagai Vitamin B7. Vitamin ini berfungsi dalam metabolisme karbohidrat dan lemak dalam produksi energi. Biotin dapat ditemukan pada tepung ikan dan biji gandum. Defisiensi biotin menyebabkan kulit mengeras pada daerah paruh dan mata (hampir sama seperti pada saat terjadi defisiensi asam pantotenat). Selain itu bisa terjadi juga kelainan pada tulang rawan dan menurunnya daya tetas.

    • Vitamin C (asam askorbat)

    Vitamin C ini berfungsi untuk metabolisme sel dan sebagai anti oksidan. Defisiensi vitamin C tidak terjadi pada ternak namun vitamin C bermanfaat dalam situasi ayam yang stres karena panas atau kondisi lain (Weber, 2009).

    Hubungan Manajemen Penyimpanan Ransum dengan Defisiensi Nutrisi

    Dalam suatu formulasi ransum, kadar vitamin dalam ransum umumnya telah disesuaikan dengan jumlah kebutuhan vitamin bagi unggas dan mampu dicukupi melalui asupan ransum yang berasal dari pabrikan. Namun pada kenyataannya, kadar vitamin tersebut dapat hilang pada waktu bahan pakan diproses atau selama ransum disimpan dalam gudang penyimpanan. Potensi vitamin juga bisa menurun akibat dipengaruhi oleh faktor eksternal seperti suhu yang ekstrim, cahaya dan oksidasi. Contohnya saja vitamin seperti A, D, E dan C yang tidak stabil terhadap panas, cahaya dan kelembaban. Vitamin B1 dan asam pantotenat juga bisa rusak akibat pengolahan atau penyimpanan ransum yang kurang baik. Karena alasan itulah, maka sulit untuk menjamin bahwa vitamin akan stabil kadarnya dalam ransum terlebih jika ransum menjalani proses pengangkutan yang cukup jauh.

    Untuk memastikan bahwa ransum yang kita berikan pada ayam tidak mengalami defisiensi vitamin, maka salah satu langkah yang perlu dilakukan adalah dengan mengatur manajemen penyimpanan ransum melalui tindakan sebagai berikut :

    • Berikan alas (pallet) pada tumpukan ransum
    • Atur posisi penyimpanan ransum sesuai dengan waktu kedatangannya (first in first out, FIFO)
    • Simpan ransum dalam tempat yang tertutup dan terhindar dari sinar matahari langsung
    • Perhatikan suhu dan kelembaban tempat penyimpanan ransum
    • Sebaiknya ransum disimpan dalam gudang penyimpanan tidak lebih dari 30 hari agar kualitas nutrisi, termasuk vitamin, di dalamnya tidak menurun
    • Hindari penggunaan karung tempat ransum secara berulang dan bersihkan gudang secara rutin
    • Saat ditemukan serangga, segera atasi mengingat serangga mampu merusak lapisan pelindung biji-bijian sehingga bisa memicu tumbuhnya jamur

    Sumber Literatur : www.info.medion.co.id

    Tags :
    Baca Selanjutnya →
    May 10, 2012

    Beternak Untuk Bekal Saat Pensiun

    0 comments


    www.pesonaunggas.com, Pada bulan Maret 2012 saat kami mengirimkan mesin tetas telur tipe PUI-100 dengan tujuan ke Kab. Penajam Paser Utara (untuk yang pertama kali) melalui jasa kantor pos unit Perumnas Batu Ampar Balikpapan, kami ditanya seputar isi paket tersebut oleh salah seorang pegawai kantor pos yang berusia agak tua, kami katakan tentang isi paket tersebut adalah kotak mesin tetas telur. Beliau bertanya-tanya tentang mesin tetas telur tersebut sampai detail, dari perbincangan tersebut rupanya bapak pegawai kantor pos tersebut spontan terfikir untuk menjadikan usaha ternak sebagai kegiatannya di saat pensiun yang sebentar lagi akan tiba.

    Kami melihat dari perbincangan tersebut terlintas rasa optimis akan keberhasilan jika beliau segera merealisasikan usaha ternak mulai dari sekarang. Ini dapat terlihat dari rasa keingintahuan beliau akan seluk beluk usaha peternakan yang didukung oleh adanya mesin tetas, beliau berkeinginan untuk mendapatkan informasi lebih lanjut dengan merencanakan datang ke rumah kami. Akhirnya kamipun melanjutkan berbincangan seputar peluang usaha peternakan di rumah kami.

    Pada saat kami bertanya mengapa beliau tertarik memilih usaha ternak? Jawab beliau “Beternak sangat menyenangkan, hanya membutuhkan waktu yang singkat (untuk pemeliharaan per harinya), hasilnya cukup lumayan, dapat mengamati tingkah laku ternak yang lucu dan tentunya untuk mengisi masa pensiun”. Memang benar, kalau dibandingkan dengan bidang usaha lain seperti usaha pertanian atau usaha perikanan maka usaha beternak, baik itu ternak ayam, itik, atau burung puyuh jauh lebih ringan kerjanya dibanding dengan usaha lainnya apalagi untuk tenaga seorang pensiunan (dengan usia awal pensiun antara 55-60 tahun) seperti beliau. Kegiatannya per hari hanyalah memberi pakan 2-3 kali yang itupun tidak memakan waktu lebih dari satu jam.

    Keinginan beliau adalah ingin menekuni bidang usaha beternak ayam kampung. Beliau merencanakan untuk memadukan usaha pembesaran ayam kampung dan usaha penetasan ayam kampung, untuk usaha penetasan, hasil dari penetasan selain untuk memenuhi bibit sendiri yang akan dibesarkan juga akan dijual dalam keadaan anak ayam (DOC).

    Hanya selang 2 bulan dari pertemuan kami dengan beliau, kini di belakang rumah beliau sudah berdiri kandang ayam yang berkapasitas 50 ekor ayam, memang hanya 50 ekor tapi kami berfikir optimis jika dari 50 ekor ayam tersebut (40 ekor betina dan 10 ekor jantan) yang betinanya mulai bertelur maka mulailah perkembangan usaha ternak ayam ini.

    Dimulai dari penetasan telur-telur yang dihasilkan dari 40 ekor ayam betina tersebut, dalam satu siklus bertelur dari 40 ayam betina tersebut akan dihasilkan sebanyak kira-kira 300 telur. Jika beliau menggunakan mesin penetas dengan kapasitas 100 telur maka akan diperlukan 3 buah mesin tetas dengan rentang waktu memulai penetasan sekitar 1 minggu. Jika lamanya telur menetas dalam mesin tetas 21 hari maka diharapkan beliau akan panen anak ayam (DOC) setiap 1 munggu sekali.

    Waktu rentang panen bukan lagi setiap 1 minggu sekali tapi bisa setiap 5 hari, 3 hari, bahkan setiap hari sekali seiring dengan berkembangnya jumlah ayam yang beliau miliki.

    Menurut kami, ini bukanlah suatu khayalan tapi rasa optimistis yang realistis dalam menyiapkan datangnya masa pensiun.

    Untuk mewujudkan terealisasinya usaha peternakan Anda, kami "Pesona Unggas" menjual mesin tetas untuk berbagai jenis telur unggas, tipe PUI-100 untuk kapasitas 100 telur ayam kampung. Lebih detail dapat dilihat DISINI.

    Jika Anda menginginkan yang lebih hemat, kami juga menjual paket alat-alat untuk pembuatan mesin tetas sendiri, lebih detail dapat dilihat DISINI.

    Tags :
    Baca Selanjutnya →
    May 3, 2012

    Mengenal Ayam Organik

    0 comments
    ayam organik pict

    Fenomena Ayam Organik di Indonesia

    Saat ini di Indonesia, sering dijumpai bahan makanan ber label ‘Organik’, mulai dari sayur, buah, dan yang terbanyak adalah beras. Namun, banyaknya produk yang berlabel organic ini, tidak dibarengi dengan dukungan pemerintah dalam hal informasi yang jelas, apalagi masalah sertifikasi.

    Ada satu lagi produk organik yang kurang begitu populer di masyarakat yakni Ayam Organik. Saat ini sudah ada beberapa peternak yang memasok ayam organik, atau yang mengaku ayam organik di pasaran terutama Jakarta.

    Diantaranya adalah Probio Chicken, dibawah bendera PT. Pronic Indonesia. Probio Chicken adalah Ayam Berkualitas Organik, karena pemeliharaannya tidak lagi menggunakan antibiotik, tetapi probiotik dan herbal. Namun PT. Pronic tidak mengatakan bahwa produknya adalah Ayam Organik, tetapi “Berkualitas Organik”

    Beberapa peternak lain, mengaku produknya sebagai Ayam Organik yang dengan jelas-jelas memasang merek Ayam Organik pada labelnya, walaupun tidak didukung dengan sertifikasi apapun.

    Standar Kualifikasi Organik

    Menurut Standar Internasional, Daging Organik harus memenuhi kriteria sebagai berikut:
    • Berasal dari Bibit yang ditetaskan atau dilahirkan dari induk yang dipelihara secara organik.
    • Selama pemeliharaan dan pembesaran, samasekali tidak menggunakan bahan-bahan kimia dalam bentuk apapun.
    • Pemberian pakan menggunakan bahan-bahan alami tanpa imbuhan kimia.
    • Pengkondisian kandang tidak menggunakan bahan-bahan kimia.
    • Dipotong dan dibersihkan tidak menggunakan bahan-bahan kimia, dan menggunakan air yang terjamin kebersihan dan kandungannya.

    Di Indonesia, kriteria organik ini masih jauh dari standard kriteria yang diberikan. Terutama pada daging ayam, karena bibit atau DOC bukan berasal dari indukan yang organik, dan pakannya juga menggunakan pakan yang berasal dari bahan-bahan ytang non organik. Belum lagi standar pembersihan dan pemotongannya.

    Belum lama ini, Team kerja dari Pronic Indonesia bekerjasama dengan Greenline Care, sedang mengembangkan proyek ayam lokal yang dipelihara secara tradisional, dimana ayam diberi pakan sisa-sisa sayur organik dan dedak dari beras organik. Sedangkan pada air minumnya diberikan probiotik dan herbal. Pemeliharaan juga menggunakan pemanas alami yang hemat energi. Sedangkan pengkondisian kandangnya diberikan Probiotik pengontrol dekomposisi.

    Rencananya setelah pengembangan selesai, akan dicoba dipasarkan secara komersial, dimana pembersihan dan pemotongannya menggunakan standar pemotongan Probio Chicken yang memang sudah bebas bahan kimia dan cemaran logam.

    Menuju Standar Organik Murni

    Pengembangan ayam berstandar organik memang tidak mudah untuk dicapai. Di satu sisi, masyarakat awam pun belum benar-benar memahami mengenai apa itu ayam organik, sedangkan untuk memelihara dan mendapatkan hasil daging ayam berkualitas organik tidak mudah dan membutuhkan biaya ekstra.

    Masih dibutuhkan waktu untuk memperkenalkan kepada masyarakat luas, mengenai perbedaan, benefit dan pada akhirnya selisih harga yang timbul sebagai konsekuensi kualitas organik yang diberikan.

    Dibutuhkan tanggungjawab yang penuh dari para pemain organik khususnya ayam organik di Indonesia, untuk dapat memberikan kualitas kesehatan yang terbaik dan dapat dipercaya. Sehingga mereka bukan hanya mengejar untung, tetapi lebih melihat usaha ini sebagai jalan untuk mencapai visi misi menyehatkan Bangsa Indonesia.

    Christopher Emille Jayanata, Ir
    www.pronic.co.id

    Tags :
    Baca Selanjutnya →
    April 11, 2012

    Pembuatan Instalasi Air Minum Terpadu Untuk Ternak Unggas

    0 comments



    Dominannya penularan penyakit pada ternak unggas misalnya ayam, itik, dan burung puyuh di musim hujan melalui air minum harus diantisipasi dengan perbaikan kualitas air minum yakni dengan cara membuat instalasi air minum secara terpadu.

    Membuatnya tidaklah terlalu rumit karena komponennya ada di sekitar kita. Intinya adalah membuat air minum memenuhi syarat baku mutu air, di antaranya adalah bebas dari bibit penyakit misalnya jumlah bakteri E. coli = nol/zero, jernih, tidak berasa dan tidak berbau.

    Minimal, instalasi air minum terdiri atas penampungan air tanah pertama, pengendapan, penyaringan dan desinfeksi di torn masing-masing kandang. Prosesnya dimulai dari pengambilan air tanah menuju torn untuk diendapkan. Selain secara alami, pengendapan dapat dibantu dengan pemberian tawas (2,5 g untuk 20 liter air minum). Tawas juga dapat diberikan di kolam penampungan.

    Air lalu dialirkan melewati penyaringan menuju kolam penampungan. Penyaringan bisa menggunakan kawat berlubang kecil yang diletakkan di bagian pertengahan atas torn. Lakukan pembersihan saringan dan pengangkatan endapan minimal seminggu sekali agar instalasi air minum tetap berfungsi optimal.

    instalasi air minum untuk unggas


    Di kolam penampungan air, dapat dilakukan berbagai tindakan perbaikan kualitas fisik air (bau, kejernihan, rasa dan sebagainya) yaitu melewatkan air melalui lapisan pasir, arang kelapa dan batuan. Pasir berfungsi sebagai penyaring. Arang kelapa akan menyerap bau sedangkan batuan akan menjernihkan dan menahan pasir yang terbawa air. Terakhir, air dialirkan ke torn untuk didesinfeksi sebelum diberikan ke ayam.

    Desinfeksi air bisa menggunakan Medisep 3 ml/10 liter air minum, Desinsep 30 ml/1000 liter air minum dan Neo Antisep 3 ml/7,5 liter air minum. Desinfeksi air sebaiknya dilakukan sesudah pengendapan agar desinfektan bekerja lebih efektif karena senyawa dalam desinfektan mudah terpengaruh oleh adanya molekul organik (molekul yang mengandung ion karbon) di dalam endapan tanah.

    Sumber literatur :http://info.medion.co.id
    Baca Selanjutnya →
    March 13, 2012

    Siapakah Si Jantan Super dan Si Kampung Super

    0 comments
    ayam jantan super dan ayam kampung super pict

    Saya sangat tertarik saat membaca sebuah tulisan di kolom komentar blok puyuh jaya. Nama penulisnya saya lupa, yang pasti penulis ini adalah seorang kreator, secara diam-diam bapak ini mengotak-atik persilangan antar jenis ayam. Saya menduga Bapak ini memang bekerja di sebuah perusahaan peternakan ayam.

    Selama ini kita sering mendengar nama ayam jantan super dan ayam kampung super, yang jadi pertanyaan adalah sebenarnya siapakah kedua jenis ayam tersebut? inilah cuplikan tulisan bapak tersebut.

    Sekedar info aja buat peternak ayam jantan super dan ayam jawa/kampung super :

    1. Ayam jantan super adalah merupakan limbah dari pembibitan ayam ras petelur. produk utama pembibitan ayam ras petelur ada DOC betina (warna kemerahan) sedang DOC jantan adalah limbahnya. dulu ketika saya dibreeder/pembibitan DOC jantan jadi masalah karena waktu tiu (thn 1990) belum ada peternak yang mau membesarkan sebagai pedaging. biasanya kami beserta pembibit lain membakarnya. (per tiga hari di saya saja sekitar 60.000 ekor yang harus dimusnahkan). kadang laku dijual kepasar Rp 100/ekor.
    sekarang DOC jantan layer dapat dimanfaatkan sebagai pedaging dg bobot 0.8 – 1 kg dengan masa pemeliharan 10 minggu.

    2. Ayam Jawa /kampung super. ini adalah pekerjaan saya diluar perusahaan.yaitu menyilangkan pejantan pembibit pedaging (Parent Stock) biasa saya pake strain Hybro, Abror Acres dll. dengan betina ayam kampung asli. hasilnya luar biasa anak keturunannya pertumbuhan sangat cepat dibandingkan dengan induk betina (kampung). kurang 60 hari (6 minggu) saja sudah mencapai 1kg. kelemahannya adalah warna bulunya masih dominan putih dengan diselipi warna hitam. (konsumen curiga ini ayam ras pedaging katanya).
    Jenis ayam ini sekarang banyak dikembangkan di daerah jawa, maka disebut ayam jawa.

    3. Ayam kampung Asli. ini benar-benar asli. warna bervariasi, layaknya ayam kampung. sifat asli ayam kampung dengan pertumbuhan lambat. Kadang ayam kampong ini disilangkan dengan ayam jantan Bangkok atau pelung.

    4. Ada lagi, DOC hasil persilangan ayam betina Arab dengan jantan layer, hasilnya seperti ayam jantan super tadi (point 1).

    5. Ada lagi, ayam kampung Aksas (Ayam kampung Anwar sierad), warna bulu hitam. Sudah tidak beredar. Konsumen tidak suka.

    6. Ada lagi ayam kampung Super dari pokphan, sudah tidak beredar karena pertumbuhan tidak merata. Warna bulu bervariasi.

    Semoga informasi ini dapat menambah wawasan kita...

    Tags :
    Baca Selanjutnya →

    Manfaat Probiotik Untuk Peternakan

    0 comments
    Probiotik pict

    Salah satu solusi untuk meningkatkan dan menjaga produktivitas ternak dengan memaksimumkan pasokan nutrien kepada ternak yang optimal sesuai dengan genetiknya, dengan menambahkan bahan pakan aditif berupa suplemen PROBIOTIK.

    Probiotik merupakan pakan aditif berupa mikroba hidup yang dapat meningkatkan keseimbangan dan fungsi pencernaan hewan inang, memanipulasi mikroflora saluran pencernaan untuk tujuan peningkatan kondisi kesehatan serta meningkatkan produktivitas ternak.

    Beberapa penelitian menunjukkan, penambahan probiotik mempunyai dampak positif. Salah satunya menyatakan, bahwa banyaknya kandungan mikroorganisme hidup dalam usus ternak dapat memengaruhi metabolisme dalam usus, meningkatkan populasi mikroorganisme yang menguntungkan, sehingga produktivitas ternak lebih baik.

    Probiotik merupakan produk yang mengandung mikroorganisme hidup nonpatogen yang ditambahkan ke dalam pakan, yang dapat memengaruhi laju pertumbuhan, efisiensi penggunaan ransum, kecernaan bahan pakan dan kesehatan ternak melalui perbaikan keseimbangan mikroorganisme dalam saluran pencernaan. Beberapa mikroba yang berasal dari saluran pencernaan ternak unggas, terutama pada ayam pedaging dan ayam petelur, telah direkomendasikan oleh beberapa penelitian sebagai sumber probiotik yang dapat dipergunakan untuk meningkatkan pertumbuhan, produksi telur, efisiensi pakan dan menghasilkan produk ternak (daging dan telur) yang rendah kolesterol, serta mengurangi bau kandang.

    Beberapa mikroorganisme yang disebut EM/Effective Microorganisms yang banyak diterapkan dalam pertanian dan peternakan antara lain: EM-2, EM-3, EM-4, kultur kapang, kultur mikroba rumen, mikroorganisme yang diklon dengan sel pembentukan hormon. EM-2 ialah campuran lebih dari 80 spesies mikroorganisme. Bentuknya cair dengan pH 7,0 dan disimpan dalam pH 8,5. Jumlah mikroorganisme dalam kultur sangat pada mencapai 109/gr.

    EM-3 merupakan kultur bakteri yang terdiri dari 95% bakteri fotosintetik yang disimpan pada pH 8,5 dengan jumlah sama dengan EM-2. EM-4 merupakan mikroorganisme yang banyak digunakan bagi peternakan, karena 90% bakteri di dalamnya ialah Lactobacillus Spp. Bakteri lainnya Azotobacter, Clostridia, Enterobacter, Agrobacterium, Erwinia, Pseudomonas, dan mikroorganisme pembentuk asam laktat. Media kulturnya berbentuk cairan dengan pH 4,5. Jumlah mikroorganisme di dalamnya sama dengan EM-2 dan EM-3. Dalam bidang peternakan, arti probiotik cukup penting karena saat ini sebagian orang takut terhadap makanan yang mengandung kolesterol. Kadar kolesterol biasanya tinggi pada makanan yang kadar lemaknya tinggi.

    Dengan pemanfaatan probiotik, kini muncul produk ternak seperti telur rendah kolesterol, daging sapi rendah kolesterol, daging broiler bebas residu antibiotik, dan banyak lagi produk lainnya. Selain itu, banyak peternak yang memanfaatkan EM-4 dengan maksud untuk menghilangkan bau dalam kandang, dan ternyata dengan pengamatan sekilas hasilnya cukup memuaskan. Untuk mengurangi keadaan ini memang masih diperlukan penelitian yang intensif, lebih cermat dan dengan data yang terukur.

    Dari berbagai hasil penelitian, maka efek probiotik pada ternak secara garis besar adalah :

    1) Meningkatkan laju pertumbuhan ternak ayam potong (Fuller, 1992). Peningkatan laju pertumbuhan ini terjadi dengan menekan jumlah mikroorganisme patogen yang mengganggu pertumbuhan dalam kondisi subklinis.

    2) Memperbaiki produksi susu secara kualitatif dan kuantitatif (William dan New Bold, 1990). Untuk ini mikroorganisme yang paling baik ialah kapang Saccharomyces cerevisiae dan Aspergillus oryzae.

    3) Meningkatkan produksi telur baik jumlah maupun berat telurnya (Fuller, 1992).

    4) Memperbaiki konversi ransum pada ayam yang diberi Enterococcus faecium (Kumprent, dkk. 1984).

    5) meningkatkan kesehatan ternak (Fuller, 1992).

    Tags :
    Baca Selanjutnya →
    March 11, 2012

    Cara Merebus Telur Bebek

    0 comments
    telur bebek pict

    Telur merupakan gudang penyimpanan gizi. Sebagian masyarakat kita telah menyadari manfaat telur bagi pertumbuhan, kesehatan, maupun sebagai bahan kuliner dengan segala kelebihannya. Bahkan telur sudah dianggap sebagai bahan pangan pokok, terutama saat menyajikan sarapan pagi.

    Tahukah Anda bahwa proses pengelolahan telur, seperti direbus atau digoreng, tidak terlalu signifikan dalam menurunkan kualitas gizi telur seperti lemak, protein, zat besi, dan vitamin A, relatif tidak banyak berubah setelah melalui proses pemasakan. Oleh karena itu, makan telur yang sudah matang lebih dianjurkan daripada telur mentah. Kontaminasi bakteri pada telur mentah dapat mengakibatkan resiko kesehatan yang tidak dikehendaki seperti infeksi salmonela yang menyebabkan muntah, mual, dan pusing.

    Telur yang sudah matang, akan lebih baik dicerna oleh tubuh, karena protein di dalamnya telah mengalami denature sehingga ikatannya menjadi longgar. Hal ini akan memudahkan enzim pencernaan untuk memecah protein menjadi bagian-bagian kecil, yang kemudian disalurkan ke sel-sel tubuh.

    Dalam pengelolah sehari-hari, umumnya telur yang dimanfaatkan adalah telur yang direbus. Pengelolahannya beragam ada yang polos lalu diberi bumbu atau diberi guratan pada permukaan telur lalu digoreng agar terbungkus oleh kulit berwarna kecokelatan. Dengan cara ini, selama proses memasak berlangsung telur tetap bulat utuh dan tidak gumpil.

    Merebus Telur

    Keluarkan telur dari tempat penyimpanan seperti dari dalam lemari pendingin, diamkan selama 30 menit sebelum direbus. Karena temperatur yang sama dengan suhu ruangan akan menyebabkan kulit tak mudah retak ketika direbus. Pilih panci yang cukup menampung jumlah telur tanpa harus menumpukan telur. Saat air mendidik dan bergolak, mau tak mau telur akan bersinggungan. Jika ruang geraknya terbatas, maka telur mudah retak/pecah. Didihkan air, kecilkan api. Secara perlahan masukan telur satu persatu dengan sendok sayur. Hal ini untuk menghindari telur terantuk ke dasar atau tepi panci sehingga menjadi retak. Sesudah 3-4 menit, putih telur akan mulai mengeras tapi masih lunak, 4-5 menit kemudian putih telur akan mengeras, kuning telur masih cair, warna kuning telur berubah kehitaman. Segera ganti air rebus dengan air dingin supaya kulit telur mudah dilepaskan.

    Merebus telur tanpa kulit

    Telur yang segar (kurang dari 1 minggu) akan menghasilkan bentuk poached egg yang bulat bagus. Setelah 1 minggu, kepekatan putih telur biasanya berkurang hingga cenderung menyebar di sekeliling kuning telur. Tambahkan 1 sendok teh cuka atau jeruk nipis ke dalam air rebus agar putih telur cepat mengeras. Tetapi aroma cuka atau air jeruk nipis tentunya akan mempengaruhi cita rasa telur.

    Tags :
    Baca Selanjutnya →