ALT_IMG

Mesin Tetas PUI-100

Dengan mengikuti tata cara penetasan telur yang benar, keberhasilan telur yang menetas dengan mesin penetas Pesona Unggas PUI-100 ini bisa di atas 90 %. Dengan cara tradisional biasanya dibawah 50 %. Baca Selengkapnya...

ALT_IMG

Mesin Penetas PUI-30

Mesin penetas PUI-30 adalah salah satu solusi untuk membantu meningkatkan produktivitas peternakan unggas. Dengan ukuran PUI-30 yang relatif kecil maka efektif untuk penetasan telur unggas yang berukuran besar maupun kecil seperti telur burung. Sangat tepat untuk para hobis dan untuk penelitian. Baca Selengkapnya...

Alt img

Pembibitan DOC Ayam Kampung

Usaha Penetasan Telur Ayam untuk menghasilkan anak ayam atau DOC (Day Old Chick) merupakan salah satu alternatif usaha dibidang peternakan unggas, yang merupakan bagian dari penyediaan bibit ayam. Baca Selengkapnya.....

ALT_IMG

Beternak Burung Kenari

Burung kenari (serinus Canaria) pertama kali ditemukan di kepulauan Canary oleh penjelajah perancis, Jean de Bethencourt pada tahun 1402. Terkesan karena keindahan bulu dan kemerduan suaranya, Jean de Bethencourt dan Henry the navigator membawa burung kenari liar ke Portugal dan Inggris. Baca Selengkapnya....

ALT_IMG

Ayam Kampung

Ayam kampung merupakan keturunan dari ayam hutan merah (Gallus gallus) dan ayam hutan hijau (Gallus varius). Akibat proses budidaya dan perkawinan antar keturunan secara alam, maka muncullah berbagai macam tipe ayam dengan beragam penampilan fisik dan varitas. Baca Selengkapnya...

ALT_IMG

Ayam Serama

Ayam Serama merupakan jenis ayam hasil persilangan Ayam Kapan alias kate kaki panjang dengan ras Ayam Modern Game Bantam. Penyilangnya adalah Wee Yean Een yang berasal dari Malaysia. Ia menyilangkan kedua jenis ayam tersebut Pada tahun 1971. Baca Selengkapnya....

ALT_IMG

Burung Puyuh

Burung Puyuh merupakan jenis burung yang tidak dapat terbang, ukuran tubuh relatif kecil, berkaki pendek. Merupakan bangsa burung (liar) yang pertama kali diternakan di Amerika Serikat, tahun 1870. Dan terus dikembangkan ke penjuru dunia. Baca Selengkapnya...

ALT_IMG

Ayam Cemani

“Ayam cemani merupakan ayam yang memiliki dominan warna hitam pada kuku, kulit, bulu, paruh, mata, daging, tulang, dan lidah, bahkan kadang ada juga yang berdarah hitam. Ayam ini oleh kalangan tertentu diyakini memiliki kekuatan magis“ Baca Selengkapnya...

ALT_IMG

Ayam Mutiara

Ayam mutiara (Guiena Fowl) merupakan unggas yang banyak diternakkan sebagai hewan hias. Ayam mutiara memiliki bentuk tubuh dan warna bulu yang menarik untuk dilihat. Bulu-bulunya dihiasi dengan bintik-bintik seperti mutiara. Baca Selengkapnya...

ALT_IMG

Ayam Ketawa

Ayam Ketawa dikenal masyarakat karena suaranya yang unik menyerupai suara tertawa. Kokok ayam ketawa yang panjang dan memiliki cengkok yang khas membuat pesona ayam yang satu ini menempati posisi tersendiri bagi penggemar unggas. Baca Selengkapnya...

ALT_IMG

Ayam Pelung

Ayam Pelung dikenal masyarakat karena kemerduan suaranya. Kokok ayam pelung yang panjang dan memiliki cengkok yang khas membuat ayam ini memiliki nilai jual yang tinggi. Baca Selengkapnya...

ALT_IMG

Ayam Bekisar

Ayam Bekisar merupakan keturunan F1 hasil perkawinan ayam hutan jantan (Gallus varius) dan ayam Kampung betina (Gallus gallus domesticus). Bekisar dikembangkan sebagai ayam kesayangan untuk menghasilkan ayam hias yang indah bulu dan suaranya. Baca Selengkapnya...

ALT_IMG

Itik Petelur

Itik dikenal juga dengan istilah Bebek (bhs.Jawa). Nenek moyangnya berasal dari Amerika Utara merupakan itik liar ( Anas moscha) atau Wild mallard, Baca Selengkapnya...

ALT_IMG

Pakan Alternatif Azolla

Azolla microphylla mengandung kadar protein tinggi antara 24-30%. Kandungan asam amino essensialnya, terutama lisin 0,42% lebih tinggi dibandingkan dengan konsentrat jagung, dedak, dan beras. Dengan kandungan protein yang tinggi tersebut Azolla bisa dijadikan pakan alternatif untuk ternak unggas terutama ayam dan itik. Baca Selengkapnya...

ALT_IMG

Burung Merpati

Burung Merpati yang sering menyabet gelar juara dalam berbagai kontes akan memiliki harga jual tinggi bahkan sangat fantatis. Di mana harga merpati balap yang sering menjadi jawara dapat mencapai ratusan juta rupiah. Ada peluang yang cerah dalam budidaya merpati. Baca Selengkapnya...

ALT_IMG

Usaha Ternak Ayam Arab

Ayam Arab, memiliki keunggulan-keunggulan lain yang jarang diketahui masyarakat. Sehingga penulis mencoba untuk memberikan wawasan dan informasi yang diharapkan mampu untuk mengubah anggapan mengenai peluang usaha ayam arab. Baca Selengkapnya...

October 28, 2014

4 Spesies Ayam Hutan di Asia

0 comments
ayam_hutan_1 photo ayam_hutan_jantan_zpsc987a9de.jpg

Saat ini terdapat 4 spesies ayam hutan yang tersebar di benua Asia. Keempat jenis ayam hutan tersebut adalah:

1. Ayam Hutan Merah/Red Junglefowl (Gallus gallus)

Daerah sebarannya ayam hutan merah sangat luas, meliputi wilayah timur Pakistan, India utara dan timur, Myanmar, barat daya Yunnan (RRC), Thailand, Laos, Kamboja, Vietnam, Guangxi dan Pulau Hainan (tenggara RRC) hingga Semenanjung Malaya, Sumatera, Jawa dan Bali. Ayam ini kemudian diintroduksi ke Kalimantan, Filipina, Sulawesi dan Nusa Tenggara.

Ayam hutan merah termasuk jenis burung berukuran sedang hingga besar. Panjang total jantan berkisar antara 65-75 cm dengan kisaran berat 0,7 kg – 1,5 kg. Sedangkan betina memiliki panjang 40-45 cm dengan berat 0,5 – 1 kg.

Ciri-ciri ayam hutan merah jantan adalah jengger, muka dan gelambir berwarna merah, bulu leher terdiri dari kombinasi warna kuning, jingga, coklat dengan strip hitam vertikal di tengah, bulu tengkuk tidak kelihatan (Lihat gambar disamping), penutup ekor dan penutup sayap berwarna hitam bercampur hijau atau biru perunggu. Bulu mantel berwarna coklat berangan, bulu ekor panjang, dengan warna hitam bercampur hijau berkilauan. Tubuh bagian bawah juga berwarna hitam kehijauan. Kaki abu-abu kebiruan dengan taji yang melengkung dan runcing.

Ayam hutan merah yang betina akan mengasuh anaknya hingga mampu mandiri dan mencari makan sendiri. Ayam betina mencapai umur dewasa dan siap kawin saat berumur 8-10 bulan. Sedangkan ayam jantan, mencapai usia dewasa sepenuhnya saat berumur sekitar 12 bulan. Dibandingkan jenis ayam lainnya, ayam hutan memiliki laju pertumbuhan yang lambat.

 photo ayam_hutan_zpsc7f80ac3.jpg
Sub-spesies Ayam Hutan Merah

Berdasarkan daerah sebaran dan morfologinya, William Beebe, seorang naturalis asal Amerika Serikat, membagi ayam hutan merah (Gallus gallus) menjadi 6 sub-spesies yang berbeda:
  • Ayam Hutan Cochin-China (Gallus gallus gallus.
  • Ayam Hutan Burma (Gallus gallus spadiceus).
  • Ayam Hutan India (Gallus gallus murghi).
  • Ayam Hutan Tonkin (Gallus gallus jabouillei).
  • Ayam Hutan Jawa (Gallus gallus bankiva).
  • Ayam Peliharaan (Gallus gallus domesticus).

2. Ayam hutan hijau/Green Junglefowl (Gallus varius)

Ayam hutan hijau adalah ayam hutan endemik Indonesia yang tersebar di Pulau Jawa, Bali, Lombok, Komodo, Flores, Rinca dan pulau-pulau kecil di sekitarnya. Ayam ini termasuk burung berukuran besar, dengan ukuran panjang jantan antara 70-75 cm. Sedangkan betina, berukuran lebih kecil, yaitu berkisar 40-45 cm.

Bulu sayap atas tumbuh sempit memanjang, berwarna hitam dengan tepian berwarna jingga. Bulu pinggul juga berbentuk sama, hanya saja tepiannya berwarna kuning keemasan. Bagian bawah tubuh dan ekor berwarna hitam bercampur ungu dan hijau berkilauan.

Ayam hutan betina berwarna kuning kecoklatan, dengan garis-garis dan bintik hitam. Iris merah, paruh abu-abu keputihan. Jengger dan gelambir tidak ada. Kaki kekuningan atau agak kemerahan tanpa taji.

Ayam hutan hijau memiliki bentuk dan warna yang paling unik di antara semua jenis ayam hutan, karena ciri-cirinya yang lebih menyerupai burung pheasant.

3. Ayam hutan abu-abu/Grey Junglefowl (Gallus sonneratii)

Ayam hutan abu-abu adalah jenis ayam hutan endemik yang memiliki daerah sebaran terbatas di India. Ayam jantan memiliki warna dasar tubuh hitam dengan bintik berwarna merah tanah. Bulu di bagian punggung dan dada tumbuh memanjang seperti bulu ayam bekisar, didominasi warna abu-abu dengan pola yang indah. Bulu leher tidak sepanjang bulu ayam hutan merah, berwarna lurik hitam dan kuning.

Ayam betina memiliki warna yang lebih suram. Pial/jengger dan gelambir di kepala tidak ditemukan, sebagaimana ayam hutan merah betina. Bulu bagian atas berwarna kuning kecoklatan bercampur merah tanah, ekornya berwarna coklat kuning kehitaman.

Ciri yang paling menyolok adalah bulu dadanya yang tumbuh memanjang dan melebar berwarna putih dengan ring hitam menitari tepi bulu. Pola dan warna bulu dada ini menjadikan ayam hutan abu-abu betina sebagai ayam betina terindah dibandingkan dengan spesies ayam hutan betina lainnya.

4. Ayam hutan Srilangka/Ceylon Junglefowl (Gallus lafayetii)

Ayam hutan Srilangka adalah burung endemik yang memiliki daerah sebaran terbatas di Pulau Srilangka. Ayam ini memiliki warna dasar hitam, dengan warna kuning keemasan di leher dan warna jingga gelap di sekitar punggung. Wajah berwarna merah dengan jengger merah berbentuk bilah besar yang bergerigi. Bagian tengah jengger berwarna kuning. Sepasang gelambir cukup besar menggantung di bawah dagu. Kaki berwarna kuning kemerahan dengan taji yang agak lurus dan runcing. Ekor memiliki warna hitam hijau keunguan dengan susunan yang serupa dengan ayam hutan merah.

Ayam betina memiliki warna tubuh coklat yang suram. Bulu dada agak besar dengan warna dasar coklat. Tepi bulu dada berwarna putih. Ciri khas dari ayam hutan Srilangka betina terletak pada bulu sayapnya yang berwarna belang antara coklat dan putih.

Tags:
beternak ayam hutan hijau kandang ayam hutan berburu ayam hutan merawat ayam hutan ayam hutan aduan pikat ayam hutan jjenis ayam hutan di indonesia jenis ayam alas cara memelihara ayam hutan cara ternak ayam hutan ayam hutan abu abu denak ayam hutan ayam hutan 2013 tahan ayam hutan cara menjinakkan ayam hutan ayam hutan merah betina ayam hutan madura sarang ayam hutan anak ayam hutan jenis ayam hutan ayam hutan 1 menjerat ayam hutan cara merawat anakan ayam hutan penangkaran ayam hutan klasifikasi ayam hutan foto ayam hutan cara pelihara ayam hutan ayam hutan kalimantan jenis jenis ayam hutan jual ayam hutan ayam denak hutan ayam alas merah gambar ayam hutan merah jenis ayam hutan indonesia cara perawatan ayam hutan mikat ayam hutan makanan ayam hutan memelihara ayam hutan ayam hutan 2014 ayam alas jawa perangkap ayam hutan cara jinakkan ayam hutan menjinakkan ayam hutan www.ayam hutan ayam hutan jantan ayam hutan merah jawa ayam hutan betina
Baca Selanjutnya →
October 9, 2014

Mengenal Ayam Hutan

0 comments
ayam_hutan_1 photo ayam_hutan_jantan_zpsc987a9de.jpg

Dalam dunia unggas, ayam hutan dikelompokkan ke dalam suku Phasianidae, suatu kelompok burung berbadan besar yang hidup dan aktivitasnya lebih banyak di permukaan tanah. Ayam hutan jantan dan betina, mempunyai bentuk tubuh yang sangat berbeda (sexual dimorfism). Ayam jantan memiliki bulu dan ornamen tubuh yang sangat indah. Pejantan akan sibuk bergaya, berlenggak-lenggok, memperlihatkan keelokan bulunya dengan gerakan tertentu, untuk memikat sang betina.

Berbeda dengan ayam hutan jantan, tampilan warna bulu ayam hutan betina terlihat suram. Warna tubuh didominasi oleh kombinasi warna coklat, kuning gelap dengan sedikit campuran warna hitam dan putih di sekujur tubuh. Warna bulu betina yang suram ini, merupakan adaptasi untuk memudahkan penyamaran (kamuflase), agar terhindar dari predator seperti kucing hutan, musang, ular sanca dan binatang buas lainnya. Warna bulu betina yang serupa dengan warna tanah ini sangatlah menguntungkan, terutama saat ayam betina harus diam mengerami telurnya, dalam sarang yang berada di atas tanah.

Selain memiliki bulu yang indah, ayam hutan juga sering mengeluarkan suara yang nyaring dan merdu. Kaki dilengkapi taji yang runcing untuk mengais makanan di permukaan tanah dan bertarung memperebutkan betina.

Kepala ayam hutan dilengkapi dengan jengger/pial beraneka rupa bak mahkota raja. Satu atau dua gelambir tumbuh menjuntai indah di bawah dagu yang menambah wibawa. Bulu di leher, punggung dan sayap tumbuh memanjang dengan kombinasi warna merah, kuning dan hijau yang sangat cerah. Warna gelap yang berkilauan menjadi latar belakang, mendominasi tubuh bagian bawah.

Bulu di ekor terbentuk sangat rapi, berwarna gelap dengan deretan bulu besar yang tersusun sedemikian rupa. Dua bulu yang berada di puncak ekor tumbuh sangat panjang dan melengkung berbentuk bulan sabit yang indah.

Ayam hutan membangun sarang dari ranting dan daun-daun kering di atas tanah. Sarang ini berada tersembunyi di dalam semak-semak, tertutup oleh serasah daun dan ranting yang kering, agar terlindung dari sengatan cahaya matahari dan hujan. Betina akan bertelur sebanyak 2-12 butir setiap musim berbiak. Telur ini akan dierami selama 21 hari hingga menetas. Saat senja, ayam hutan jantan dan betina yang tidak mengeram, akan terbang ke atas pohon untuk tidur sekaligus menghindari pemangsa.

Anak ayam yang baru menetas berwarna kuning gelap dengan garis coklat besar di punggung dan kepalanya untuk berkamuflase. Bulu sayap tumbuh cepat berwarna coklat abu-abu keputihan. Anak ayam umur satu pekan sudah mampu terbang dalam jarak pendek. Dalam beberapa pekan, anak ayam ini dapat terbang dengan cepat untuk menghindari pemangsa. Anak ayam hutan sangat sensitif terhadap gangguan sehingga mudah mengalami stress. Ketahanan tubuh juga tidak sekuat anak ayam kampung sehingga rentan terhadap berbagai macam penyakit.

Ayam hutan betina akan mengasuh anaknya hingga mampu mandiri dan mencari makan sendiri. Ayam betina mencapai umur dewasa dan siap kawin saat berumur 8-10 bulan. Sedangkan ayam jantan, mencapai usia dewasa sepenuhnya saat berumur sekitar 12 bulan. Dibandingkan jenis ayam lainnya, ayam hutan memiliki laju pertumbuhan yang lambat.

Saat ini terdapat 4 spesies ayam hutan yang semuanya hanya tersebar di Asia. Keempat jenis ayam hutan tersebut adalah:
1. Ayam hutan merah/Red Junglefowl (Gallus gallus)
2. Ayam hutan hijau/Green Junglefowl (Gallus varius)
3. Ayam hutan abu-abu/Grey Junglefowl (Gallus sonneratii)
4. Ayam hutan Srilangka/Ceylon Junglefowl (Gallus lafayetii)


Tags:
Baca Selanjutnya →
September 18, 2014

Jenis Merpati Hias

0 comments
merpati balap pict
Berikut adalah jenis-jenis merpati yang ada di berbagai negara. jenis ini ada yang spesies alam, ada pula yang hasil persilangan. Jenis-jenis persilangan baru masih akan bermunculan seiring semakin banyaknya peternak merpati hias di berbagai negara. Beberapa jenis yang penulis ketahui adalah sebagai berikut :

 photo jenis_merpati_zpse5cc336c.jpg 1. Bohemian-Pouter
2. Bokhara Trunpeter
3. Budapest Tumbler
4. Carrier
5. Cauchoi
6. Chinese Owl
7. Classic Oriental Frill
8. ELF Muffed
9. Fantail
10.Frillback
11.German Beakcrested
12.Bros Mondain
13.Holle Cropper
14.Indian Fantail
15.Jacobin
16.Komorner Tumbler
17.Maltese
18.Modena
19.Mookee
20.Nun
21.ODC Layne Gardner
22.Percian Roller
23.Pigmy - Pouter
24.Pomeranian - Pouter
25.Saint
26.Saxon - Pouter
27.Scandaroon
28.Schmalkaldnener Mohrenkopf
29.Show King
30.Swiss Mondaine





Tags:
Baca Selanjutnya →
August 20, 2014

Itik Pedaging Unggul Dari Ciawi | ePMp

0 comments
i photo itik_ePMP_zpsfb4b1a3c.jpg
Itik ePMp merupakan hasil persilangan antara pejantan entok dengan betina PMp yang dilakukan di Balai Penelitian Ternak (Balitnak) kabupaten Bogor Jawa Barat. Sebagai induk persilangan, itik PMp merupakan itik pedaging unggul yang lebih dulu dirilis pada tahun 2010, secara genetis dalam diri itik itu mengalir darah pejantan peking dan betina mojosari. Keunggulan betina PMp itu kemudian disilangkan dengan keandalan pejantan entok untuk menghasilkan itik unggul ePMp.

Bobot yang dicapai itik ePMp lebih besar dari itik biasa. Pada umur 8 minggu, pejantan itik ePMp mampu mencapai bobot 2,3 - 2,5 kg dengan menghasilkan karkas sebanyak 1,6 kg. Sedangkan pada umur 10 minggu mampu mencapai bobot 2,7 kg dengan menghasilkan karkas sebanyak 1,8 kg. Pertumbuhan itik baru itu optimal jika disertai dengan pemberian nutrisi pakan yang tepat. Sampai umur 3 minggu, anakan ePMp memerlukan pakan dengan kadar protein 19% dan kadar energi 2.900 kkal/kg. Komposisi itu berubah ketika itik memasuki umur 4 - 10 minggu. Kadar protein yang tinggi pada awal pertumbuhan dibutuhkan untuk pertumbuhan otot dan massa tubuh itik.

Keunggulan lain dari itik ePMp adalah tekstur daging lembut serta warna daging putih. Hal itu membuat daging itik tampak bersih, sehingga respon konsumen cukup baik.

Itik ePMp adalah persilangan dari tiga galur entok, peking, dan mojosari putih. Itik ini merupakan itik dwiguna penghasil daging dan telur dengan kadar lemak yang rendah dan protein tinggi.

Keuntungan:
  • Produktivitas tinggi
  • Pertumbuhan lebih cepat (bobot badan 3 bulan 3 kg)
  • Prosentase karkas 68%, FCR 4,5

Informasi lebih lanjut silahkan hubungi:
Balai Penelitian Ternak (Balitnak) Jl. Veteran-III Ciawi - Bogor 16720 Jawa Barat, Telpon (0251)8240752
Baca Selanjutnya →
August 19, 2014

Stop Berak Darah Pada Ayam Dengan Daun Bandotan

0 comments
daun_bandotan photo bandotan_zps00502ead.jpeg
Penyakit berak darah pada ayam atau koksidiosis menyebabkan kematian mencapai 80 - 90%. Untuk mengatasi penyakit akibat infeksi protozoa parasit elmeria tennela itu, Dr drh Umi Cahyaningsih MS di fakultas kedokteran hewan IPB memanfaatkan daun bandotan (Ageratum conyzoide). Dosis yang diberikan adalah 0,1 - 0,2% serbuk bandotan atau 1 - 2 gram per kg bobot tubuh dalam pakan dan 0,01 - 0,5% ekstrak air bandotan dalam air minum ayam.

Bandotan mengandung zat saponin, flavonoid, kumarin, dan tanin. Flavonoid dan kumarin sebagai imunostimulan. Saponin merupakan antimikroba yang menghambat metabolisme mikroorganisme, sementara tanin bersifat antiradang.
Baca Selanjutnya →
May 30, 2014

Cara Membuat Sendiri EM-4 Untuk Kesehatan Unggas

0 comments


EM-4 adalah efective microorganisme dalam bentuk larutan hasil fermentasi pada tahap ke empat. Manfaat EM-4 dalam bidang peternakan unggas adalah sebagai berikut:

  • Mengurangi polusi bau dari kotoran unggas
  • Mengurangi stres pada unggas
  • Menyehatkan unggas
  • Menyeimbangkan mikroorganisme di dalam perut unggas
  • Meningkatkan nafsu makan unggas
  • Menekan penyakit pada unggas
  • Meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi unggas

Melihat manfaatnya yang banyak sekali, EM-4 menjadi begitu penting dalam dunia peternakan organik. Jika peternak harus membeli EM4 produksi pabrik tentu harganya lumayan mahal, padahal ada cara untuk membuat EM4 sendiri dengan biaya yang sangat murah. Disini kami berikan dua cara pembuatan EM4 yang kami peroleh dari hasil eksperimen Bpk. Supli Effendi Rahim (semoga beliau mendapatkan amal jariyah atas ilmunya ini).

Cara Pembuatan EM-4

CARA ke-1

Bahan-bahan :
  • Sampah sayur, terutama kacang-kacangan
  • Kulit buah-buahan (nanas, pepaya, pisang, rambutan, mangga, dsb.)
  • Bekatul/dedak, secukupnya
  • Gula merah, sedikit saja
  • Air beras, secukupnya

Cara Pembuatan :

- Sampah sayur dan kulit buah-buahan yang sudah dicacah kecil-kecil, bekatul dicampurkan. Tempatkan dalam sebuah ember atau drum lalu tutup rapat. biarkan selama satu minggu sampai membusuk sehingga menjadi EM1, sambil sesekali diaduk.

- EM singkatan dari Effective Microorganism, yaitu jasad renik yang akan mempercepat proses pengomposan. Dinotasikan dengan angka 1 karena inilah cairan mikroorganisme yang terbentuk setelah mengalami dekomposisi selama satu minggu.

- Cairan EM1 dicampur dengan sampah sayur dan kulit buah-buahan. Kemudian didiamkan lagi selama satu minggu. Cairan baru yang terbentuk disebut dengan EM2.

- Cairan EM2 dicampurkan dengan bekatul, gula merah dan air beras. Didiamkan lagi selama satu minggu sehingga menjadi EM3.

- Diamkan lagi selama satu minggu tanpa menambahkan apa-apa. Cairan itu telah menjadi EM4.

CARA ke-2

Bahan - bahan :
  • Pepaya matang atau kulitnya sebanyak 0,5 kg
  • Pisang matang atau kulitnya sebanyak 0,5 kg
  • Nanas matang atau kulitnya sebanyak 0,5 kg
  • Kacang panjang segar sebanyak 0,25 kg
  • Kangkung air segar sebanyak 0,25 kg
  • Batang pisang muda bagian dalam sebanyak 1,5 kg
  • Gula pasir sebanyak 1 kg
  • Air tuak dari nira / Air kelapa sebanyak 0,5 liter

Cara Pembuatan :

- Pepaya, pisang, nanas, kacang panjang, kangkung dan batang pisang muda dihancurkan hingga ukuran menjadi agak halus. Campuran bahan tersebut dan masukkan dalam ember atau drum.

- Campurkan gula pasir dan tuak/air kelapa dalam ember tadi dan aduk hingga rata.

- Wadah ditutup rapat dan disimpan selama 7 hari.

- Setelah 7 hari larutan yang dihasilkan dikumpulkan secara bertahap setiap hari hingga habis.

- Larutan tersebut disaring dan dimasukkan kedalam wadah yang tertutup rapat. Larutan tersebut adalah EM4 yang siap digunakan dan dapat bertahan hingga 6 bulan.

- Ampas dari hasil penyaringan larutan bisa digunakan sebagai pupuk kompos.

Cara Pemakaian :

Sebagai air minum ternak, Larutkan 1 cc EM-4 per satu liter air minum setiap hari. Larutkan 1 cc EM-4 per satu liter air, kemudian disemprotkan ke dalam pakan ternak.

Untuk mencegah bau kotoran dan kandang ternak, larutkan EM-4 dan Molas ke dalam air dengan perbandingan 1:1:100 kemudian disimpan dalam tempat yang tertutup rapat selama 1-2 hari kemudian dipergunakan untuk menyemprot kandang dan pada badan ternak dengan dosis 10 cc larutan dalamn 1 liter air.

Selamat mencoba, semoga ternak unggas Anda selalu sehat dan memiliki tingkat produksi yang tinggi.
Baca Selanjutnya →
May 20, 2014

Analisis Usaha Ternak Itik Alabio

0 comments
 photo itik-alabio_zpsdfecc328.jpg
Analisis Ekonomi Budidaya Pembesaran Itik Alabio

Untuk pemeliharaan 400 ekor itik

1. Biaya Persiapan Sarana.
Pembuatan Kandang = Rp. 3.000.000

2. Biaya Bibit.
Anakan Itik Alabio Petelur @ Rp. 9.000 x 400 ekor = Rp. 3.600.000

3. Biaya Pakan Anak Itik.
Pakan Untuk Anakan (merk Bama) @ Rp. 8.000/kg
Rp. 8.000 x 5 kg x 30 hr x 6 bln = Rp. 7.200.000

Jumlah Pengeluaran I = Rp.13.800.000

4. Biaya Pakan Itik Dewasa dan Hasil Tahap I (9 bulan)
a. Pakan Dedak @ Rp.2.500/kg x 28kg x 30hr x 9bln = Rp. 18.900.000
b. Pakan Sagu @ Rp.3.500/kg x 28kg x 30hr x 9bln = Rp. 26.460.000
Jumlah = Rp. 45.360.000
c. Harga Telur @ Rp. 1.800 x 360 butir x 30hr x 9bln = Rp. 174.960.000
Laba I = Rp. 174.960.000 - Rp. 45.360.000 = Rp.129.600.000.

5. Biaya Pakan Itik Dewasa dan Hasil Tahap II (7 bulan)
a. Pakan Dedak @ Rp.2.500/kg x 28kg x 30hr x 7bln = Rp. 14.700.000
b. Pakan Sagu @ Rp.3.500/kg x 28kg x 30hr x 7bln = Rp. 20.580.000
Jumlah = Rp. 35.280.000 c. Harga Telur @ Rp. 1.800,- x 360 butir x 30 hr x 7 bln = Rp. 136.080.000 Laba II = Rp. Rp. 136.080.000 - Rp. 35.280.000 = Rp. 100.800.000.

6. Biaya Pakan Itik Dewasa dan Hasil Tahap III (5 bulan)
a. Pakan Dedak @ Rp.2.500/kg x 28kg x 30hr x 5bln = Rp. 10.500.000
b. Pakan Sagu @ Rp.3.500/kg x 28kg x 30hr x 5bln = Rp. 14.700.000
Jumlah = Rp. 25.200.000
c. Harga Telur Rp. 1.800 x 360 butir x 30 hr x 5 bln = Rp. 97.200.000
Laba III = Rp. 97.200.000 - Rp. 25.200.000 = Rp. 72.200.000

7. Hasil Keuntungan Akhir.
Keuntungan = Hasil Tahap I + Hasil Tahap II + Hasil Tahap III - Jumlah Pengeluaran I
= (Rp. 129.600.000 + Rp. 100.800.000 + Rp. 72.200.000) - Rp. 13.800.000
= Rp. 288.000.000

Sumber : BP3MD Kab. Tanah Bumbu Kalsel

Tags:
Baca Selanjutnya →
May 18, 2014

Membuat Inverter Sederhana Untuk Inkubator

2 comments


Rangkaian Inverter yaitu suatu rangkaian elektronika yang mempunyai fungsi untuk merubah arus tegangan DC menjadi AC. Modul ini sangat diperlukan sebagai pelengkap tambahan dalam menyediakan sumber listrik cadangan (darurat) untuk inkubator jika terjadi pemadaman listrik PLN. Cara membuatnya tidaklah sulit dan dengan biaya yang terjangkau. Apabila anda ingin merakit sendiri inverter sederhana ini berikut daftar komponen yang harus di persiapkan :
  • 1 buah Trafo CT 2 - 3 Ampere
  • 2 buah Transistor NPN 2n3055 + pelat pendingin
  • 2 buah Resistror 690 ohm 1,5W atau 240 ohm 5W
  • 1 buah baterai (Accu) 12V

Berikut adalah skema inverter 12V DC ke 220V AC :

 photo inverter_zps30b7718b.jpg

Tags :
Baca Selanjutnya →
February 28, 2014

Itik Alabio

0 comments
 photo itik-alabio_zpsdfecc328.jpg
Itik Alabio adalah salah satu jenis itik atau bebek petelur unggul, berasal dari Kalimantan Selatan. Itik ini hasil dari persilangan itik Kalimantan dengan Itik Peking (itik pedaging). Nama Alabio diambil dari sebuah nama desa di Kalimantan Selatan yang letaknya sekitar 5 jam dari Kota Banjarmasin dan terletak di hulu Sungai bagian utara namanya desa Alabio. Pemberian nama itik Alabio diberikan oleh seorang ilmuan yang bernama drh. Saleh Puspo. Ilmuwan ini yang banyak melakukan penelitian tentang itik alabio.

Ciri Itik Alabio
  • Postur tubuh tegak membentuk sudut 70o
  • Terdapat buluh putih membentuk garis mulai dari pangkal paruh sampai ke bagian belakang kepala
  • Paruh kuning samapi kuning jingga dengan bercak hitam pada bagian ujung
  • Kaki kuning jingga
  • Bulu leher bagian belakang coklat
  • Bulu leher bagian depan putih
  • Bulu dada coklat
  • Bulu perut dan punggung coklat bercak abu-abu
  • Bulu sayap sekunder biru kehijauan mengkilap
  • Bulu ekor coklat bercak hitam

Usaha tani itik alabio merupakan usaha pokok masyarakat dan telah dilakukan sejak lama di Kalimantan Selatan terutama di Kabupaten Hulu Sungai Utara. Beternak itik ini dapat memberikan kontribusi yang memadai terhadap pendapatan keluarga. Skala kepemilikan bervariasi antara 200 hingga 7000 ekor/peternak. Usaha tani itik alabio kini sudah mengarah ke spesialisasi usaha yaitu produksi telur tetas, telur konsumsi, penetasan dan pembesaran.

Keunggulan itik alabio
  • Produksi telur, 220 – 250 butir/ekor/tahun
  • Puncak Produksi 92,70%
  • Bobot Telur, 59 – 65 gram/butir
  • Konsumsi Pakan, 155 – 190 gram/ekor/hari
  • Dewasa Kelamin, 179 hari
  • Daya Tunas, 90,38%
  • Daya Tetas, 79,49 – 80 %
  • Mortalitas setelah menetas, 0.75 – 1%
  • Bobot Badan Betina umur 6 bulan, 1.60kg
  • Bobot Jantan umur 6 bulan, 1.75 kg
Disebutkan dalam trubus exo,itik alabio ini termasuk itik lokal unggul yang memiliki dwi fungsi karena selain mampu memproduksi telur yang tinggi, rata-rata 215 butir/tahun juga potensial sebagai penghasil daging di bandingkan dengan itik lokal lainnya. Dengan berbagai keunggulan yang dimiliki itik alabio, maka pada tahun 1996, Balai Penelitian Ternak Ciawi, Balitnak Bogor melakukan persilangan antara itik mojosari dan alabio yang menghasilkan bibit itik (final stock) yang unggul dibandingkan pendahulunya.

Dan pada tahun 2002 diadakan kerjasama antara Balitnak Ciawi Bogor dengan Balai Pembibitan Ternak Unggul (BPTU) kambing domba dan itik Pelaihari, Kalimantan Selatan untuk mengembangkan hasil persilangan tersebut dan menghasilkan itik hibrida petelur dan pedading unggul yang disebut sebagai itik MA-2000 atau yang lebih populer di kalangan peternak itik dengan sebutan itik raja (jantan) dan itik ratu (betina)

Tags:
Baca Selanjutnya →
February 24, 2014

Itik Peking

1 comments
bebek-peking
Itik peking atau Bebek Peking (Peking Duck) adalah salah satu jenis itik pedaging unggul. Itik ini yang paling banyak dibudidayakan di dunia, terutama di tempat asalnya China. Itik ini populer sebagai hidangan berkelas sejak zaman Dinasti Ming. Hingga sekarang, produksinya menempati urutan teratas di antara jenis itik lainya. Negara China merupakan pemasok itik peking terbesar, yakni 73% kebutuhan itik dunia.

Itik peking masuk ke Inggris pada tahun 1872 atas bantuan Walter Steward. di Inggris, itik peking mampu menggeser kedudukan itik aylesbury dan rouen yang lebih dulu populer. Itik berbulu putih itu juga di introduksi ke Amerika Serikat oleh John Palmer pada tahun 1873 ke Long Island New York. Lama kelamaan ia pun terkenal dengan sebutan nama itik long island.

Itik peking memiliki badan yang lebih kompak di bandingkan dengan beberapa jenis itik lainnya. Dalam hal pembibitan, itik peking telah banyak disilangkan dengan itik lokal maupun itik jenis lain untuk mendapatkan jenis lain yang lebih unggul. Jenis itik yang sering disilangkan dengan itik peking di antaranya itik alyesbury, itik kaki Campbell, mojosari dan jenis itik lainnya. Hasil silangannya ternyata menghasilkan jenis itik yang memiliki postur tubuh yang lebih unggul, akan tetapi perlu usaha penelitian lebih lanjut untuk pengembangannya. Produksi telur itik peking betina juga tergolong tinggi, yakni dapat mencapai 110-130 butir per tahun. Jumlah produksi telur ini termasuk tinggi untuk jenis itik pedaging. Dengan rasio jantan dan betina 1 : 5 telur itik peking memiliki daya fertilitas yang tinggi. Itik peking pertama kali bertelur sekitar umur 6 bulan.

Karkas itik peking berwarna kuning dan kelihatan sangat menarik. Tekstur dagingnya juga sangat bagus. Kebanyakan menu masakan daging itik di restoran atau hotel berbintang adalah daging itik peking karena kekhasan warna, rasa, dan bentuknya.

Berikut adalah ciri -ciri itik peking jantan dan betina :
  • Kepala : agak besar dengan crown (pial) yang tinggi, bagian depan crown tersebut agak terangkat ke atas, seolah-olah terangkat dari rahang atas. Pipinya tampak penuh dan berisi
  • Leher : agak pendek dibanding leher itik domestik, tapi lenih panjang dari leher bebek menthok
  • Mata : tampak liar dan siaga, tetapi agak terlindung olah alis yang menonjol dan pipi yang berisi, warna mata kebiruan
  • Paruh : relatif pendek tetapi tebal karena kulmen yang tinggi dan membulat. Warna orange cerah dengan ujung paruh agak putih
  • Punggung : sekitar 65% lebih panjang dari lebarnya, namun demikian tampak agak pendek karena bagian ekor terangkat ke atas, serta rump (tungging) yang menebal, sedangkan bagian depan punggung rata
  • Ekor : terangkat, lebat menyebar, dan cukup panjang
  • Badan : berimbang antara panjang dan lebar, relatif kekar, berdaging dan penuh. Tanpa kesan adanya keel. Dada lebar, perut besar dan penuh, tetapi tidak terjatuh
  • Penampilan : antara 35-40° dari garis horizontal, hidup dan agile atau ringan dalam pergerakan
  • Kaki : kuat dan tidak terlalu panjang, warna merah-orange
  • Bulu : lebar dan fluffy terutama pada bagian posterior, warna putih-krem sampai krem
  • Berat standar : jantan dewasa 4,5 kg dan betina dewasa 4 kg

Untuk pemeliharaan itik peking (peking duck), lebih ideal apabila dilaksanakan dengan sistem intensif. Hal ini disebabkan itik peking (peking duck) merupakan itik ras pedaging yang mempunyai kemampuan kecepatan pertumbuhan dalam waktu yang relatif singkat, di mana dalam kondisi makanan yang baik waktu pemeliharaan kurang dari 2 (dua) bulan berat badannya sudah bisa mencapai di atas 3 kg dan sudah siap jual.
Baca Selanjutnya →
December 29, 2013

Pengaruh Lama Penyimpanan Telur Unggas Terhadap Daya Tetas

0 comments


Dari beberapa penelitian yang pernah dilakukan, disimpulakan bahwa lama penyimpanan telur unggas berpengaruh nyata terhadap daya tetas telur saat ditetaskan.

Jika kita lihat bahwa ayam kampung yang dipelihara masyarakat peternak, bahwa seekor induk ayam yang baik apabila di dalam satu kali siklus bertelur rata-rata menghasilkan 8 - 12 butir telur, atau lebih. Kemudian mengeram dan hasil yang di peroleh biasanya dapat menetas semua, namun tidak menutup kemungkinan ada beberapa induk yang mengerami telurnya yang memungkinkan tersisa dan tidak dapat menetas. Ini akibat dari adanya faktor-faktor yang mempengaruhi daya tetas, antara lain pengaruh musim, utamanya musim hujan, karena kelembaban terlalu tinggi menyebakan telurnya banyak yang busuk.

Menurut Blakely dan Bade (1991) bahwa meskipun pada kondisi optimum, telur akan turun daya tetasnya bila periode penyimpanan sebelumnya lebih dari 7 hari. Berdasarkan hal tersebut di atas, maka diadakan penelitian mengenai lama penyimpanan telur. Sampai sejauh mana pengaruh lama penyimpanan telur terhadap fertilitas, daya tetas telur dan berat tetas anak ayam kampung. Dapat disimpulkan bahwa:

1. Lama penyimpanan telur tidak ber-pengaruh terhadap fertilitas dan berat tetas anak ayam buras.
2. Lama penyimpanan telur berpengaruh terhadap daya tetas telur. Telur yang disimpan lama persentase daya tetas-nya rendah.

Tabel 1. Pengaruh lama penyimpanan telur terhadap fertilitas, daya tetas dan kematian embrio.
>>>>>>>>
Lama penyimpanan (hari)Fertilitas (%)Kematian embrio hari 1-7 (%) Kematian embrio hari 8-14 (%) Kematian embrio hari 15-21 (%)
2 95,8 3,11,46,6
4 95,2 1,73,37,7
6 93,9 2,71,88,0
8 93,4 2,42,012,5
10 94,4 2,02,313,7
12 90,0 4,13,013,5
14 92,3 3,93,314,9
16 90,9 5,13,317,0

Dari tabel hasil penelitian, tampak bahwa daya tetas telur berkurang ketika telur disimpan selama lebih dari 7 hari. Hasil penelitian ini mengkonfirmasi pengalaman praktis dan menunjukkan bahwa telur disimpan selama 2, 4, atau 6 hari memiliki daya tetas yang sama. Ada penurunan yang signifikan dalam daya tetas telur ketika disimpan selama 8 hari dibandingkan 6 hari, tetapi tidak ada penurunan lebih lanjut dalam daya tetas terjadi ketika telur yang disimpan selama 10, 12, 14, atau 16 hari.
Baca Selanjutnya →
December 25, 2013

Jenis Ayam Kalkun

0 comments
 photo kalkun_zpsa60c212c.jpg

Ayam kalkun pada dasarnya tidak memiliki banyak jenis, yang membedakan jenisnya hanyalah di bedakan dari ukuran tubuh kalkun tersebut, bila kalkun memiliki ukuran tubuh besar dan bobot yang lebih dari berat rata-rata maka biasa di sebut kalkun jenis super, bila kalkun memiliki ukuran tubuh biasa (rata-rata) maka biasa di sebut kalkun standar, dan bila kalkun memiliki ukuran tubuh kecil di bawah rata-rata maka biasanya di sebut kalkun mini.

Bila kita mau membedakan nya lebih luas lagi maka bisa di bedakan dari beragam jenis warna kalkun. Berikut ini foto jenis-jenis kalkun berdasarkan motif warnanya:

 photo jenis_kalkun_3_zps8416e0ab.jpg - Auburn
- Black
- Black Winged Bronze
- Blue Palm
- Blue Red Bronze
- Bourbon Red
- Bronze
- Calico
- Chocolate
- Chocolate Palm
- Chocolate Slate
- Fall Fire
- Golden Narragansett
- Golden Phoenix
- Harvest Gold
- Jersey Buff
- Lilac
- Mottled Black
- Mottled Chocolate
- Narragansett
- Nebraskan
- Oregon Gray
- Pencilled Palm
- Pencilled Red Palm
- Recessive Slate
- Red Bronze
- Red Palm
- Red Phoenix
- Red Slate
- Regal Red
- Royal Palm

Baca Selanjutnya →
December 23, 2013

Beternak Ayam Kalkun

0 comments
 photo kalkun_zpsa60c212c.jpg

Ayam kalkun adalah sebutan untuk dua spesies burung berukuran besar dari ordo Galliformes genus Meleagris. Kalkun betina memiliki ukuran tubuh lebih kecil dan warna bulu kurang berwarna-warni dibandingkan kalkun jantan. Sewaktu berada di alam bebas, kalkun mudah dikenali dari rentang sayapnya yang mencapai 1,5 - 1,8 meter.

Spesies kalkun berasal dari Amerika Utara (M. gallopavo) dan Amerika Tengah (M. ocellata). Kalkun hasil domestikasi yang diternakkan di negara Asia seperti Indonesia untuk diambil dagingnya berasal dari spesies M. gallopavo yang juga dikenal sebagai kalkun liar (Wild Turkey). Sedangkan spesies M. ocellata diperkirakan adalah hasil domestikasi suku Maya. Ada orang yang berpendapat kalkun yang diternakkan untuk diambil dagingnya berasal dari kalkun suku Maya. Alasannya kalkun suku Maya lebih penurut dari kalkun liar asal Amerika Utara, tapi teori ini tidak didukung bukti morfologis. Sebagai bukti bahwa kalkun negeri (domestikasi) berasal dari kalkun liar M. gallopavo adalah adanya pial (bagian bergelambir di bawah paruh), sedangkan kalkun M. ocellata yang dipelihara orang Maya tidak memiliki pial.

Membudidayakan Ayam Kalkun

Untuk menernakkan jenis unggas ini tidak sulit. Ayam kalkun dapat dilepas layaknya ayam kampung. Ia akan mencari pakan di sekitar lingkungan seperti rerumputan, biji-bijian, serangga, dan lain-lain. Kalkun juga dapat dikandangkan di kandang bambu yang luas.

Keunggulan ayam ini adalah cepat besarm seekor kalkun umur tiga bulan dapat mencapai berat sekitar 8 kg. Ayam ini dapat memiliki daging 2-3 lebih banyak daripada ayam kampung. Rasa ayam kalkun juga lebih lezat daripada ayam kampung.

Perkembangan Kalkun cukup cepat. Seekor betina dapat menghasilkan 12 butir telur. Si Induk akan mengerami telur selama 28 hari atau selama 4 minggu. Telur kalkun berwarna coklat muda bercak-bercak dan bobotnya dua kali dari telur ayam ras.

Cara Merawat Ayam Kalkun:

1. Perawatan pertama (basic care)
Perawatan basic care adalah perawatan yang dilakukan terhadap anakan ayam kalkun yang berusia 0 hari - 1,5 bulan. Dalam perawatan ini, ada beberapa teknik yang harus diperhatikan yaitu warming lamp, atau lebih populer disebut pemanasan suhu kandang ayam. Ayam yang berusia kurang dari 1,5 bulan biasanya memerlukan suhu diatas 30-45 oC hal ini dimaksudkan agar anakan ayam memperoleh suhu yang hangat seperti saat dia dierami induknya. Feeding atau proses pemberian makan juga harus diperhatikan, pada usia 0-20 hari ayam harus diberi makan khusus atau disebut BR-1 dengan kandungan nutrisi yang sesuai. BR-1 ataupun bekatul dengan pemberian campuran air panas yang diberikan sawi ataupun sayuran yang dipotong secara chopping kemudian diaduk menjadi satu adonan. Selain itu pastikan kandang anakan ayam ini berukuran rapat agar tidak terganggu hewan lain seperti kucing, tikus, dll

2. Perawatan menengah (Medium care)
Pada perawatan ini, anakan kalkun sudah berusia lebih dari 1,5 bulan hingga 6 bulan. Secara fisologis, anakan kalkun yang sudah akan memasuki masa remaja sudah akan terlihat perbedaan jenis kelaminya. Pemberian lampu atau Warming lamp sudah tidak dibutuhkan lagi dan persiapan kandang yang lebih luas agar ayam bisa bergerak secara bebas. kalkun pada usia ini juga sudah bisa dibiarkan lepas dari kandang dengan catatan jauhkan benda-benda kecil berbahaya seperti peniti, silet dan plastik-plastik yang berceceran sebab benda-benda tersebut akan dimakannya dan berakibat ayam akan sakit. Pemberian makan juga masih diberikan seperti metode diatas yaitu pemberian adionan yang dijelaskan di basic care

3. Perawatan Lanjutan (advanced care)
Bila kalkun sudah memasuki usia lebih 6 bulan, jenis kelamin ayam kalkun sudah terlihat jelas jantan dan betinanya dan libido sexual mereka akan tampak. Dalam masa itu, pisahkan ayam kalkun yang berjenis kelamin jantan dengan pejantan lainya untuk menghindari perkelahian sesama pejantan. Bila kalkun betina tampak merunduk-runduk maka kalkun itu sudah siap untuk kawin dan sebentar lagi akan betelur. saat usia itulah ayam kalkun akan mengawali masa reproduksi. Pada umur sekitar 8 bulan ayam kalkun bisa mencapai 7 kg-8 kg bila faktor gizinya diperhatikan.
Baca Selanjutnya →
November 29, 2013

Komposisi Kimia Azolla Microphylla

1 comments


Azolla microphylla adalah hijauan air yang dapat digunakan sebagai sumber protein untuk peternakan seperti ayam, itik, puyuh, dll. Tujuan penulisan ini untuk memberikan informasi kepada para peternak tentang potensi Azolla microphylla sebagai sumber protein yang berkualitas yang menyerupai bungkil kedelai dengan komposisi kimia dapat dilihat pada (Tabel 1) di bawah ini.

(Tabel 1) Komposisi Kimia Azolla Microphylla
Bahan PakanBK (%) PK (%)SK (%) LK (%) Abu (%) BETN (%) Ca (%)P (%)
Azolla microphylla (*) 10,78 21,58 17,86 2,2223,94 34,39 1,63 0,56
Azolla microphylla (**) 10,68 26,83 11,06 0,7018,86 31,87 - -
Azolla microphylla (***) - 30 9,1 3,3- - 1,0 0,7
Sumber :
(*) : Lab. Balitnak Bogor (2000)
(**) : Castillo et al (1982)
(***) : Sudibya et al (1992)

Keterangan : BK = Bahan Kering ; PK = Protein Kasar ; SK = Serat Kasar ; LK = Lemak Kasar ; BETN = Bahan Ekstrak Tanpa Nitrogen ; Ca = Kalsium ; P = Pospor

Seperti hijauan lainnya kandungan gizi Azolla microphylla bervariasi bergantung pada lingkungannya dimana tanaman air tersebut tumbuh. Azolla microphylla selain sebagai sumber protein dan energi juga sebagai sumber mineral. Berdasarkan berat keringnya Azolla microphylla mengandung protein kasar 24 - 30%, lemak kasar 3 - 3,2%, abu 10 - 19%, Kalsium 0,4 - 1,0%, dan Fosfor 0,5 - 0,9%. Daya cerna proteinnya sebesar 21,98%, dan nilai metabolisme energinya 7,59%.

Disamping itu Azolla microphylla mengandung xantophil dan asam amino yang sangat baik untuk pakan ternak. Beberapa asam amino esensial kandungannya lebih tinggi daripada bungkil kedelai, lihat di (Tabel 2).

(Tabel 2) Komposisi Asam Amino Esensial Azolla microphylla dan Bungkil Kedelai
Jenis Asam AminoKadar % (Pada Azolla microphylla) Kadar % (Pada Bungkil Kedelai)
Threonine 4,70 3,91
Valine 6,75 4,88
Methionine 1,88 1,28
Isoleucine 5,38 4,61
Leucine 9,05 7,88
Phenilalanine 5,64 5,01
Lisine 6,45 6,47
Histidine 2,31 2,56
Arginine 6,62 7,35
Triptophan 2,01 1,30


Karena tingginya kandungan asam amino dan protein maka penggunaan Azolla microphylla sebagai pakan ternak sebaiknya dicampur dengan bahan pakan lainnya seperti rumput, dedak, atau hijauan lainnya agar mendapatkan gabungan asam amino yang lebih baik.
Baca Selanjutnya →
November 20, 2013

Resep Tradisional Untuk Puyuh

0 comments
 photo resep_puyuh_zps33d8dcd5.jpg

Garam Pulihkan Stres

Suhu lingkungan kandang yang tinggi atau sebab kehadiran predator seperti tikus atau kucing di sekitar kandang akan membuat puyuh stres. Akibatnya unggas kecil itu akan mogok makan dan minum, jika sampai dehidrasi maka akan menyebabkan kematian. Untuk mengatasi, peternak puyuh di Yogyakarta mencampurkan garam pada air minum. Setiap 10 liter air ditambahkan 3 sendok makan garam. Keesokan harinya puyuh akan kembali lincah dan siap bertelur.

Kecambah Meningkatkan Daya Tetas Telur

Ini resep Siswo Suharto, peternak puyuh di Kulonprogo Yogyakarta. Peternak itu menambahkan kecambah hijau ke ransum setiap 3 hari sekali. Sebelumnya, kecambah itu dicuci bersih, lalu dipotong kecil-kecil. Volume 1% dari total pakan. Penambahan kecambah itu ternyata mampu meningkatkan daya tetas telur puyuh.

Ramuan Tradisional Untuk Mengobati Penyakit Pada Puyuh

Untuk mengatasi penyakit berak kapur (pullorum), cacingan, ngantuk, berak hijau, dan nafsu makan berkurang.

Bahan-bahan :
  • 1-2 ons kencur
  • 3 ons temulawak
  • daun sirih
  • 4 ons kunyit
  • 2 ons temuireng
  • gula aren untuk kekebalan

Catatan :Resep ramuan ini untuk 1000 ekor puyuh.

- Semua dihaluskan dan direbus sampai mendidih selama 1 menit.
- Sebelum diberi ramuan herbal tersebut, burung puyuh tidak diberi minum selama 2-3 jam.
- Untuk pengobatan juga pencegahan. Diberikan 1 minggu sekali.
Baca Selanjutnya →